Usai DPP Bertemu DPD I, Nusron Wahid Sebut Golkar Bakal Gelar Munaslub

Kompas.com - 25/11/2017, 22:29 WIB
Korbid Pemenangan Pemilu Indonesia I, Jawa, Sumatera DPP Partai Golkar, Nusron Wahid  di sela rapat internal Golkar di Hotel The Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10/2017) malam KOMPAS.com/Nabilla TashandraKorbid Pemenangan Pemilu Indonesia I, Jawa, Sumatera DPP Partai Golkar, Nusron Wahid di sela rapat internal Golkar di Hotel The Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10/2017) malam
|
EditorDian Maharani

JAKARTA, KOMPAS.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menggelar pertemuan dengan seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat I di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (25/11/2017).

Meski Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Golkar Idrus Marham mengatakan hasil pertemuan tersebut tetap menunggu praperadilan Setya Novanto selesai untuk menggelar Muasyawarah Nasional Luar Biasa ( Munaslub), namun hal itu semakin tak terhindarkan.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu I DPP Golkar Nusron Wahid. Ia mengatakan dalam pertemuan tersebut sejatinya DPP dan seluruh DPD tingkat provinsi menginginkan adanya munaslub untuk memilih ketua umum baru.

"Suasana kebatinan mengarah ke sana (munaslub). Kalau ada bahasa yang agak halus itu dalam rangka bahasa jaga perasaan (Novanto). Tapi memang rata-rata punya kesadaran partai ini kalau mau selamat memang harus ada munaslub. Hanya masalah waktu," kata Nusron seusai rapat.

Baca juga : Politisi Golkar Usulkan Lima Tokoh Senior Beri Wejangan DPP dan DPD

Bahkan, kata Nusron, jika Novanto menang di praperadilan pun Golkar tetap akan menggelar munaslub.

Ia memprediksi sebelum 15 Desember munaslub sudah digelar. Karena itu semua pihak kini tengah mencermati situasi politik terkini dalam rangka menyambut munaslub.

Nusron menambahkan, munaslub sepertinya akan digelar di Jakarta karena hanya ada satu agenda yakni memilih ketua umum baru. Setelah ketua umum baru terpilih barulah ada pembicaraan mengenai Ketua DPR baru pengganti Novanto.

"Hari Kamis sudah bicara siapa (calon ketua umumnya), isunya udah geser bukan lagi munaslub atau tidak, tapi siapa caketum. Sudah lebih maju," lanjut dia.

Baca juga : Kader Golkar Pecah Suara soal Setya Novanto



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X