Meski Sudah Ditahan, Setya Novanto Tegaskan Dia Masih Ketua DPR

Kompas.com - 23/11/2017, 20:57 WIB
Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto menaiki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/11/2017). Ketua DPR tersebut menjalani pemeriksaan perdana selama lima jam usai ditahan oleh KPK terkait dugaan korupsi proek KTP elektronik.ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A Tersangka kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto menaiki mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (21/11/2017). Ketua DPR tersebut menjalani pemeriksaan perdana selama lima jam usai ditahan oleh KPK terkait dugaan korupsi proek KTP elektronik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski berstatus tersangka dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto menyatakan dirinya masih menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Hal tersebut disampaikan Novanto menjawab pertanyaan awak media, saat ditanya apakah dia masih menjabat ketua DPR.

"Ya masih," kata Novanto, usai pemeriksaan, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (23/11/2017).

Novanto, mengatakan, para anggota di DPR juga masih baik-baik saja.

"Baik baik saja semua," ujar Novanto.


Novanto juga mengatakan, dirinya dalam kondisi baik. Dia mengatakan hari ini dia menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK.

Baca juga : Surat Sakti Setya Novanto dari Balik Jeruji Besi...

Novanto hari ini diketahui diperiksa untuk dua kasus. Pertama dia diperiksa KPK sebagai tersangka kasus korupsi proyek e-KTP.

Kemudian dirinya juga diperiksa penyidik Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya sebagai saksi terkait kasus kecelakaan yang dia alami.

"Pemeriksaan kelanjutan saja," ujar Novanto.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Novanto sebagai tersangka pada 10 November 2017. Penetapan tersangka itu merupakan kali kedua yang dilakukan KPK terhadap Novanto.

Baca juga : Jalan Panjang Setya Novanto hingga Pakai Rompi Oranye

Novanto sempat lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

Kemudian pada Rabu (15/11/2017), KPK berupaya memeriksa Novanto sebagai tersangka. Namun, Novanto mangkir.

Malam harinya, KPK hendak menangkap mantan Ketua Fraksi Partai Golkar itu di kediamannya Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akan tetapi tim KPK tidak berhasil menemukan Novanto di kediamannya.

Novanto sempat menghilang sebelum keberadaannya diketahui pada Kamis (16/11/2017) malam.

Mentan Ketua Fraksi Partai Golkar itu mengalami kecelakaan saat menuju kantor KPK untuk menyerahkan diri. Dia sempat dirawat di RS Medika Permata Hijau sebelum akhirnya dipindahkan ke RSCM.

KPK telah resmi menahan Setya Novanto selama 20 hari terhitung 17 November 2017 sampai dengan 6 Desember 2017 di Rutan Negara Klas I Jakarta Timur Cabang KPK.

Lembaga antirasuah itu melakukan penahanan karena berdasarkan bukti yang cukup, Novanto bersama pihak lainnya diduga melakukan korupsi pada proyek e-KTP.

Kompas TV HMPI juga menilai Novanto melanggar sejumlah kode etik anggota DPR.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSabrina Asril
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X