Tifatul Sembiring Berpendapat Gara-gara Novanto, DPR Jadi Tercoreng

Kompas.com - 22/11/2017, 16:34 WIB
Wakil Ketua Fraksi PKS Tifatul Sembiring di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraWakil Ketua Fraksi PKS Tifatul Sembiring di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di MPR RI Tifatul Sembiring mendesak agar Setya Novanto segera mundur dari jabatan Ketua DPR RI.

"Publik bisa menilai (Novanto) masih pantas atau tidak (menjabat  Ketua DPR RI). Saya sendiri berpedapat, sebaiknya beliau mengundurkan diri," ujar Tifatul saat ditemui di Hotel Aston, Jakarta Selatan, Selasa (22/11/2017).

Tifatul berpendapat, gara-gara sosok Novanto, keseluruhan institusi DPR RI menjadi ikut-ikut tercoreng.

"Tudingannya kan jadi ke DPR secara keseluruhan ya. Dalam tanda kutip, DPR dalam artian seluruh anggota menjadi tersandera. Jadi sekali lagi ya alangkah arifnya jika beliau mundurlah," ujar Tifatul.

Baca juga : Surat Sakti Setya Novanto dari Balik Jeruji Besi...

Novanto, lanjut Tifatul, tidak perlu khawatir akan kehilangan kekuasaan, sebab penggantinya juga berasal dari Partai Golkar.

Diberitakan, meski berstatus tahanan KPK, namun Golkar tetap mempertahankan Novanto sebagai ketua umum dan menunggu hasil praperadilan yang diajukan Novanto.

Rapat pleno DPP Partai Golkar pada Selasa (21/11/2017), menyepakati Idrus Marham sebagai pelaksana tugas ketua umum.

Atas alasan yang sama, yakni menunggu hasil praperadilan, maka Golkar juga mempertahankan Novanto sebagai Ketua DPR RI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X