Emil Dardak Dampingi Khofifah, Politisi PDI-P Bicara Bajak-Membajak

Kompas.com - 21/11/2017, 19:29 WIB
Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak Slamet WidodoBupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengaku tidak terkejut setelah mengetahui Bupati Trenggalek Emil Dardak digandeng Khofifah Indar Parawansa pada Pilkada Jawa Timur 2018.

Eva justru prihatin lantaran Emil Dardak adalah kader PDI-P dan memegang kartu anggota partai berlambang kepala banteng tersebut. Dia pun lantas bicara soal adanya pembajakan kader.

"Susah juga ya kita melembagakan meritokrasi (berdasarkan prestasi) jika godaan kekuasaan dari luar begitu besar. Ini kayak di private industries ya, bajak-membajak CEO," ujar Eva kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (21/11/2017).

"Kayaknya pakai sistem kayak di sepak bola asik kali ya, jual-beli pemain begitu lebih fair ya kan. Ada ganti rugi human investment," kata dia.


(Baca juga: Alasan Khofifah Pilih Emil Dardak Jadi Pendampingnya di Pilgub Jatim 2018)

Emil maju sebagai bakal calon wakil gubernur mendampingi Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa pada Pilkada Jatim 2018.

Padahal, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri sempat mengimbau kepada kadernya untuk  berpikir ulang untuk maju pilkada melalui partai politik lain.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo memberikan dukungan kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam Pilkada Jatim 2018.Dokumentasi Partai Demokrat Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Soekarwo memberikan dukungan kepada pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam Pilkada Jatim 2018.
Eva tidak menampik peluang besar Emil maju sebagai calon pimpinan Jawa Timur. Namun, tutur Eva, partai sudah memilih Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas maju dalam Pillada Jatim.

"Sebagai kader, garis partai juga harus dihormati. Ketum sudah memberikan rekomendasi ke Anas yang sudah dua periode jadi Bupati. Jadi timing Emil bukan untuk periode ini tentu karena satu periode saja belum tuntas (sebagai Bupati Trenggalek)," kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI-P itu.

(Baca juga: Khofifah: Insya Allah Saya dan Pak Emil Dardak Ikut Pilkada Jatim 2018)

Meski begitu, ia juga melihat dari sisi lain. Baginya, pembajakan Emil oleh partai lain membuktikan bahwa kader PDI-P banyak diminati. Namun, akibat keputusan itu, Eva memastikan Emil harus menerima konsekuensi dari partai.

Meski begitu, Eva tidak menyebut kemungkinan sanksi apa yang akan diberikan PDI-P terhadap Emil Dardak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X