Malam-malam, Ratusan Anggota Brimob Apel di Depan Gedung KPK, Ada Apa? - Kompas.com

Malam-malam, Ratusan Anggota Brimob Apel di Depan Gedung KPK, Ada Apa?

Kompas.com - 15/11/2017, 20:49 WIB
Ratusan anggota brimob dan sabhara di depan KPK, Kuningan, Jakarta. Rabu (15/11/2017)Kompas.com/Robertus Belarminus Ratusan anggota brimob dan sabhara di depan KPK, Kuningan, Jakarta. Rabu (15/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan personel kepolisian dari Brimob dan Sabhara tampak berjaga-jaga pada Rabu (15/11/2017) malam ini, di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Kuningan, Jakarta Selatan. 

Hal ini tak biasa. Biasanya, polisi hanya berjaga di KPK sejak pagi hingga sore hari untuk mengantisipasi adanya demonstrasi.

Hingga pukul 20.30 WIB, ratusan polisi melakukan apel di depan Gedung KPK.

Wakil Kepala Polsek Setiabudi Kompol Bambang  mengatakan, kegiatan personel ini hanya penjagaan biasa.

"Ini memang hanya penjagaan seperti biasa karena ada perintah untuk penjagaan," kata Bambang, Rabu malam.

Ia menyebutkan, personel yang dikerahkan untuk penjagaan malam ini sebanyak 195 orang. Jumlah ini gabungan dari Brimob dan Sabhara.

Saat dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tidak ada hal khusus terkait penjagaan oleh ratusan polisi tersebut.

"Untuk kebutuhan pengamanan seperti biasa," ujar Febri.

Kompas TV Berikut tiga berita terpopuler hari ini


EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional
Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

Internasional
Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Regional
SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

Nasional
Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Megapolitan
Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Regional
Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Nasional
Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Regional
Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

Megapolitan
Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Internasional
Bantah SBY 'Playing Victim', Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Bantah SBY "Playing Victim", Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Nasional

Close Ads X