Dirjen Dukcapil Diperiksa KPK untuk Dua Tersangka Kasus e-KTP - Kompas.com

Dirjen Dukcapil Diperiksa KPK untuk Dua Tersangka Kasus e-KTP

Kompas.com - 15/11/2017, 20:08 WIB
Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus e-KTP.

Namun, usai pemeriksaan, Zudan berkelit saat dikonfirmasi awak media apakah pemeriksaannya berkaitan dengan soal kasus e-KTP.

"Oh enggak, enggak ada," kata Zudan, kepada awak media di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Dia menyebut, kedatangannya hanya untuk koordinasi dengan bagian pencegahan di KPK.

"Kita kan koordinasi terus dengan deputi pencegahan. Jadi kita mendapatkan rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan kita," ujar Zudan.

(Baca juga : LKPP Ingatkan Kemendagri agar Dosa Proyek E-KTP Tak Terulang)

Namun, Zudan mengaku dirinya tidak sampai bertemu dengan Deputi Pencegahan ataupun penyidik KPK.

Berbeda dengan keterangan Zudan, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Zudan diperiksa terkait kasus e-KTP, untuk tersangka Ketua DPR RI Setya Novanto dan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo.

Zudan diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi. "Sebagai saksi untuk ASS dan SN," ujar Febri, saat dikonfirmasi.

Kompas TV Pembukaan masa sidang kedua DPR RI berlangsung Rabu (15/11) siang.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorDiamanty Meiliana
Komentar

Terkini Lainnya

'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional
Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

Internasional
Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Regional
SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

Nasional
Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Megapolitan
Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Regional
Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Nasional
Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Regional
Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

Megapolitan
Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Internasional
Bantah SBY 'Playing Victim', Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Bantah SBY "Playing Victim", Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Nasional

Close Ads X