Seperti Ini Suasana Kebatinan Novanto Menurut Pengacaranya - Kompas.com

Seperti Ini Suasana Kebatinan Novanto Menurut Pengacaranya

Kompas.com - 15/11/2017, 19:26 WIB
Pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (13/11/2017)Kompas.com/YOGA SUKMANA Pengacara Ketua DPR RI Setya Novanto, Fredrich Yunadi di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (13/11/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengacara Ketua DPR Setya Novanto, Fredrich Yunadi, mengatakan, kliennya tetap beraktivitas seperti biasa setelah kembali ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. 

Hal itu dikatakan Fredrich saat ditanya bagaimana kondisi kebatinan kliennya setelah kembali menyandang status tersangka. 

Fredrich mengaku bertemu Novanto pada hari ini dan berbicara tentang perkembangan kasus yang menjerat Ketua Umum Partai Golkar itu. 

"Tadi Pak Novanto masih mengikuti sidang paripurna, menjalankan tugas sebagai Ketua DPR, Beliau menerima laporan-laporan dari daerah, beliau sangat sibuk," ujar Fredrich, Rabu (15/11/2017).

Baca: Azyumardi Azra: Harusnya Setya Novanto Malu...

Meski pertemuan tak berlangsung lama, ia sempatkan melaporkan berbagai langkah yang ditempuh terkait kasus yang menjerat Novanto.

Fredrich juga mengatakan, Novanto tidak merasa ketakutan dengan kasus yang disangkakan KPK.

Ia menekankan, Novanto adalah sosok yang menjunjung tinggi hukum. Namun, Fredrich mengatakan, kliennya tidak akan tinggal diam jika diperlakukan tidak adil.

"Beliau pasti akan membela diri bila ada pihak pihak tertentu yang merusak konstitusi," ujar dia.

Baca juga: Ini Isi Surat yang Dikirim Pengacara Setya Novanto ke KPK

Pada hari ini, Novanto kembali tak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Seharusnya ia menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. 

Novanto beralasan, ketidakhadirannya memenuhi panggilan KPK karena menunggu putusan MK atas uji materi terhadap UU KPK yang diajukannya ke Mahkamah Konstitusi.

Fredrich mengatakan, Novanto tidak akan memenuhi panggilan KPK hingga ada putusan MK.

Kompas TV Ketua DPR RI Setya Novanto menggugat penerbitan surat pencekalan paspor.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional
Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

Internasional
Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Regional
SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

Nasional
Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Megapolitan
Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Regional
Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Nasional
Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Regional
Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

Megapolitan
Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Internasional
Bantah SBY 'Playing Victim', Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Bantah SBY "Playing Victim", Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Nasional

Close Ads X