Usai "Nyalon", Kucing-kucing Cantik Milik Kahiyang Diantar ke Istana

Kompas.com - 15/11/2017, 17:07 WIB
Kucing-kucing milik anak Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu. KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOKucing-kucing milik anak Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/11/2017) sore, kedatangan kucing-kucing cantik. Kucing yang berjumlah empat ekor dan seluruhnya jenis Persia itu merupakan milik putri semata wayang Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu.

Pengamatan Kompas.com, empat kucing itu masing-masing menempati sebuah kandang kecil. Sebuah mobil mengantarnya sampai ke depan pintu masuk Kompleks Istana Presiden.

"Iya, ini kucing-kucing Mbak Kahiyang," ujar salah seorang pria yang mengenakan kemeja biru yang menjaga kucing-kucing itu.

Baca juga : Ribuan Kodok Milik Jokowi Mati Diterkam Biawak

Di dadanya tertulis "Pet-Vet". Pet-Vet adalah nama klinik salon hewan di bilangan Karet, Jakarta Pusat, di mana kucing-kucing Kahiyang itu dimanjakan.

Sang petugas menambahkan, kucing-kucing itu masuk ke salon tanggal 13 November 2017. Dua hari lamanya, petugas memanjakan kucing-kucing itu dengan perawatan bulu hingga kuku.

"Pokoknya semuanya dibersihin. Dibalikinnya hari ini," ujar dia.

Sang petugas menambahkan bahwa Kahiyang memiliki enam kucing lainnya. Namun kucing-kucing itu berada di Istana Presiden Bogor, tempat tinggal Kahiyang selama sang ayah menjabat Presiden.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Partai Ummat Sebut Tindakan Israel pada Palestina Tak Bisa Ditoleransi

Nasional
Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Pemerintah Sebut Ada 1,5 Juta Orang Memaksa Mudik di Masa Pelarangan

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

UPDATE: Sebaran 2.385 Kasus Baru Covid-19, Terbanyak di Jabar dengan 723

Nasional
Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Kritik Kerumunan Ancol, PSI Nilai Survei Anies untuk Pilpres Akan Turun

Nasional
UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

UPDATE: 8.954.300 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.721.627 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 15 Mei: Ada 91.636 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Update 15 Mei: Ada 84.063 Pasien Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

UPDATE 15 Mei: 29.587 Spesimen Covid-19 Diperiksa dalam Sehari

Nasional
UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

UPDATE: Bertambah 4.181 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Kini 1.597.067

Nasional
UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

UPDATE: Bertambah 144, Pasien Covid-19 Meninggal Capai 47.967 Orang

Nasional
Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Doni Monardo: Tempat Wisata yang Langgar Prokes Lebih Baik Ditutup

Nasional
UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

UDPATE: Tambah 2.385 Orang, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.736.670

Nasional
Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Bicara dengan Sejumlah Pemimpin Negara, Jokowi: Agresi Israel Harus Dihentikan

Nasional
RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

RI dan Papua Nugini Usut Video Warga PNG Dukung KKB Papua

Nasional
Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Fraksi PKS Minta PBB dan Negara Islam Desak Israel Hentikan Serangan ke Palestina

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X