Teriakan yang Mengiringi "Pengejaran" Novanto... - Kompas.com

Teriakan yang Mengiringi "Pengejaran" Novanto...

Kompas.com - 15/11/2017, 15:16 WIB
Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruangan ketika skors Rapat Paripurna ke-9 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Rapat tersebut membahas tentang pengesahan RUU Ormas serta pengesahan RUU tentang protokol perubahan persetujuan marrakesh mengenai pembentukan organisasi perdagangan dunia. ANTARA FOTO / WAHYU PUTRO A Ketua DPR Setya Novanto meninggalkan ruangan ketika skors Rapat Paripurna ke-9 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (24/10/2017). Rapat tersebut membahas tentang pengesahan RUU Ormas serta pengesahan RUU tentang protokol perubahan persetujuan marrakesh mengenai pembentukan organisasi perdagangan dunia.

KOMPAS.com - Pintu lift lantai 4 Gedung Nusantara II belum juga terbuka, Rabu (15/11/2017), saat Ketua DPR Setya Novanto berdiri di depannya.

Kejadiannya memang agak langka. Maklum, biasanya lift untuk pejabat, apalagi sekaliber Ketua DPR, sudah disiapkan lebih dulu atau standby terbuka.

Tentu saja, momen itu dimanfaatkan maksimal oleh para awak media yang sudah menunggu Ketua Umum Partai Golkar itu sedari pagi.

Belakangan, sosok Novanto memang sedang jadi buah bibir pemberitaan. Alasannya, apalagi kalau bukan berbagai aksinya pasca ditetapkan kembali sebagai tersangka oleh KPK.

Baca juga : Surat Novanto, dari Buatan Istri, Setjen DPR, hingga Pengacara

Mulai dari mangkir memenuhi panggilan KPK, melaporkan dua pimpinan dan penyidik KPK, hingga menggugat Undang-undang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK) tiba-tiba.

Teranyar, tersangka kasus korupsi KTP elektronik atau e-KTP itu mangkir lagi dari panggilan KPK hari ini.

Teriakan

Sementara itu, balkon ruang paripurna DPR seketika kosong saat Rapat Paripurna pembukaan masa sidang kedua tahun sidang 2017-2018 DPR rampung hari ini.

Para awak media yang sebelumnya memadati balkon berhamburan, berdesakan, menuju satu tujuan, pintu keluar.

Di luar ruang sidang, beberapa petugas Pamdal DPR sudah berkumpul. Tugasnya satu, mengamankan para pimpinan DPR menuju lift di lantai 4 Gedung tersebut.

Tiba-tiba, Novanto dan beberapa pimpinan DPR keluar dari ruang paripurna dengan pengawalan ketat. Namun perburuan informasi tidak sampai di situ.

Baca juga : Jatuh Bangun Wartawan Mengejar Setya Novanto...

Kameramen, juru foto, hingga reporter media langsung mengelilingi tersangka kasus korupsi e-KTP itu. Novanto, diberondong pertanyaan.

Langkahnya sedikit terhenti. Ia menjawab. Suaranya tidak terlalu kencang. Beberapa wartawan yang kebagian berdiri di belakang, pasrah, hanya menyodorkan recorder-nya.

Situasi agak membaik saat Novanto menjawab beberapa pertanyaan. Namun berubah lagi saat ia berjalan menuju lift.

Puluhan wartawan berdesakan, sementara Pamdal sibuk mengurus Novanto.

"Awas, awas pintu (lift)" teriak seorang Pamdal.

"Aduh, aduh," seorang wartawan terdesak, terjepit ke tembok samping lift yang ditunggu Novanto.

Baca juga : Ini Isi Surat yang Dikirim Pengacara Setya Novanto ke KPK

Ia sempat menunggu. Pintu lift terbuka, Novanto dan beberapa pimpinan DPR meninggalkan para awak media. Perburuan usai? Tidak.

Beberapa jawaban Novanto tidak cukup memuaskan. Puluhan wartawan lantas berlarian, turun, mengejar Novanto dari lantai 4 ke lantai 1 dengan menggunakan eskalator.

Namun, tentu saja eskalator kalah cepat dibandingkan lift. Sesampainya di lantai 1, para awak media sudah tertinggal puluhan langkah dari Novanto yang menuju Gedung Nusantara 1.

Dengan nafas yang tersengal, puluhan wartawan berlari mengajar targetnya. Sesampainya, teriakan kembali bergema.

"Awas tembok, awas tembok!"

Tiba-tiba terdengar bunyi, Bruuuuuukk!

Baca juga : KPK Sebut Sekalipun UU KPK Digugat Setya Novanto, Proses Hukum Tetap Berjalan

Para kamerawan televisi yang berjalan mundur menabrak tembok tiang pancang Gedung DPR.

Nasib serupa juga dialami seorang reporter yang berada di belakang Novanto. Ia terjatuh saat berdesakan akibat tidak menyadari ada tangga di ubin DPR.

Kerumunan wartawan mulai melonggar setelah Novanto melalui pintu yang menghubungkan Gedung Nusantara II dan I. Maklum pintu itu cukup sempit untuk dilewati puluhan wartawan bersamaan.

Sebagian wartawan merelakan, langkah Novanto kian menjauh. Ngacir. Susah mengejar Novanto.

Kompas TV Ketua DPR RI Setya Novanto menggugat penerbitan surat pencekalan paspor.


EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

Setya Novanto Divonis 15 Tahun Penjara

Nasional
Kapolri Instruksikan Jajarannya: Peringatan 'May Day' Harus Kondusif

Kapolri Instruksikan Jajarannya: Peringatan "May Day" Harus Kondusif

Nasional
Penindakan Diskotek Old City, Satpol PP Tunggu Perintah Anies

Penindakan Diskotek Old City, Satpol PP Tunggu Perintah Anies

Megapolitan
Penumpang yang Mobilnya Mendadak Berhenti di Tengah Jalan Ikuti Tes Narkoba

Penumpang yang Mobilnya Mendadak Berhenti di Tengah Jalan Ikuti Tes Narkoba

Regional
Bioskop di Selandia Baru Larang Penonton Pakai Piyama dan Sepatu Kotor

Bioskop di Selandia Baru Larang Penonton Pakai Piyama dan Sepatu Kotor

Internasional
Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Qantas Tuntut Ganti Rugi

Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Qantas Tuntut Ganti Rugi

Internasional
Menurut Kontras, Ini Penyebab Terjadinya Tindakan Penyiksaan terhadap Warga Sipil

Menurut Kontras, Ini Penyebab Terjadinya Tindakan Penyiksaan terhadap Warga Sipil

Nasional
KSPI Akan Uji Materi Perpres TKA ke Mahkamah Agung

KSPI Akan Uji Materi Perpres TKA ke Mahkamah Agung

Nasional
Anies dan Sandi Disebut Akan Resmikan Musala di Kampung Akuarium

Anies dan Sandi Disebut Akan Resmikan Musala di Kampung Akuarium

Megapolitan
Ini Penampakan Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Autisme

Ini Penampakan Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Autisme

Megapolitan
Dibuat Permanen, Pengerjaan Jembatan Babat-Widang Diprediksi Rampung H-10 Lebaran

Dibuat Permanen, Pengerjaan Jembatan Babat-Widang Diprediksi Rampung H-10 Lebaran

Regional
Kunjungi Maroko, Anies Ingin Indonesia Berbagi Pengalaman dengan Negara Lain

Kunjungi Maroko, Anies Ingin Indonesia Berbagi Pengalaman dengan Negara Lain

Megapolitan
Trump Dilaporkan Gunakan Ponsel Pribadi untuk Hubungi Penasihatnya

Trump Dilaporkan Gunakan Ponsel Pribadi untuk Hubungi Penasihatnya

Internasional
Hakim: Setya Novanto Terbukti Menyalahgunakan Kewenangan

Hakim: Setya Novanto Terbukti Menyalahgunakan Kewenangan

Nasional
Kades di Pemalang Diduga Tidak Netral, Bawaslu Hentikan Kasusnya karena Terlapor Menghilang

Kades di Pemalang Diduga Tidak Netral, Bawaslu Hentikan Kasusnya karena Terlapor Menghilang

Regional

Close Ads X