Pimpinan Komisi I: Acara TNI Seperti Menanam Padi Dikurangi - Kompas.com

Pimpinan Komisi I: Acara TNI Seperti Menanam Padi Dikurangi

Kompas.com - 15/11/2017, 14:45 WIB
Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin menyatakan ada sejumlah tugas besar yang menanti Panglima TNI baru.

"Ada tiga hal yang utama. Yang harus nanti dilanjutkan Panglima TNI. Pertama adalah melanjutkan program Minimum Essential Force (MEF). Dan itu harus dilanjutkan. Sekarang sedikit terganggu. Targetnya belum tercapai di tahun sekarang ini," kata dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Ia mengatakan Indonesia mematok target pemenuhan MEF pada tahun 2024 sehingga harus dipenuhi oleh Panglima TNI di tiap periode secara berkala.

Kedua, Hasanuddin mengatakan, Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Normantyo juga dituntut untuk meningkatkan profesionalisme dan disiplin parajurit TNI.

Baca juga : Pergantian Panglima TNI, Penumpukan Perwira Menengah, dan Gerbong Baru

Sebab, menurut dia, masih ada beberapa prajurit yang terlibat dalam perkelahian, kasus narkoba, dan selainnya.

Ia juga mengharapkan Panglima TNI yang baru memegang teguh Undang-undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam menentukan tugas bagi prajurit di luar perang.

"Misalnya operasi militer selain perang. Sekarang titikberatkan saja misalnya pada proporsionalisme di lapangan sebagai prajurit TNI. Acara-acara (TNI) seperti menanam padi dan sebagainya, kalau menurut saya dikurangi," lanjut politisi PDI-P itu.

Kompas TV Sejumlah LSM meminta presiden segera mempercepat pergantian Panglima TNI, yang saat ini masih dijabat Jenderal Gatot Nurmantyo.


EditorSabrina Asril
Komentar

Terkini Lainnya

Kapolri Instruksikan Jajarannya: Peringatan 'May Day' Harus Kondusif

Kapolri Instruksikan Jajarannya: Peringatan "May Day" Harus Kondusif

Nasional
Penindakan Diskotek Old City, Satpol PP Tunggu Perintah Anies

Penindakan Diskotek Old City, Satpol PP Tunggu Perintah Anies

Megapolitan
Penumpang yang Mobilnya Mendadak Berhenti di Tengah Jalan Ikuti Tes Narkoba

Penumpang yang Mobilnya Mendadak Berhenti di Tengah Jalan Ikuti Tes Narkoba

Regional
Bioskop di Selandia Baru Larang Penonton Pakai Piyama dan Sepatu Kotor

Bioskop di Selandia Baru Larang Penonton Pakai Piyama dan Sepatu Kotor

Internasional
Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Qantas Tuntut Ganti Rugi

Tersiram Air Panas di Pesawat, Penumpang Qantas Tuntut Ganti Rugi

Internasional
Menurut Kontras, Ini Penyebab Terjadinya Tindakan Penyiksaan terhadap Warga Sipil

Menurut Kontras, Ini Penyebab Terjadinya Tindakan Penyiksaan terhadap Warga Sipil

Nasional
KSPI Akan Uji Materi Perpres TKA ke Mahkamah Agung

KSPI Akan Uji Materi Perpres TKA ke Mahkamah Agung

Nasional
Anies dan Sandi Disebut Akan Resmikan Musala di Kampung Akuarium

Anies dan Sandi Disebut Akan Resmikan Musala di Kampung Akuarium

Megapolitan
Ini Penampakan Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Autisme

Ini Penampakan Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Autisme

Megapolitan
Dibuat Permanen, Pengerjaan Jembatan Babat-Widang Diprediksi Rampung H-10 Lebaran

Dibuat Permanen, Pengerjaan Jembatan Babat-Widang Diprediksi Rampung H-10 Lebaran

Regional
Kunjungi Maroko, Anies Ingin Indonesia Berbagi Pengalaman dengan Negara Lain

Kunjungi Maroko, Anies Ingin Indonesia Berbagi Pengalaman dengan Negara Lain

Megapolitan
Trump Dilaporkan Gunakan Ponsel Pribadi untuk Hubungi Penasihatnya

Trump Dilaporkan Gunakan Ponsel Pribadi untuk Hubungi Penasihatnya

Internasional
Hakim: Setya Novanto Terbukti Menyalahgunakan Kewenangan

Hakim: Setya Novanto Terbukti Menyalahgunakan Kewenangan

Nasional
Kades di Pemalang Diduga Tidak Netral, Bawaslu Hentikan Kasusnya karena Terlapor Menghilang

Kades di Pemalang Diduga Tidak Netral, Bawaslu Hentikan Kasusnya karena Terlapor Menghilang

Regional
12 Korban Bom Thamrin dan Kampung Melayu Minta Ganti Rugi, Ada yang Rp 571 Juta

12 Korban Bom Thamrin dan Kampung Melayu Minta Ganti Rugi, Ada yang Rp 571 Juta

Megapolitan

Close Ads X