Menelusuri Jejak Panglima ISIS di Bekasi

Kompas.com - 13/11/2017, 08:25 WIB
Abdullah Maute (berdiri) menunjuk peta dalam pertemuan dengan Isnilon Hapilon (kedua dari kiri), yang merupakan pemimpin kelompok Abu Sayyaf. Foto ini didapat militer Filipina. AFPAbdullah Maute (berdiri) menunjuk peta dalam pertemuan dengan Isnilon Hapilon (kedua dari kiri), yang merupakan pemimpin kelompok Abu Sayyaf. Foto ini didapat militer Filipina.
EditorHeru Margianto

Berkenalan di Mesir, Pulang ke Bekasi

Minhati saat ini ditahan oleh aparat di Filipina setelah tertangkap bersembunyi di sebuah daerah di sana. Ia ditahan bersama dengan keenam anaknya, 4 anak perempuan dan 2 anak laki-laki. Yang tertua berusia 12 tahun dan yang termuda, 9 bulan.

Omar dan Minhati berkenalan dan dekat saat keduanya menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.

Keduanya juga menikah di Kairo, saat masih menempuh pendidikan. Sepulangnya dari Kairo, Omar dan Minhati kembali ke Babelan, Bekasi, tempat orang tua Minhati yang asli Babelan-berada.

Tahun 2010 itu keduanya juga mengajar di sekolah dan pesantren di yayasan milik ayah Minhati yang dikenal dengan nama Haji Madrais. Dua tahun Omar dan Minhati berada di Pesantren dan tinggal di Babelan.

Saya mendapat informasi dari salah seorang keluarga Minhati, sebelum pernikahan, ayah Minhati pernah berpesan, agar Omar tinggal di Babelan dan jangan di Filipina.

Namun dua tahun berlalu, pada 2012, Omar mengajak Minhati pindah ke Filipina Selatan. Ayah Minhati sesungguhnya tidak memberikan izin kepada anak dan cucunya itu.

Namun karena keduanya sudah menikah, maka kewajiban istri untuk menuruti kehendak suami. Pindahlah Minhati ke Filipina Selatan.

Keluarga Minhati Madrais, yang diwakili oleh sepupu Minhati, Dadang Hidayat, mengaku sama sekali tidak mengetahui kiprah Omarkhayam Maute, di Filipina Selatan.

Saat ketegangan memanas di Marawi, kabar duka mereka terima pada suatu hari: Omar tewas dan Minhati beserta keenam anaknya ditahan pemerintah Filipina.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rawan Sengketa Jelang Pilkada, Airlangga Lantik Hakim Mahkamah Golkar

Rawan Sengketa Jelang Pilkada, Airlangga Lantik Hakim Mahkamah Golkar

Nasional
Kemenkes Pastikan Informasi soal 6 Kota Zona Kuning Corona Tidak Benar

Kemenkes Pastikan Informasi soal 6 Kota Zona Kuning Corona Tidak Benar

Nasional
Menlu Ingatkan Tim Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess Ikuti Protokol Kesehatan

Menlu Ingatkan Tim Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess Ikuti Protokol Kesehatan

Nasional
Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus 330 untuk Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

Pemerintah Gunakan Pesawat Airbus 330 untuk Evakuasi WNI dari Kapal Diamond Princess

Nasional
Soal Saudi Larang Umrah Sementara, Mahfud: Harus Kita Hormati

Soal Saudi Larang Umrah Sementara, Mahfud: Harus Kita Hormati

Nasional
Menurut Ahli, Idealnya Pemilu Dibagi jadi Nasional dan Lokal

Menurut Ahli, Idealnya Pemilu Dibagi jadi Nasional dan Lokal

Nasional
Pakar: DPR Harus Patuh soal Keserentakan Pilpres, Pemilihan DPR dan DPD

Pakar: DPR Harus Patuh soal Keserentakan Pilpres, Pemilihan DPR dan DPD

Nasional
Simpan Zat Radioaktif Secara Ilegal, Polisi Sebut SM Berpotensi Tersangka

Simpan Zat Radioaktif Secara Ilegal, Polisi Sebut SM Berpotensi Tersangka

Nasional
Jokowi Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank untuk Bahas Ibu Kota Baru

Jokowi Bertemu Tony Blair dan Bos Softbank untuk Bahas Ibu Kota Baru

Nasional
Pasca-Evakuasi, 68 WNI dari Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi

Pasca-Evakuasi, 68 WNI dari Kapal Diamond Princess Akan Diobservasi

Nasional
Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

Bertemu Dubes India, Mahfud MD Bahas Persoalan Andaman

Nasional
KPK Periksa Dirut Jakpro, Terkait Penyelidikan Kasus Baru

KPK Periksa Dirut Jakpro, Terkait Penyelidikan Kasus Baru

Nasional
Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan

Soal Konflik di India, NU: Persekusi atas Nama Mayoritarianisme Tak Dibenarkan

Nasional
Ini Mekanisme Evakuasi 68 WNI dari Kapal Diamond Princess akibat Virus Corona

Ini Mekanisme Evakuasi 68 WNI dari Kapal Diamond Princess akibat Virus Corona

Nasional
Didemo Ojol, Pimpinan DPR Akan Minta Klarifikasi Nurhayati Monoarfa

Didemo Ojol, Pimpinan DPR Akan Minta Klarifikasi Nurhayati Monoarfa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X