Kompas.com - 12/11/2017, 11:37 WIB
Presiden Joko Widodo (depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (belakang) turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC 2017. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/17. YUSRAN UCCANGPresiden Joko Widodo (depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (belakang) turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC 2017. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/17.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorErwin Hutapea

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pentingnya pembangunan pusat ekonomi yang berbasis kelautan bagi negara anggota APEC. Hal itu disampaikan saat retreat sesi II pertemuan ke-25 Pemimpin Ekonomi APEC di Da Nang, Vietnam.

“Laut kita harus menjadi pusat pembangunan ekonomi melalui investasi infrastruktur laut, kegiatan ekonomi berbasis kelautan, integrasi dan pengamanan jaringan transportasi laut, dan pemanfaatan sumber daya kelautan yang berkelanjutan,” kata Presiden seperti dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Minggu (12/11/2017).

Presiden menilai, potensi laut menjadi pusat ekonomi negara-negara APEC sangat besar. Hal itu karena letak geografis negara-negara APEC berada di Samudera Pasifik, samudera terluas di dunia.

Di dalam forum itu, Indonesia mendorong pengarusutamaan isu-isu kelautan di APEC, mulai dari memerangi IUU (illegal, unreported, and unregulated) fishing, mengatasi sampah plastik di laut, hingga membangun sektor kelautan dan perikanan.

Presiden juga kembali memamerkan konsep tol laut yang ada di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, pembangunan infrastruktur laut dipercepat, termasuk membangun 24 pelabuhan strategis untuk menghubungkan kepulauan Indonesia.

Hal itu bertujuan agar terbentuk konektivitas pelabuhan besar dan kecil untuk mempersingkat waktu singgah dan pengiriman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Juga akan meningkatkan kapasitas pelabuhan, menghubungkan daerah tertinggal terdepan dan terluar, serta menurunkan disparitas harga,” ungkap Presiden Jokowi.

Baca juga: Di APEC, Trump Sebut Indonesia Berhasil Bangkit dari Kemiskinan

Kompas TV Donald Trump sempat mengajak ngobrol Iriana dan Presiden Jokowi.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PKB Ingin Duetkan Cak Imin dan Prabowo, Gerindra Tak Tutup Pintu

PKB Ingin Duetkan Cak Imin dan Prabowo, Gerindra Tak Tutup Pintu

Nasional
PKB Nilai Aturan Wajib PCR Bagi Penumpang Pesawat Hambat Industri Penerbangan

PKB Nilai Aturan Wajib PCR Bagi Penumpang Pesawat Hambat Industri Penerbangan

Nasional
Jokowi Revisi Susunan Panitia G20, Luhut dan Mahfud Tukar Jabatan

Jokowi Revisi Susunan Panitia G20, Luhut dan Mahfud Tukar Jabatan

Nasional
7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, BEM SI Gelar Aksi 'Geruduk Istana Oligarki'

7 Tahun Kepemimpinan Jokowi, BEM SI Gelar Aksi "Geruduk Istana Oligarki"

Nasional
Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf: Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara di Tengah Pandemi

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf: Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara di Tengah Pandemi

Nasional
Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

Luhut dan Haris Azhar Akan Dimediasi Hari Ini

Nasional
Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

Indonesia Terima 1,4 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca yang Dihibahkan Australia dan Jepang

Nasional
Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

Komika McDanny Minta Maaf ke Rizieq Shihab, Pengacara Ungkap Hasil Pertemuan

Nasional
Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

Perjalanan Kasus Rachel Vennya hingga Diperiksa Polda Metro Jaya...

Nasional
PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

PCR Jadi Syarat Naik Pesawat, Maskapai Akan Diizinkan Tambah Kapasitas hingga 100 Persen

Nasional
Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

Percepat Vaksinasi Covid-19, Panglima TNI Kerahkan 122 Nakes ke Kabupaten Tangerang

Nasional
Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

Selain Alex Noerdin-Dodi Reza, Ini Deretan Ayah dan Anak yang Terjerat Korupsi

Nasional
Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

Kriteria Vaksin Booster untuk Masyarakat Umum Menurut ITAGI

Nasional
Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

Begini Cara Adukan Polisi yang Langgar Hukum Lewat Propam Presisi

Nasional
Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

Panglima TNI: Masih Ada Warga Enggan Disuntik Vaksin Covid-19 karena Hoaks

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.