Kompas.com - 11/11/2017, 06:20 WIB
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorSandro Gatra

JEMBER, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan Ketua DPR RI Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Pakar Hukum Tata Negara, Mahfud MD mendorong KPK untuk segera melimpahkan berkas perkara Ketua Umum Partai Golkar tersebut ke pengadilan.

Menurut Mahfud, dengan segera dilimpahkan kasusnya ke pengadilan Tipikor, maka tak ada waktu lagi bagi Novanto untuk mengajukan praperadilan kembali.

"Setelah ditersangkakan, yang paling penting segera dilimpahkan ke pengadilan agar tidak ada waktu untuk dipraperadilan-kan," kata Mahfud ketika ditemui di Aula Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat malam (10/11/2017).

(Baca juga : Ini Kata Setya Novanto Setelah Ditetapkan Jadi Tersangka)

Mahfud menjelaskan, berdasarkan aturan, tersangka tidak bisa mengajukan praperadilan jika kasus sudah dilimpahkan ke pengadilan.

"Sudah masuk ke pokok perkara, bukan prosedur lagi. Jadi kalau sudah masuk pengadilan tidak bisa dipraperadilankan," ujar Mahfud.

"Sudah pernah ada (contoh kasusnya) kalau sudah dilimpahkan ke pengadilan, praperadilan itu menjadi tidak ada," tutup mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

(Baca juga : Pengacara Setya Novanto: Putusan Praperadilan Perintahkan KPK Stop Penyidikan)

KPK kembali menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP. Penetapan tersangka tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Novanto sebelumnya lolos dari status tersangka dalam penetapan sebelumnya, setelah memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

Novanto mengajukan gugatan saat proses penyidikan masih berlangsung. Akhirnya, hakim Cepi Iskandar memutuskan penetapan tersangka Novanto tidak sah.

Kompas TV Lagi, KPK Tetapkan Setya Novanto Tersangka
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.