Menunggu Dua Keajaiban Terkait Novel Baswedan dari Singapura (Bag 2)

Kompas.com - 04/11/2017, 09:05 WIB
Sejumlah siswa yang tergabung dalam Sekolah Anti Korupsi (Sakti) ICW melakukan aksi teaterikal 120 hari peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/8). Dalam aksinya mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/17 M Agung RajasaSejumlah siswa yang tergabung dalam Sekolah Anti Korupsi (Sakti) ICW melakukan aksi teaterikal 120 hari peristiwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, di depan gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/8). Dalam aksinya mereka meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/17
Penulis Amir Sodikin
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

Pada operasi pertama, 17 Agustus 2017, dokter telah menumbuhkan jaringan baru di mata kiri yang diambil dari jaringan gusi Novel.

"Gusi dikerok, kemudian jaringannya dipindahkan ke mata kiri saya," kata Novel. Belum diketahui pasti kapan operasi kedua untuk mata kiri akan dilakukan. "Kalau dua pekan ke depan, sepertinya belum. Tapi kalau tiga pekan ke depan, mungkin saja bisa. Wallahu alam, hanya Allah yang tahu," katanya.

Selain menumbuhkan jaringan di mata kiri yang diambil dari jaringan gusi, dokter juga mencopot salah satu gigi Novel. Gigi tersebut ditanam di bawah kelopak mata sebelah kanan. Fungsinya, jika jaringan gigi tumbuh maka akan dipakai untuk jaringan selaput mata sebelah kiri.

Novel masih terheran-heran dengan metode pengobatan dokter. Bagaimana bisa jaringan gigi yang ditanam di dalam pipi nantinya akan dijadikan pengganti selaput mata kiri?

Jika operasi mata kiri tahap kedua sukses, inilah "keajaiban" kedua yang benar-benar ditunggu. Tak hanya oleh Novel Baswedan, tapi oleh semua orang yang masih punya sisi kemanusiaan. 

Baca juga : Kepulangan Novel Baswedan Masih Tunggu Hasil Operasi Terakhir

Mata kiri kini sama sekali tak bisa melihat. Sementara mata kanan sudah bisa melihat meskipun belum bisa begitu jelas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mata kanan, dokter menyatakan sudah tak perlu melakukan operasi. "Mata kanan masih perlu dipasang hard-lens, lensa plain bukan negatif bukan positif, biar bisa untuk melihat, soalnya kan selaputnya tipis," kata Novel.

Selain diberi hard-lens untuk mata kanan, Novel juga melengkapi diri dengan kacamata untuk membantu penglihatan mata kanan. "Kalau enggak pakai kacamata ini, saya tidak begitu jelas melihat orang, ini seperti kaca pembesar," katanya.

Dalam rentang sebulan ke depan, kita berharap selaput mata kiri Novel segera cukup bertumbuh sehingga operasi kedua untuk mata kiri bisa dilaksanakan. Teknologi kedokteran diharapkan mampu mengembalikan penglihatan sang penyidik yang sempat terenggut para penjahat ulung di negeri ini.

Satu gigi Novel telah dicabut dokter dan kini ditumbuhkan di bawah pipi kanan Novel. Dalam sebulan ke depan, jaringan gigi itulah yang akan dipakai dokter untuk mengganti jaringan selaput mata Novel. 

Novel Baswesan sendiri mengatakan, metode dokter memang ajaib dan tak masuk akal. Bahkan, dokter di Indonesia yang diajak bicara Novel juga tak mengerti sepenuhnya metode ini.

Sekali lagi, rakyat Indonesia berharap, atas izin Allah SWT, "keajaiban" dunia kedokteran ini bisa terwujud untuk mata kiri Novel Baswedan. 

Di mata kiri dan kanan Novel, kita titipkan harapan akan keberlanjutan pemberantasan korupsi di Indonesia. Semoga pula, laju pemberantasan korupsi ikut tersembuhkan bersamaan dengan pulihnya penglihatan sang penyidik. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garda Bangsa Siapkan 'Pasukan Darat' untuk Usung Cak Imin pada Pilpres 2024

Garda Bangsa Siapkan "Pasukan Darat" untuk Usung Cak Imin pada Pilpres 2024

Nasional
KPI: Program Sinetron-Infotainment di Televisi Belum Berkualitas

KPI: Program Sinetron-Infotainment di Televisi Belum Berkualitas

Nasional
Pemerintah Siapkan Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah dengan Skema Satu Pintu

Pemerintah Siapkan Penyelenggaraan Umrah 1443 Hijriah dengan Skema Satu Pintu

Nasional
KPK: Sepanjang 2004-Juli 2021, Ada 240 Kasus Korupsi Modus Pengadaan Barang dan Jasa

KPK: Sepanjang 2004-Juli 2021, Ada 240 Kasus Korupsi Modus Pengadaan Barang dan Jasa

Nasional
Ketua Panja Targetkan RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna 15 Desember

Ketua Panja Targetkan RUU TPKS Dibawa ke Rapat Paripurna 15 Desember

Nasional
Wapres Minta Dewan Pengawas Syariah Dapatkan Informasi Baik tentang Digitalisasi Ekonomi

Wapres Minta Dewan Pengawas Syariah Dapatkan Informasi Baik tentang Digitalisasi Ekonomi

Nasional
Kementerian KP Apresiasi 20 Pegawai Peserta Tugas Belajar Terbaik

Kementerian KP Apresiasi 20 Pegawai Peserta Tugas Belajar Terbaik

Nasional
Menkominfo Paparkan 3 Isu Prioritas Presidensi G20 Indonesia 2022

Menkominfo Paparkan 3 Isu Prioritas Presidensi G20 Indonesia 2022

Nasional
Wapres: Ekonomi dan Keuangan Syariah Jangan Hanya Dilihat dari Sisi Syariah Saja

Wapres: Ekonomi dan Keuangan Syariah Jangan Hanya Dilihat dari Sisi Syariah Saja

Nasional
Demi Pelayanan Publik Transparan dan Efektif, Pemerintah Hadirkan Sistem e-Government

Demi Pelayanan Publik Transparan dan Efektif, Pemerintah Hadirkan Sistem e-Government

Nasional
Kasus Bupati Nonatif Banjarnegara Budhi Sarwono, KPK Panggil Wakil Ketua DPRD

Kasus Bupati Nonatif Banjarnegara Budhi Sarwono, KPK Panggil Wakil Ketua DPRD

Nasional
Kasus Bupati Nonaktif Bintan, KPK Dalami Penjatahan Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol

Kasus Bupati Nonaktif Bintan, KPK Dalami Penjatahan Kuota Rokok dan Minuman Beralkohol

Nasional
KPU Uji Coba 5 Jenis Pemilihan dalam Tiga dan Satu Surat Suara

KPU Uji Coba 5 Jenis Pemilihan dalam Tiga dan Satu Surat Suara

Nasional
PSI Minta Sahroni Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E, Waketum Nasdem: Lancang

PSI Minta Sahroni Lepas Jabatan Ketua Pelaksana Formula E, Waketum Nasdem: Lancang

Nasional
KPK Buka Peluang Kembangkan TPPU Terkait Kasus Bupati HSU Abdul Wahid

KPK Buka Peluang Kembangkan TPPU Terkait Kasus Bupati HSU Abdul Wahid

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.