Menunggu Dua Keajaiban Terkait Novel Baswedan dari Singapura (Bag 2)

Kompas.com - 04/11/2017, 09:05 WIB
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8/2017). ANTARA FOTO/MONALISAPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan (kiri) bersama istri Rina Emilda (kanan) dan anak bungsunya saat ditemui di Singapura, Selasa (15/8/2017).
Penulis Amir Sodikin
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

Karena itu, ia berharap ada tim independen yang bisa memeriksa kasus ini. TGPF adalah solusi yang diharapkan Novel.

Novel memahami ada tarik-menarik terhadap pembentukan TGPF ini karena usulan TGPF ini sebenarnya sudah lama. Namun, ia mengaku tidak tahu apa yang menjadi ganjalan pembentukan TGPF ini. "Tidak tahu saya (apa yang sedang terjadi), saya juga hanya membaca di media," kata Novel.

Ditanya apakah lambatnya pimpinan KPK mengambil keputusan tersebut terkait dengan kemungkinan pertimbangan politik, Novel kembali mengatakan tak tahu apa yang terjadi. Pembentukan TGPF ini akan menjadi "keajaiban" pertama jika benar-benar bisa disetujui dan direalisasikan.

Tantangannya tidak mudah jika usulan pembentukan TGPF harus dari lima orang pimpinan KPK saat ini. Kali ini, ujian berat justru ada pada kepemimpinan kolegial KPK.  Biasanya, tekanan dan ujian berat itu ada di Presiden.

Kali ini situasinya lain, diduga karena terkait tudingan yang selama ini dialamatkan pada jenderal polisi yang diduga terlibat. Posisi KPK tak sesederhana yang dibayangkan banyak orang. Akhirnya, harapan terakhir ada di tangan Presiden Jokowi langsung.

Presiden Joko Widodo dalam keterangannya kepada wartawan saat meresmikan tol Becakayu pada Jumat (3/11/2017), mengatakan akan memanggil Kepala Polri terkait kasus serangan kepada Novel Baswedan. Namun, Jokowi belum menjanjikan adanya TGPF.

Jokowi tidak menjawab apakah ia bersedia untuk membentuk tim pencari fakta tersebut. Ia hanya menegaskan akan terlebih dulu memanggil Kapolri untuk menanyakan perkembangan kasus Novel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Oh. Nanti-nanti lah. Kapolri saya undang, saya panggil. Prosesnya sudah sejauh mana yang jelas semua masalah harus gamblang, harus jelas, harus tuntas," kata Jokowi.

Baca juga : 3 Bulan Berlalu, Jawaban Jokowi soal Kasus Novel Tak Berubah...

Pembentukan TGPF adalah sebuah keajaiban jika disetujui mengingat intensitas konflik kepentingan dalam kasus ini. Dugaan "orang kuat" bermain di kasus ini memang sering disampaikan Novel.

Namun, jika Presiden pada akhirnya memutuskan membentuk TGPF tanpa rekomendasi KPK, dan pada akhirnya TGPF mampu mengungkap kasus Novel ini, publik pasti makin kesulitan bagaimana memosisikan para pimpinan KPK. Akan ada banyak sangkaan, mulai dari dugaan persoalan soliditas para pimpinan KPK hingga dugaan politik di dalamnya. 

Kondisi seperti ini harus diantisipasi KPK, mengingat KPK memang tak perlu mempertimbangkan politik dalam setiap mengambil keputusan.  

TGPF memang "keajaiban" pertama yang ditunggu Novel Baswedan dari negeri jiran Singapura. Banyak kalangan berharap, "keajaiban" pertama ini akan terjadi, dengan atau tanpa rekomendasi pimpinan KPK.  

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan usai penyerangan terhadap dirinya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).Dokumentasi KPK Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjalani pemeriksaan usai penyerangan terhadap dirinya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Keajaiban kedua: penyembuhan mata kiri

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Novel disiram air keras seusai menunaikan shalat subuh di Masjid Al-Ikhsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat kejadian itu, Novel harus dirujuk ke sebuah rumah sakit di Singapura hingga kini.

Saat ini Novel menjalani pengobatan matanya, terutama untuk persiapan operasi kedua pada mata kiri. Operasi kedua yang harusnya dilakukan pada Oktober tidak bisa dijalankan oleh dokter karena selaput mata belum tumbuh seperti yang diharapkan.

Baca juga : Tim Dokter Tunda Operasi Mata Kiri Novel Baswedan

"Untuk bisa dioperasi kedua, harus tumbuh dulu selaputnya. Memang selaputnya tumbuh, tapi lambat," kata Novel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KSAD Dudung Bertemu Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ada Apa?

KSAD Dudung Bertemu Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Ada Apa?

Nasional
Profil Heru Hidayat, Terdakwa Kasus Asabri yang Dituntut Hukuman Mati

Profil Heru Hidayat, Terdakwa Kasus Asabri yang Dituntut Hukuman Mati

Nasional
BNPB: 900 Lebih Personel Gabungan Terlibat Operasi Penanganan Dampak Erupsi Semeru

BNPB: 900 Lebih Personel Gabungan Terlibat Operasi Penanganan Dampak Erupsi Semeru

Nasional
Luhut: Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Covid-19 yang Tinggi

Luhut: Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Covid-19 yang Tinggi

Nasional
Menkominfo Paparkan Roadmap Indonesia Digital 2021-2024

Menkominfo Paparkan Roadmap Indonesia Digital 2021-2024

Nasional
Spesifikasi Kapal Cepat Rudal 60 Meter yang Baru Diluncurkan Prabowo

Spesifikasi Kapal Cepat Rudal 60 Meter yang Baru Diluncurkan Prabowo

Nasional
TNI AL Turunkan Tim Terapi Psikologis untuk Anak-anak Pengungsi Semeru

TNI AL Turunkan Tim Terapi Psikologis untuk Anak-anak Pengungsi Semeru

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali 7-23 Desember, Ini Aturan Masuk Bioskop

PPKM Luar Jawa-Bali 7-23 Desember, Ini Aturan Masuk Bioskop

Nasional
KPK Sebut 3 Hal Penting untuk Sinergi Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Korupsi

KPK Sebut 3 Hal Penting untuk Sinergi Aparat Penegak Hukum dalam Pemberantasan Korupsi

Nasional
Pakan Ikan Mahal, Kementerian KP Adakan Pelatihan Pembuatan Pakan Alternatif

Pakan Ikan Mahal, Kementerian KP Adakan Pelatihan Pembuatan Pakan Alternatif

Nasional
Lewat Sertifikat Akreditasi, Lembaga Pelatihan Dituntut Tingkatkan Kompetensi Berbasis Digital

Lewat Sertifikat Akreditasi, Lembaga Pelatihan Dituntut Tingkatkan Kompetensi Berbasis Digital

Nasional
Perpanjangan PPKM Luar Jawa-Bali Jelang Nataru dan Ancaman Varian Omicron

Perpanjangan PPKM Luar Jawa-Bali Jelang Nataru dan Ancaman Varian Omicron

Nasional
Alih Status Eks Pegawai KPK: 44 Siap Jadi ASN Polri, 8 Menolak, 4 dalam Konfirmasi

Alih Status Eks Pegawai KPK: 44 Siap Jadi ASN Polri, 8 Menolak, 4 dalam Konfirmasi

Nasional
PPKM Level 2-3 Luar Jawa-Bali, Pengunjung Mal Masih Dibatasi

PPKM Level 2-3 Luar Jawa-Bali, Pengunjung Mal Masih Dibatasi

Nasional
PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali: Penumpang Transportasi Umum Maksimal 70 Persen

PPKM Level 3 Luar Jawa-Bali: Penumpang Transportasi Umum Maksimal 70 Persen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.