Hadapi Sidang, KPU Akan Jelaskan Secara Detil Bagaimana Sipol Bekerja

Kompas.com - 03/11/2017, 13:08 WIB
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi, di ruang kerjanya, Gedung KPU Pusat, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (20/10/2017). KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIKomisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi, di ruang kerjanya, Gedung KPU Pusat, Jl. Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (20/10/2017).
|
EditorDiamanty Meiliana

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) siap dengan jawaban-jawaban yang akan diberikan dalam sidang tanggapan dugaan pelanggaran administrasi, Jumat siang (3/11/2017).

Ditemui usai sidang pemeriksaan Jumat pagi, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya akan menanggapi semua pokok-pokok laporan yang disampaikan oleh para pelapor dengan jawaban yang didasarkan pada fakta data dan bukti-bukti.

Misalnya, terkait sistem informasi partai politik (Sipol) yang banyak dilaporkan oleh para pelapor.

Hampir seluruh pelapor memperkarakan soal Sipol ini, mulai dari dasar hukum kewajiban Sipol sebagai instrumen pendaftaran hingga keandalan Sipol yang membuat mereka terkendala dalam memasukkan data parpol.

"Akan kami jelaskan secara lengkap cara maintenance Sipol, berapa lama, kapan," kata Pramono.

Menurut Pramono, perawatan (maintenance) yang dilakukan KPU terhadap Sipol tidak signifikan menghambat pendaftaran parpol.

Baca juga : PKB Siap Buktikan Tak Manipulasi Data Sipol

"14 partai berhasil mendaftar dan dinyatakan lengkap," ucap Pramono.

Komisioner KPU Evi Novida Ginting menambahkan, pihak KPU juga mencatat waktu-waktu ketika pada parpol masuk (login) ke Sipol. Apakah pada saat itu sedang terjadi gangguan atau tidak.

"Nanti akan kami sampaikan dalam jawaban dan kami menanggapi seluruh dugaan-dugaan maupun tuduhan yang disampaikan pada KPU," ucap Evi.

Sementara itu, mengenai petugas pendaftaran KPU yang juga banyak dikeluhkan oleh para pelapor, Evi menyampaikan, KPU memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan oleh para petugas.

Dengan demikian, tidak ada pembedaan perlakuan terhadap parpol.

Kompas TV 7 partai politik menggugat gangguan website Sipol yang dimiliki KPU.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Nasional
Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Nasional
Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Kasus Harian Covid-19 Tembus 2.604, Tertinggi Sejak September Lalu

Nasional
UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

UPDATE 21 Januari: Cakupan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua 59,24 Persen, Dosis Pertama 86,54 Persen

Nasional
Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Dana PEN Akan Dipakai untuk Megaproyek IKN, Faisal Basri: Ibu Kota Baru Tak Bisa Pulihkan Dampak Covid-19

Nasional
UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 4.119 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Update 21 Januari: Bertambah 811, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.121.928

Nasional
Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Polisi Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Kasus Pemerkosaan Anak 10 Tahun di Manado

Nasional
UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

UPDATE 21 Januari: Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 2.604

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.