Stafsus Presiden Yakin Penembakan Pos Brimob Dilatari Protes terhadap Freeport

Kompas.com - 31/10/2017, 19:38 WIB
Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017). KOMPAS.com/Kristian ErdiantoStaf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua, Lenis Kogoya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya yakin peristiwa penembakan Pos Brimob di Tembagapura, Mimika, Papua, Minggu (29/10/2017) lalu, bukan dilatari ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Melihat dari lokasi penembakan yang merupakan area pertambangan emas PT Freeport Indonesia, Lenis yakin penembakan justru dilatari oleh ketidakpuasan terhadap perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu.

"Kalau (penembakan) terjadi di luar (area Freeport), bisa saya bilang begitu (dilatari ketidakpuasan terhadap pemerintah). Tapi ini beda. Ini di area Freeport," ujar Lenis di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

"Maka Freeport harus mengerti masyarakat. Kenapa mereka marah? Kenapa mereka mengamuk?" lanjut dia.

(Baca: Panglima TNI Sebut OPM Pelaku Penembakan Pos Brimob Tembagapura)

Lenis yakin ada kewajiban PT Freeport atas masyarakat adat yang tidak dipenuhi.

Beberapa di antaranya, misalnya hak ulayat atas tujuh masyarakat adat di area pertambangan Freeport yang tidak dipenuhi. Lenis mengatakan, tidak semua kelompok adat mendapatkan haknya. Dari tujuh kelompok, hanya dua saja yang mendapatkannya.

"Selama ini di kantor saya di sini masyarakat yang memperjuangkan hak ulayat itu datang terus. Mungkin di sinilah masalahnya harus diselesaikan," ujar Lenis.

Lenis sendiri sebenarnya sudah berkomunikasi dengan Freeport terkait tuntutan masyarakat adat. Namun, Freeport selalu menghindar untuk menyelesaikannya.

Selain itu, PT Freeport juga belum membangun kembali permukiman warga yang terbakar akibat perang suku.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Rekomendasikan Diskualifikasi bagi 6 Pasangan Calon di Daerah Ini

Bawaslu Rekomendasikan Diskualifikasi bagi 6 Pasangan Calon di Daerah Ini

Nasional
Menkes Terawan Klaim Angka Tes Covid-19 di Indonesia Memenuhi Standar WHO

Menkes Terawan Klaim Angka Tes Covid-19 di Indonesia Memenuhi Standar WHO

Nasional
Satgas: Dampak Demo terhadap Kasus Covid-19 Terlihat dalam 2-4 Pekan

Satgas: Dampak Demo terhadap Kasus Covid-19 Terlihat dalam 2-4 Pekan

Nasional
Penyusunan RPP BUMDes, Mendes PDTT: Kami Ajak Banyak Pihak Diskusi

Penyusunan RPP BUMDes, Mendes PDTT: Kami Ajak Banyak Pihak Diskusi

Nasional
Piala Dunia U-20 Belum Tentu Bisa Disaksikan Penonton

Piala Dunia U-20 Belum Tentu Bisa Disaksikan Penonton

Nasional
Sidik Dugaan Korupsi di PT Pelindo II, Kejagung Mulai Periksa Saksi

Sidik Dugaan Korupsi di PT Pelindo II, Kejagung Mulai Periksa Saksi

Nasional
Riset Freedom House: Skor Kebebasan Berinternet Indonesia 49 dari 100

Riset Freedom House: Skor Kebebasan Berinternet Indonesia 49 dari 100

Nasional
Jokowi Sampaikan Kendala Izin Impor Produk Indonesia ke PM Jepang

Jokowi Sampaikan Kendala Izin Impor Produk Indonesia ke PM Jepang

Nasional
MUI Luruskan Kabar soal Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

MUI Luruskan Kabar soal Usulan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden

Nasional
Satgas: Pengurangan Aktivitas di Kantor Turunkan Potensi Penularan dan Kematian Akibat Covid-19

Satgas: Pengurangan Aktivitas di Kantor Turunkan Potensi Penularan dan Kematian Akibat Covid-19

Nasional
Pernyataan Menaker soal UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja Kontrak Dinilai Prematur

Pernyataan Menaker soal UU Cipta Kerja Untungkan Pekerja Kontrak Dinilai Prematur

Nasional
Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Sengaja 'Meng-covid-kan' Pasien Meninggal Dunia

Menkes Terawan Yakin Tak Ada Rumah Sakit Sengaja "Meng-covid-kan" Pasien Meninggal Dunia

Nasional
Jokowi dan PM Jepang Sepakat Buka Perjalanan Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Jokowi dan PM Jepang Sepakat Buka Perjalanan Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Nasional
Kunjungi Titik Nol Kali Ciliwung, Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Kreatif Rawat Sungai

Kunjungi Titik Nol Kali Ciliwung, Kepala BNPB Ingatkan Masyarakat Kreatif Rawat Sungai

Nasional
Satgas: Pembatasan Mobilitas Warga Efektif Tekan Penularan dan Kematian akibat Covid-19

Satgas: Pembatasan Mobilitas Warga Efektif Tekan Penularan dan Kematian akibat Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X