Menteri Susi Pimpin Penenggelaman 33 Kapal Pencuri Ikan di Natuna

Kompas.com - 29/10/2017, 07:04 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Natuna KKP/DIDIK HERIYANTOMenteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Natuna
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

NATUNA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Minggu (29/10/2017) siang, akan memimpin penenggelaman kapal asing pencuri ikan di perairan Ranai, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

"Ada 33 kapal yang akan ditenggelamkan besok (hari ini)," ujar Susi saat berbincang dengan wartawan di Pantai Sindu, Pulau Ranai, Natuna, Sabtu (28/10/2017).

Penenggelaman kapal-kapal pencuri ikan itu akan digelar di perairan Selat Lampa.

Sebagian besar kapal yang ditenggelamkan itu milik nelayan Vietnam dan Tiongkok. Adapun nakhoda dan anak buah kapal (ABK) kapal-kapal tersebut sedang menjalani proses hukum.

Pimpinan Satgas 115 Mas Achmad Santosa mengatakan, penenggelaman kapal-kapal ini merupakan hasil kerja sinergi antara TNI, Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kejaksaan.

"Penenggelaman ini merupakan amanat undang-undang dan kami yakini akan memberikan efek jera bagi pencuri ikan di wilayah Indonesia," ujar Achmad.

Selain Susi dan Achmad, penenggelaman kapal itu juga akan dihadiri oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

Nasional
Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Periksa Dua Saksi Kasus Nurhadi, Ini yang Didalami KPK

Nasional
Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Eks Dirut PT Pilog Diperiksa KPK, Ditanya soal Penerimaan Uang

Nasional
Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Bahar Smith Dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur dari Nusakambangan

Nasional
Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Jubir Pemerintah Akui Diksi New Normal Salah, Ganti dengan Adaptasi Kebiasaan Baru

Nasional
Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Peminat Kartu Prakerja Tinggi, Airlangga: 1,7 Juta Orang Terverifikasi Terima Pelatihan Offline

Nasional
Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Kampanye Akbar Pilkada Hanya Dapat Digelar dengan Persetujuan Gugus Tugas Covid-19

Nasional
Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Sebelum Vaksin Covid-19 Ditemukan, Airlangga Minta Masyarakat Tetap Waspada

Nasional
Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Ahli Epidemiologi: Asrama Rawan Jadi Klaster Baru Covid-19

Nasional
Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Periksa 4 Saksi Kasus PT DI, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang dari Mitra Penjualan

Nasional
KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

KPU: Protokol Kesehatan di 270 Daerah Penyelenggara Pilkada Diatur Sama

Nasional
Cerita Yurianto yang Dijuluki 'Pembawa Berita Kematian' karena Sampaikan Data Covid-19

Cerita Yurianto yang Dijuluki "Pembawa Berita Kematian" karena Sampaikan Data Covid-19

Nasional
Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Kemenag: Jika Syarat Belajar di Pesantren Saat Pandemi Dipenuhi, Covid-19 Bisa Dicegah

Nasional
Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Penerapan Pancasila Redup, Rektor UNS: BPIP Adalah Jawaban

Nasional
Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Muhadjir: Kementerian/Lembaga di Bawah Menko PMK Nanti Hanya Mengacu Satu Data

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X