Kompas.com - 27/10/2017, 21:30 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan adanya nama ganda pada keanggotaan partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2019.

Jumlahnya mencapai 36.000 nama. Temuan tersebut diperoleh pada tahapan penelitian administrasi.

Sebanyak 14 parpol dinyatakan memenuhi kelengkapan dokumen dan masuk tahapan penelitian administrasi.

Partai-partai itu adalah Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), PDIP, Hanura, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Berkarya, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Garuda.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, temuan sementara pada tahapan penelitian administrasi ini, KPU menemukan kegandaan anggota 36.000 nama.

Baca: KPU Tak Ingin Partisipasi Politik Masyarakat Sekadar Mobilisasi Partai

Namun, ia tidak merinci pada partai mana ditemukan ganda keanggotaan.

Yang pasti, kegandaan terjadi baik di internal parpol maupun antar-parpol. Kegandaan di internal parpol menunjukkan bahwa ada data anggota yang sama dalam satu parpol.

Sementara, kegandaan antar-parpol berarti ada data anggota yang sama pada lebih dari satu parpol.

"Biasanya kegandaan anggota terjadi karena proses pencarian KTP tidak melalui cara yang benar," kata Arief, di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Jika rekrutmen anggota parpol dilakukan secara benar, maka calon anggota parpol akan mengisi formulir yang berisikan visi-misi parpol.

"Tetapi kan ada misalnya (namanya) dicatut," ujar Arief.

Selain itu, kegandaan anggota parpol juga bisa terjadi karena sistem pengkaderan parpol tidak berjalan. Seharusnya, anggota parpol direkrut dan dididik serta dipersiapkan untuk menjadi penerus.

"Bukan hanya ketika mau mendaftar pemilu, lalu mencari anggota," kata dia.

Kompas TV Tahun politik 2019 yang semakin dekat, mengubah arah struktur belanja negara pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.