Kompas.com - 26/10/2017, 09:59 WIB
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tidak selesai dalam 29 tahun. Hal ini disampaikan Jokowi dalam video blog-nya usai meresmikan KEK Mandalika pada Sabtu (21/10/2017).

"Saya senang sekali ini adalah kawasan yang 29 tahun belum selesai-selesai. Dan hari ini sudah selesai," kata Jokowi dalam vlog yang kini menjadi trending di YouTube.

Belakangan, klaim Jokowi tersebut menuai pertanyaan. Sebab, Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan groundbreaking proyek itu saat menjabat Presiden keenam pada 2011.

Pengurus DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin (paling kiri), Ulil Abshar Abdalla, dan Rachland Nasidik (kiri ke kanan) menyampaikan sikap DPP di Jakarta, Jumat (15/2/2013). Mereka menyampaikan sikap dukungan pengambilalihan pimpinan partai oleh Ketua Majelis Tinggi partai untuk memulihkan dan membenahi partai. LUCKY PRANSISKA Pengurus DPP Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin (paling kiri), Ulil Abshar Abdalla, dan Rachland Nasidik (kiri ke kanan) menyampaikan sikap DPP di Jakarta, Jumat (15/2/2013). Mereka menyampaikan sikap dukungan pengambilalihan pimpinan partai oleh Ketua Majelis Tinggi partai untuk memulihkan dan membenahi partai.
Protes pun muncul di media sosial. Salah satunya datang dari Juru Bicara Partai Demokrat Rachland Nashidik lewat akun Twitternya, @RachlanNashidik.

"Groundbreaking pembangunan Mandalika dilakukan Presiden SBY pada 2011. Jangka waktu pembangunan sepuluh tahun (2021). 29 tahun dari mana?" tulis Rachland.

(Baca juga: Lewat Vlog, Jokowi Pamer Keindahan Mandalika)

Dua wisatawan mancanegara bermain stand up paddleboard atau berselancar menggunakan dayung  di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). Pantai Mandalika yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan termasuk dalam 10 destinasi wisata prioritas nasional ini memiliki daya tarik berupa pantai sepanjang 14,6 km yang membentang dari barat hingga ujung timur Pantai Tanjung Aan dengan keunikan pasir putihnya menyerupai biji merica. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/kye/17 ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Dua wisatawan mancanegara bermain stand up paddleboard atau berselancar menggunakan dayung di Pantai Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Selasa (10/10). Pantai Mandalika yang berada dalam Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika dan termasuk dalam 10 destinasi wisata prioritas nasional ini memiliki daya tarik berupa pantai sepanjang 14,6 km yang membentang dari barat hingga ujung timur Pantai Tanjung Aan dengan keunikan pasir putihnya menyerupai biji merica. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/kye/17
Berita SBY saat meresmikan groundbreaking Kawasan Mandalika enam tahun lalu pun kembali ramai dibagikan di dunia maya.

"Kebiasaan menghapus jejak pendahulu. Lupa ngecek jejak digital. Padahal buzzer cebong dah berbusa2 ngapusi publik," tulis @panca66 sambil membagikan link berita SBY meresmikan kawasan Mandalika.

Bahkan belakangan, SBY sendiri membagikan foto ia tengah meresmikan proyek Mandalika pada 2011 lewat akun Facebook. Total, ada 13 foto yang dibagikan.

"SBY didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dan Gubernur NTB, M Zainul Majdi, Jumat tanggal 21 Oktober 2011 melakukan seremoni peletakan batu pertama pembangunan kawasan wisata Mandalika Resort, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)," demikian keterangan yang tertulis bersama foto tersebut.

Dijelaskan juga bahwa kawasan wisata ini dibangun di atas lahan seluas 1.175 hektar dan menelan biaya hampir Rp. 30 Triliun. Kawasan wisata ini tercakup dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI).

Unggahan SBY itu mendapatkan komentar positif dari para followers-nya.

"Jadi lucu membaca berita sejak kemarin pak ....29 tahun mangkrak ..nanti di zaman now baru peresmian ...jihihii lucu ya pak SBY , ada yang modal ngaku ngaku kerjaannya pemerintahan zaman now ...Sehat selalu ya pak ..," tulis Nurul Iman Putri Utami.

"Klarifikasi pembangunan yg sangat membuat saya merasa terharu, betapa pak SBY yg berjasa banyak, tapi tak bicara banyak, dan tak begitu diketahui khalayak banyak, kini mengungkap hasil karya yg banyak, tapi orang lainlah yg bersuara banyak, dan dianggap bekerja banyak akibat pencitraanya yg kelewat banyak.... Terima kasih pak SBY atas jasa dan pengabdianmu yg tak terhitung banyaknya!" tulis Agus Hermawan Suwito.

(Baca juga: Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Apa Istimewanya?)

29 tahun dari mana?

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono mengatakan, Jokowi menyebut angka 29 tahun memang bukan mengacu pada waktu peresmian groundbreaking oleh SBY.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Jalan Tol Becakayu.Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau proyek Jalan Tol Becakayu.
"Itu di-groundbreaking memang 2011. Tapi itu kan menjadi kawasan wisata sudah lama," kata Basuki kepada Kompas.com, Rabu (25/10/2017).

Menurut Basuki, Mandalika direncanakan menjadi kawasan wisata pada era Presiden Soeharto pada 1988, tepat 29 tahun yang lalu.

"Maksudnya beliau 29 tahun bukan berdasarkan groundbreaking. Idenya pembangunan kawasan itu sudah dari 29 tahun lalu," kata Basuki.

Kompas TV Bertepatan dengan 3 tahun pemerintahan, Hari ini (20/10) Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jokowi Usulkan Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI, Ini Mekanisme Selanjutnya di DPR

Jokowi Usulkan Yudo Margono Calon Tunggal Panglima TNI, Ini Mekanisme Selanjutnya di DPR

Nasional
Puan Pastikan Masa Reses Tak Akan Hambat Proses Pemilihan Panglima TNI

Puan Pastikan Masa Reses Tak Akan Hambat Proses Pemilihan Panglima TNI

Nasional
Pemerintah Harap DPR Bisa Cepat Proses KSAL Yudo Calon Panglima TNI

Pemerintah Harap DPR Bisa Cepat Proses KSAL Yudo Calon Panglima TNI

Nasional
DPR Terima Surpres Calon Panglima TNI Yudo Margono, Pratikno: Prosesnya Menegangkan

DPR Terima Surpres Calon Panglima TNI Yudo Margono, Pratikno: Prosesnya Menegangkan

Nasional
Kejagung Lakukan Pemeriksaan Terkait Informasi Oknum Jaksa Peras Pengusaha hingga Miliaran Rupiah

Kejagung Lakukan Pemeriksaan Terkait Informasi Oknum Jaksa Peras Pengusaha hingga Miliaran Rupiah

Nasional
Eks Kabareskrim Ungkap Bawahan hingga Perwira Kecipratan Hasil Tambang Ilegal

Eks Kabareskrim Ungkap Bawahan hingga Perwira Kecipratan Hasil Tambang Ilegal

Nasional
Calon Panglima TNI Yudo Margono Punya Kekayaan Rp 17,9 Miliar

Calon Panglima TNI Yudo Margono Punya Kekayaan Rp 17,9 Miliar

Nasional
Puan Ungkap Alasan Jokowi Usulkan Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI

Puan Ungkap Alasan Jokowi Usulkan Yudo Margono Jadi Calon Panglima TNI

Nasional
Wamenkumham Sebut RKUHP Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE

Wamenkumham Sebut RKUHP Hapus Pasal Pencemaran Nama Baik di UU ITE

Nasional
Gandeng UNICEF Indonesia, Tanoto Foundation Gelontorkan Rp 33,5 Miliar untuk Turunkan Stunting

Gandeng UNICEF Indonesia, Tanoto Foundation Gelontorkan Rp 33,5 Miliar untuk Turunkan Stunting

Nasional
Saksi Mengira Ada Teroris di Rumah Sambo, Diperintah Bawa Laras Panjang dan 'Body Face'

Saksi Mengira Ada Teroris di Rumah Sambo, Diperintah Bawa Laras Panjang dan "Body Face"

Nasional
Puan Tegaskan Tak Ada Pergantian Nama Calon Panglima, Baru Terima Surpres Hari Ini

Puan Tegaskan Tak Ada Pergantian Nama Calon Panglima, Baru Terima Surpres Hari Ini

Nasional
Lagi, Eks KSAU Agus Supriatna Mangkir dari Panggilan Jaksa KPK

Lagi, Eks KSAU Agus Supriatna Mangkir dari Panggilan Jaksa KPK

Nasional
Perjalanan Karier Yudo Margono, Anak Petani Jadi Calon Tunggal Panglima TNI

Perjalanan Karier Yudo Margono, Anak Petani Jadi Calon Tunggal Panglima TNI

Nasional
Soal G20, Menlu: 'Gawe' Besarnya Selesai tapi Kita Perlu Tindak Lanjuti

Soal G20, Menlu: "Gawe" Besarnya Selesai tapi Kita Perlu Tindak Lanjuti

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.