Kompas.com - 24/10/2017, 22:10 WIB
Calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (jas putih) bersama Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya sekaligus kader PPP yang diusulkan menjadi calon wakil gubernur pendamping Emil. Deklarasi dilakukan di Seknas Bappilu PPP, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraCalon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (jas putih) bersama Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya sekaligus kader PPP yang diusulkan menjadi calon wakil gubernur pendamping Emil. Deklarasi dilakukan di Seknas Bappilu PPP, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengajukan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat yang akan mendampingi Ridwan Kamil pada Pilkada Jabar 2018. 

Pada Selasa (24/10/2017) malam, PPP secara resmi mendeklarasikan dukungannya untuk Ridwan Kamil.

Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy mengatakan, PPP telah berkomunikasi dengan internal maupun eksternal partai, termasuk Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga mendukung Ridwan Kamil.

"DPP PPP setelah melakukan beberapa kali rapat, survei, berkomunikasi dengan partai-partai pendukung, Nasdem dan PKB, menetapkan Kang Emil dan Kang Uu Ruzhanul Ulum sebagai cagub dan cawagub Jabar 2018," ujar Romahurmuziy di Kantor Sekretariat Nasional Badan Pemenangan Pemilu (Seknas Bappilu) DPP PPP, Jalan Tebet Barat IX, Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2017).

Baca: PPP Resmi Dukung Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018

Menurut dia, Ridwan Kamil alias Emil dan Uu merupakan kombinasi intelektual-milenial dan santri. Ia berharap, keduanya bisa meraih kemenangan di atas 60 persen.

Hal itu merujuk pada hasil survei yang menunjukkan baik Emil maupun Uu memiliki pendukung fanatik. Raihan suara bisa lebih besar jika ada tambahan dukungan partai.

"Harapan kami pasangan ini bisa mendapatkan kemenangan tentu di atas 60 persen," kata Romahurmuziy.

Sementara itu, Emil menilai, target yang dipasang PPP realistis. Ia mengungkapkan, segmentasi pemilih yang mungkin diraupnya pada Pilkada Jabar 2018. 

Baca juga: Ridwan Kamil Mengaku Bersedia Berpasangan dengan Bupati Tasik, asal...

Uu, kata Emil, memiliki segmentasi pemilih Islam tradisional, kelompok ulama, dan pesantren. Sedangkan ia datang dari kota.

"Beliau gerbang desa, saya gerbang kota. Kalau pakai teori wilayah tentunya berdekatan tapi dari segmentasi kami berjauhan. Jadi saling melengkapinya sangat baik," kata Emil.

Ke depannya, baik Emil maupun Uu akan bekerja untuk menyosialisasikan dirinya dengan partai-partai lain.

"Saya titip ke Pak Uu juga untuk mengomunikasikan diri kepada partai-partai lain yang mungkin ingin bergabung bersama kami," ujar Emil.

Kompas TV PDI Perjuangan memastikan tak akan mengusung Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar yang telah diusung oleh Partai Nasdem.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Eks Pejabat Ditjen Pajak Diduga Turut Cuci Uang: Beli Jam Tangan Senilai Hampir Rp 900 Juta

Anak Eks Pejabat Ditjen Pajak Diduga Turut Cuci Uang: Beli Jam Tangan Senilai Hampir Rp 900 Juta

Nasional
KSP: Pengambilalihan Pengelolaan Wilayah Udara di Kepri Tegaskan Integritas Teritorial NKRI

KSP: Pengambilalihan Pengelolaan Wilayah Udara di Kepri Tegaskan Integritas Teritorial NKRI

Nasional
Indonesia Ambilalih FIR di Kepri, KSP: Selanjutnya Pastikan Kesiapan Infrastruktur

Indonesia Ambilalih FIR di Kepri, KSP: Selanjutnya Pastikan Kesiapan Infrastruktur

Nasional
Kronologi Perubahan Nama Satuan Elite TNI AU Korps Paskhas Jadi Kopasgat

Kronologi Perubahan Nama Satuan Elite TNI AU Korps Paskhas Jadi Kopasgat

Nasional
Johan Budi 'Ceramahi' Pimpinan KPK: Tak Ada Gunanya Ajari Orang, kalau Anda Tak Berintegritas

Johan Budi "Ceramahi" Pimpinan KPK: Tak Ada Gunanya Ajari Orang, kalau Anda Tak Berintegritas

Nasional
Ketum PBNU Tegur PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo karena Dugaan Terlibat Politik Praktis

Ketum PBNU Tegur PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo karena Dugaan Terlibat Politik Praktis

Nasional
Ketua DPR Harap Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Kuatkan Komitmen Penegakan Hukum

Ketua DPR Harap Perjanjian Ekstradisi RI-Singapura Kuatkan Komitmen Penegakan Hukum

Nasional
Eijkman Jelaskan Efektivitas Vaksin Booster Lawan Varian Omicron

Eijkman Jelaskan Efektivitas Vaksin Booster Lawan Varian Omicron

Nasional
Kerangkeng Manusia di Langkat, Pimpinan Komisi III Minta Penegak Hukum Tak Pandang Bulu

Kerangkeng Manusia di Langkat, Pimpinan Komisi III Minta Penegak Hukum Tak Pandang Bulu

Nasional
Airlangga Sebut Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Mesin Penggerak Perekonomian

Airlangga Sebut Penyandang Disabilitas Bisa Jadi Mesin Penggerak Perekonomian

Nasional
Aliran Dana Pencucian Uang Mantan Pejabat Ditjen Pajak Diduga Sampai ke Eks Pramugari Siwi Widi Purwanti

Aliran Dana Pencucian Uang Mantan Pejabat Ditjen Pajak Diduga Sampai ke Eks Pramugari Siwi Widi Purwanti

Nasional
PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Penuhi Panggilan PBNU di Jakarta

PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Penuhi Panggilan PBNU di Jakarta

Nasional
KPK Tahan Eks Bupati Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa

KPK Tahan Eks Bupati Bupati Buru Selatan Tagop Sudarsono Soulisa

Nasional
TNI AD Segera Bangun Kodim Hingga Satuan Zeni Baru di Awal Kepindahan Ibu Kota Negara

TNI AD Segera Bangun Kodim Hingga Satuan Zeni Baru di Awal Kepindahan Ibu Kota Negara

Nasional
Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Penyelenggara Negara yang Terlibat Perdagangan Orang Bisa Dikenai Pidana Tambahan

Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat, Penyelenggara Negara yang Terlibat Perdagangan Orang Bisa Dikenai Pidana Tambahan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.