Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online" - Kompas.com

Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

Kompas.com - 23/10/2017, 23:03 WIB
Presiden Jokowi membuka Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).KOMPAS.com/IHSANUDDIN Presiden Jokowi membuka Rembuk Nasional 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi perubahan. 

Ia menyebutkan, perubahan pola konsumsi masyarakat dari offline ke online saat ini benar-benar terjadi. 

"Sepuluh sampai 15 tahun tahun akan datang, lanskap politik akan berubah, lanskap ekonomi global akan berubah, interaksi sosial, semuanya berubah total. Inilah yang harus diantisipasi oleh kita semuanya," kata Jokowi, saat membuka Rembuk Nasional 2017, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Senin (23/10/2017). 

Salah satu cara mengantisipasi perubahan ini, lanjut Jokowi, bisa dimulai dari dunia pendidikan. Kampus-kampus harus membuka fakultas dan jurusan baru yang sesuai zaman kekinian. 

"Misalnya, kenapa tidak ada fakultas ekonomi digital? Jurusannya toko online," kata Jokowi.

Baca: Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

Menurut Jokowi, ketidaksiapan mengantisipasi perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi penyebab sejumlah toko dan gerai gulung tikar.

Ia lantas mencontohkan fenomena yang terjadi di China.


"Di Tiongkok 35 persen toko tutup. Mall tutup. Ada shifting offline ke online. Terutama Alibaba yang memiliki logistik dan retail platform ke mana-mana," kata Jokowi 

Jokowi menilai, toko yang gulung tikar karena tidak bisa beradaptasi dengan teknologi dalam menjalankan bisnisnya. 

Kompas TV Organda mengklaim banyak perusahaan taksi yang kolaps karena tergilas bisnis online.


PenulisIhsanuddin
EditorInggried Dwi Wedhaswary
Komentar

Terkini Lainnya

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Nurdin Halid Ungkap Ada Menteri Intervensi Pilkada Sulsel Sampai Ancam Bupati

Regional
Antisipasi 'Serangan Fajar' di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Antisipasi "Serangan Fajar" di Pilkada Jatim, PDI-P Intruksikan Kadernya Ronda

Nasional
'Baju Kertasku', Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

"Baju Kertasku", Saat Kertas Bekas Jadi Berkah Bagi Keluarga Tak Mampu

Megapolitan
Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional
Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional
Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional
Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional
Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

Internasional
Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Regional
SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

Nasional
Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Megapolitan
Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Regional
Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Nasional
Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Regional
Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

Megapolitan

Close Ads X