Hari ke-28 Status Awas, Ini Kondisi Gunung Agung

Kompas.com - 19/10/2017, 15:28 WIB
Petugas dan warga memantau aktivitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (15/9/2017). Sejak Kamis, 14 September, status Gunung Agung dinaikkan menjadi level Waspada menyusul peningkatan aktivitas gunung tersebut sejak bulan Agustus. ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANAPetugas dan warga memantau aktivitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (15/9/2017). Sejak Kamis, 14 September, status Gunung Agung dinaikkan menjadi level Waspada menyusul peningkatan aktivitas gunung tersebut sejak bulan Agustus.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Sudah 28 hari Gunung Agung diitetapkan status awas akibat aktivitas vulkanisnya. Namun, belum ada tanda-tanda gunung yang berada di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali itu hendak meletus.

Hal ini diungkapkan Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, lewat akun Twitternya, @Sutopo_BNPB, sebagaimana dipantau Kompas.com, Kamis (19/10/2017).

"28 hari sudah Gunung Agung ditetapkan status awas. Belum terlihat visual tanda-tanda gunung meletus. Ribuan warga masih mengungsi," tulis Sutopo.

Pagi tadi, menurut Sutopo kondisi Gunung Agung dari radius 9 kilometer sangat cerah. Tidak terlihat asap. Sutopo juga mengabarkan bahwa tim UGM menerbangkan drone untuk pantau kawah Gunung Agung.


(Baca juga: Masa Darurat Gunung Agung Diperpanjang)

Saat dikonfirmasi, Sutopo membenarkan status Gunung Agung saat ini masih awas.

"Tetap awas," ujar Sutopo.

Dalam laporan aktivitas Gunung Agung berdasarkan Pos Pengamatan Gunungapi Agung PVMBG, Rendang, lanjut Sutopo, pada Kamis pukul 06.00-12.00 WITA, asap solfatara putih tipis teramati dari lereng utara, timurlaut, timur, dan selatan dengan tinggi 100 meter sampai 200 meter.

"Tanda-tanda erupsi belum tampak," ujar Sutopo.

Sementara dalam hal gempa, terekam tremor non harmonik nihil, vulkanik dangkal 57 kali, vulkanik dalam 178 kali, dan tektonik Lokal 36 kali (tidak terasa).

Dalam rekomendasinya, daerah bahaya yang tidak boleh ada aktivitas yakni dalam radius 9 kilometer dari puncak dan dalam sektoral Barat Daya, Selatan, Tenggara, Timur Laut, dan Utara, sejauh 12 kilometer dari puncak.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bos Lippo Group James Riady Mangkir dari Panggilan KPK

Bos Lippo Group James Riady Mangkir dari Panggilan KPK

Nasional
Seorang Saksi Kasus Meikarta Ajukan Perlindungan Saksi ke KPK

Seorang Saksi Kasus Meikarta Ajukan Perlindungan Saksi ke KPK

Nasional
Janji 9 Parpol Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Janji 9 Parpol Tak Calonkan Eks Koruptor di Pilkada 2020

Nasional
Pasca-Putusan MK, Nasdem Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor di Pilkada

Pasca-Putusan MK, Nasdem Tegaskan Tak Akan Calonkan Eks Koruptor di Pilkada

Nasional
Dalami Laporan terhadap Akun @digeeembok, Subdit Cyber Crime Polda Metro Back Up Polresta Bandara Soetta

Dalami Laporan terhadap Akun @digeeembok, Subdit Cyber Crime Polda Metro Back Up Polresta Bandara Soetta

Nasional
Cerita Jusuf Kalla Saat Jadi Mediator Konflik Poso dan Ambon...

Cerita Jusuf Kalla Saat Jadi Mediator Konflik Poso dan Ambon...

Nasional
Divisi Humas Polri Akan Jadi Badan Humas, Bakal Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Divisi Humas Polri Akan Jadi Badan Humas, Bakal Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

Nasional
Polisi Dalami 2 Laporan Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat ke Bareskrim

Polisi Dalami 2 Laporan Politisi PDI-P Henry Yosodiningrat ke Bareskrim

Nasional
Saat Pimpinan MPR Berkelakar soal Jabatan Waketum Partai Golkar...

Saat Pimpinan MPR Berkelakar soal Jabatan Waketum Partai Golkar...

Nasional
Mahfud MD Ungkap Kemungkinan Kejutan di Susunan Dewan Pengawas KPK

Mahfud MD Ungkap Kemungkinan Kejutan di Susunan Dewan Pengawas KPK

Nasional
Puan Maharani Minta Nadiem Tak Buru-buru Ganti UN: Jangan Sampai Merugikan Siswa

Puan Maharani Minta Nadiem Tak Buru-buru Ganti UN: Jangan Sampai Merugikan Siswa

Nasional
Gibran Daftar Pilkada Solo, PDI-P Sebut Megawati Akan Beri Atensi Khusus

Gibran Daftar Pilkada Solo, PDI-P Sebut Megawati Akan Beri Atensi Khusus

Nasional
Kemendagri Minta KPU Patuhi Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor

Kemendagri Minta KPU Patuhi Putusan MK soal Pencalonan Eks Koruptor

Nasional
Ketua MPR: Partai-partai Besar Harus Jamin Wacana Amendemen UUD 1945 Tak Melenceng

Ketua MPR: Partai-partai Besar Harus Jamin Wacana Amendemen UUD 1945 Tak Melenceng

Nasional
Kasus Impor Bawang Putih, Terdakwa Penyuap Anggota DPR Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Kasus Impor Bawang Putih, Terdakwa Penyuap Anggota DPR Dituntut 3,5 Tahun Penjara

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X