Kompas.com - 18/10/2017, 17:38 WIB
Pedagang Toko Kelontong di Purwodadi tunjukkan beberapa lembar uang palsu yang diterima dari pembeli, Rabu (3/5/2017) Kompas.com/Puthut Dwi PutrantoPedagang Toko Kelontong di Purwodadi tunjukkan beberapa lembar uang palsu yang diterima dari pembeli, Rabu (3/5/2017)
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Uang palsu yang diproduksi enam tersangka yang ditangkap di Jawa Barat dan Jawa Timur telah beredar ke sejumlah daerah.

Setidaknya ada enam provinsi yang diketahui telah disusupi uang palsu yang mereka produksi.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, uang palsu paling banyak ditemukan di DKI Jakarta.

"Yang paling banyak itu ada di DKI, mulai dari Jakarta Barat, Jakarta Pusat ada 24 lembar, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara," ujar Agung dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (18/10/2017).

(baca: Polisi Ungkap Jaringan Pembuat Uang Palsu, Dua Orang Residivis)

Kemudian, uang palsu juga ditemukan di Banten sebanyak tujuh lembar dan di Pontianak sebanyak satu lembar.

Agung mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan bahwa uang itu juga menyebar di Jawa Barat, seperti Bekasi, Bogor dan Depok.

Jumlah uang palsu yang ditemukan di Bali juga terbilang banyak.

"Ada 41 lembar, ada di Buleleng, Gianyar, Jembrana, Tabanan, dan Denpasar," kata Agung.

Jumlah penyebaran tersebut diketahui dari uang palsu yang masuk ke sistem perbankan. Pihak bank kemudian memberi informasi atas temuan itu ke kepolisian.

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X