Kompas.com - 18/10/2017, 09:11 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Inisiator Gerakan Pancasila Jack Boyd Lapian, Selasa (17/10/2017).

Anies dilaporkan atas ucapannya dalam pidato saat resmi dilantik menjadi gubernur pada Senin (16/10/2017).

Dalam pidato tersebut, Anies menyinggung kata "pribumi" yang dianggap melanggar undang-undang.

"Terkait dengan bahasa Beliau bicara mengenai pribumi yang dulu kalah sekarang pribumi harus menang. Ini pribumi yang mana? Pribumi Arab, Cina atau pribumi yang betul asli Indonesia," ujar Boyd kepada Kompas.com, Rabu (18/10/2017).

Boyd menilai, pernyataan Anies telah memecah belah Pancasila.

Baca: Dilaporkan ke Polisi karena Pidato "Pribumi", Anies-Sandi Tolak Berkomentar

Dalam lima sila Pancasila tidak dibedakan baik ras, agama, etnis, maupun golongan.

Penghentian penggunaan kata "pribumi" diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras Dan Etnis.

Hal ini juga diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998 tentang Menghentikan Penggunaan Istilah Pribumi dan Nonpribumi dalam Semua Perumusan dan Penyelenggaraan Kebijakan, Perencanaan Program, ataupun Pelaksanaan Kegiatan Penyelenggaraan Pemerintahan.

Dalam Inpres tersebut, penggunaan istilah "pribumi" dilarang dalam semua kegiatan penyelenggaraan pemerintah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Pejabat Adhi Karya Dituntut 4 Tahun Penjara

Eks Pejabat Adhi Karya Dituntut 4 Tahun Penjara

Nasional
Pemerintah Bentuk Tim, Cek Temuan Beras Bantuan Presiden yang Dikubur di Depok

Pemerintah Bentuk Tim, Cek Temuan Beras Bantuan Presiden yang Dikubur di Depok

Nasional
9 Perwira Tinggi TNI AU Naik Pangkat, Danpaspampres Kini Sandang Bintang 2

9 Perwira Tinggi TNI AU Naik Pangkat, Danpaspampres Kini Sandang Bintang 2

Nasional
Warga Diimbau Kibarkan Bendera Merah Putih, Ini Ukuran dan Penggunaannya

Warga Diimbau Kibarkan Bendera Merah Putih, Ini Ukuran dan Penggunaannya

Nasional
Prabowo Sebut Asabri Sakral, Uangnya Hasil Keringat dan Darah Warga

Prabowo Sebut Asabri Sakral, Uangnya Hasil Keringat dan Darah Warga

Nasional
Kominfo Blokir Steam hingga Epic Games, Politisi Demokrat: Sudah DIberitahu Jauh-jauh Hari

Kominfo Blokir Steam hingga Epic Games, Politisi Demokrat: Sudah DIberitahu Jauh-jauh Hari

Nasional
KPK Duga Ada Keterlibatan Oknum TNI AD terkait Kaburnya Bupati Mamberamo Tengah ke Papua Nugini

KPK Duga Ada Keterlibatan Oknum TNI AD terkait Kaburnya Bupati Mamberamo Tengah ke Papua Nugini

Nasional
MIND ID Dukung Para Atlet Indonesia Berlaga di ASEAN Para Games 2022

MIND ID Dukung Para Atlet Indonesia Berlaga di ASEAN Para Games 2022

Nasional
Partai Pandai Bidik Pemilih Wanita, Pelajar maupun Tenaga Kerja Luar Negeri

Partai Pandai Bidik Pemilih Wanita, Pelajar maupun Tenaga Kerja Luar Negeri

Nasional
Nasdem Incar 100 Kursi Parlemen Pada Pemilu 2024

Nasdem Incar 100 Kursi Parlemen Pada Pemilu 2024

Nasional
Kejagung: Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Penyerobotan Lahan PT Duta Palma Group Capai Rp 78 Triliun

Kejagung: Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi Penyerobotan Lahan PT Duta Palma Group Capai Rp 78 Triliun

Nasional
Sejarah Bendera Merah Putih, dari Masa Kerajaan hingga Proklamasi

Sejarah Bendera Merah Putih, dari Masa Kerajaan hingga Proklamasi

Nasional
Sebut Tak Ada Masalah dengan PDI-P, Waketum Nasdem: Bu Mega dan Pak Surya Sahabat

Sebut Tak Ada Masalah dengan PDI-P, Waketum Nasdem: Bu Mega dan Pak Surya Sahabat

Nasional
Profil Partai Pandai, Parpol Besutan Farhat Abbas yang Daftar Jadi Peserta Pemilu 2024

Profil Partai Pandai, Parpol Besutan Farhat Abbas yang Daftar Jadi Peserta Pemilu 2024

Nasional
Kisruh PSE, Netizen Ramai-ramai Galang Petisi Online Gugat Kominfo

Kisruh PSE, Netizen Ramai-ramai Galang Petisi Online Gugat Kominfo

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.