Golkar Minta Khofifah Cari Calon yang Punya Efek Elektoral Kuat

Kompas.com - 17/10/2017, 08:05 WIB
Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa melakukan doa bersama dengan siswa STKQ Al Hikam Depok di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017). Kegiatan ini untuk memeringati Hari Kesaktian Pancasila. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa melakukan doa bersama dengan siswa STKQ Al Hikam Depok di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/10/2017). Kegiatan ini untuk memeringati Hari Kesaktian Pancasila.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Golkar memberikan catatan untuk Khofifah Indar Parawansa ketika memilih bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya pada Pilkada Jawa Timur 2018. 

Pada Pilkada Jawa Timur, Golkar telah resmi mendukung Khofifah.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, Golkar harus memilih pasangan yang bisa mendongkrak elektoral Khofifah.

"Kami memberi catatan kepada Bu Khofifah bahwa siapapun calon yang dipilihnya memiliki efek elektoral, menambah daya elektoral buat Bu Khofifah sendiri," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/10/2017).

Baca: Sekjen Demokrat Puji Khofifah, Sinyal Dukungan pada Pilkada Jatim?

Salah satu aspek yang perlu dipertimbangkan adalah aspek kultur. Dengan demikian, pada Pemilu 2019 ada segmentasi lain yang bisa diraih selain kelompok Nadhliyin.

Ace mengatakan, hal ini harus menjadi pertimbangan mengingat pesaingnya, pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Azwar Anas yang berlatar belakang Nahdliyin.

"Untuk Bu Khofifah juga penting untuk mempertimbangkan aspek geopolitik apakah pertimbangan wilayah tapal kuda dan Matraman itu sudah dicari figur lain yang memang bisa menambah efek elektoral," kata Anggota Komisi II DPR itu.

Baca juga: Pilkada Jatim, Sekjen Nasdem Ungkap Lima Parpol Dukung Khofifah

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Idrus Marham mengungkapkan alasan partainya mendukung Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa maju pemilihan gubernur Jawa Timur 2018 mendatang. 

Menurut Idrus, Khofifah punya modal sosial politik yang kuat. Apalagi Khofifah juga aktif berorganisasi. 

Menurut Idrus, jika Khofifah bisa memanfaatkan secara maksimal, posisinya sebagai pimpinan Muslimat NU. Maka, Pilgub Jatim yang akan diikuti Khofifah untuk ketiga kalinya tersebut akan bisa dimenangkan.

Kompas TV Demokrat Usung Khofifah untuk Pilgub Jatim 2018?


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Azis Syamsuddin Mengaku Khilaf Beri Uang Rp 210 Juta untuk Robin Pattuju

Azis Syamsuddin Mengaku Khilaf Beri Uang Rp 210 Juta untuk Robin Pattuju

Nasional
Kasus Pembangunan Kampus IPDN, KPK Panggil Dirut Waskita Karya, Hutama Karya dan Adhi Karya

Kasus Pembangunan Kampus IPDN, KPK Panggil Dirut Waskita Karya, Hutama Karya dan Adhi Karya

Nasional
Hakim Minta Azis Syamsuddin Jujur karena Dapat Ringankan Hukuman

Hakim Minta Azis Syamsuddin Jujur karena Dapat Ringankan Hukuman

Nasional
Kepala Bappenas Sebut ada Sekitar 80 Calon Nama Ibu Kota Baru, yang Dipilih 'Nusantara'

Kepala Bappenas Sebut ada Sekitar 80 Calon Nama Ibu Kota Baru, yang Dipilih 'Nusantara'

Nasional
Logika Membingungkan Pemerintah: Imbau WNI Tak ke Luar Negeri tapi Cabut Larangan Masuk 14 Negara

Logika Membingungkan Pemerintah: Imbau WNI Tak ke Luar Negeri tapi Cabut Larangan Masuk 14 Negara

Nasional
Alasan Pemerintah Pilih 'Nusantara' Jadi Nama Ibu Kota Baru: Ikonik dan Dikenal Sejak Dulu

Alasan Pemerintah Pilih "Nusantara" Jadi Nama Ibu Kota Baru: Ikonik dan Dikenal Sejak Dulu

Nasional
Investigasi Sementara KNKT, Ini Isi Rekaman Kokpit Sriwijaya Air yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Investigasi Sementara KNKT, Ini Isi Rekaman Kokpit Sriwijaya Air yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Nasional
BPOM Rilis 4 Jenis Vaksin Booster untuk Penerima Vaksin Sinovac

BPOM Rilis 4 Jenis Vaksin Booster untuk Penerima Vaksin Sinovac

Nasional
Saksi Sebut Munarman Terkait Pengeboman Gereja Katedral Jolo Filipina

Saksi Sebut Munarman Terkait Pengeboman Gereja Katedral Jolo Filipina

Nasional
Jokowi: IKN Dirancang agar Warga Pergi ke Mana-mana Dekat, Bisa Naik Sepeda dan Jalan Kaki

Jokowi: IKN Dirancang agar Warga Pergi ke Mana-mana Dekat, Bisa Naik Sepeda dan Jalan Kaki

Nasional
297 Juta Warga Sudah Divaksin, Jokowi: Ada yang Harus Naik Perahu, Naik Gunung...

297 Juta Warga Sudah Divaksin, Jokowi: Ada yang Harus Naik Perahu, Naik Gunung...

Nasional
Kepala Bappenas Umumkan Nama Ibu Kota Baru: Nusantara

Kepala Bappenas Umumkan Nama Ibu Kota Baru: Nusantara

Nasional
Jokowi: Ibu Kota Baru Bukan Hanya Memindahkan Perkantoran, tapi Membangun Smart City

Jokowi: Ibu Kota Baru Bukan Hanya Memindahkan Perkantoran, tapi Membangun Smart City

Nasional
Polri Pastikan Kapolrestabes Medan Akan Ditindak Tegas jika Terbukti Terima Suap

Polri Pastikan Kapolrestabes Medan Akan Ditindak Tegas jika Terbukti Terima Suap

Nasional
Menanti Kejelasan Mahfud soal Menteri yang Minta Jatah Rp 40 Miliar ke Dirjen

Menanti Kejelasan Mahfud soal Menteri yang Minta Jatah Rp 40 Miliar ke Dirjen

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.