Kompas.com - 12/10/2017, 22:36 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat menghadiri Seminar Nasional Merajut Kebhinekaan dalam Bingkai Politik Kebangsaan, di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/8/2017). Ramdhan Triyadi Bempah / KOMPAS.comKetua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat menghadiri Seminar Nasional Merajut Kebhinekaan dalam Bingkai Politik Kebangsaan, di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/8/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo bukan pasangan yang tepat untuk mendampingi petahana Joko Widodo dalam Pemilu Presiden 2019.

Meski belakangan ini Gatot Nurmantyo dinilai membuat sejumlah kontroversi dan menjadi bahan perbincangan, namun Panglima TNI dinilai tidak memiliki basis massa yang kuat untuk mendongkrak elektabilitas Jokowi.

"Gatot diperkirakan hanya mendulang suara dari sebagian pendukung Prabowo Subianto," kata Ray saat dihubungi, Kamis (21/10/2017).

Ray Rangkuti menilai Jokowi lebih pas apabila menggandeng tokoh Islam yang memiliki basis massa kuat seperti Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar.

Perpaduan nasionalis dan tokoh Islam dinilai bisa menjadi perpaduan yang pas untuk memikat suara masyarakat

"Dibanding Gatot, Muhaimin memiliki potensi lebih besar mendampingi Jokowi," kata Ray Rangkuti.

(Baca juga: Tjahjo: Semua Parpol Pendukung Ingin Posisi Cawapres Jokowi)

Muhaimin, menurut Ray, mempunyai basis massa yang kuat sebagai Ketua Umum PKB dan juga warga Nahdlatul Ulama. Muhaimin akan lebih mudah untuk menarik simpati dari para kiai sepuh NU.

"Memang Cak Imin, bisa disebut mewakili basis massa NU, akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari para kiai NU, khususnya para kiai sepuh yang sangat disegani di NU," ujar Ray.

Selain itu, Cak Imin juga memiliki modal 9,04 persen suara PKB pada Pemilu Legislatif 2014 lalu. Suara itu bisa menjadi kontribusi untuk memenuhi ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 25 persen.

"Cak Imin sudah memiliki syarat kuat di basis massa Islam dan didukung partai," ujarnya.

(Baca juga: Survei Indikator: Ahok dan Gatot Paling Diunggulkan Jadi Cawapres Jokowi)

Meski demikian, Ray menilai PKB harus tetap bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas Muhaimin dalam dua tahun ini. Khususnya, PKB harus meraih simpati masyarakat yang ada di luar pulau Jawa.

"Untuk Cak Imin hanya diperlukan melengkapi penyebaran basis massa di luar NU dan di luar Jawa," ujarnya.

Kompas TV Gatot: Jabat Panglima TNI, Tak Etis Ingin Jadi Capres
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.