Kompas.com - 11/10/2017, 11:28 WIB
Presiden Joko Widodo menunjukkan dokumen sertifikat tanah saat berbicara pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017). Presiden secara simbolis menyerahkan 7.000 sertifikat tanah untuk warga dari sejumlah kabupaten/kota se-Jateng. ANTARA FOTO/R REKOTOMOPresiden Joko Widodo menunjukkan dokumen sertifikat tanah saat berbicara pada acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat, di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/10/2017). Presiden secara simbolis menyerahkan 7.000 sertifikat tanah untuk warga dari sejumlah kabupaten/kota se-Jateng.
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

TANGERANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, seluruh elemen bangsa harus optimis menghadapi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. 

Hal itu dikatakan Jokowi saat menyampaikan pidato pada acara peresmian pembukaan Trade Expo Indonesia ke-32 di Nusantara Hall Indonesia Convention Exhibition (ICE), Kota Tangerang, Rabu (11/10/2017). 

"Kalau dilihat, seharusnya kita optimistis, percaya diri. Jangan pesimistis. Jika ada masalah, ya kita selesaikan. Kalau ada halangan, kita perbaiki," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, sejumlah indikator pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren positif. Misalnya, nilai ekspor secara umum.

"Nilai ekspor Januari-Agustus mencapai 108,79 miliar dollar AS. Ini meningkat 17,85 persen dibandingkan periode yang sama 2016," ujar Jokowi.

Baca: Fadli Zon Nilai Percuma Pertumbuhan Ekonomi Tinggi jika Korupsi Masif

Demikian pula dengan nilai ekspor nonmigas. Catatan Jokowi, nilainya naik jika dibandingkan periode yang sama pada 2016 lalu.

"Ekspor nonmigas Januari-Agustus mencapai USD 98,76 miliar atau naik 17,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Naiknya ini lumayan tinggi," ujar Jokowi.

"Momentum ini yang harus kita maksimalkan sehingga perdagangan ini menjadi motor pertumbuhan ekonomi kita," lanjut dia.

Oleh sebab itu, Presiden Jokowi berpesan kepada kementerian terkait untuk mempertahankan, sekaligus meningkatkan nilai ekspor. Sebab, nilai ekspor adalah salah satu indikator penting dalam pertumbuhan ekonomi.

"Teruskan kerja sama yang beriringan antara eksportir, dunia usaha dengan pemerintah. Tentu saja pemerintah juga akan lebih gencar dalam membangun infrastruktur demi konektivitas," ujar Jokowi.

Kompas TV Presiden Jokowi banyak memberi contoh konkret perubahan di era digital
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Suharso Monoarfa Minta Kadernya Pakai Teknologi Dekati Pemilih Muda

Nasional
Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Jakarta, Jabar, Banten, Jatim, Bali Sumbang Kasus Covid-19 Harian Terbanyak

Nasional
UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

UPDATE: Tambah 281.161 Total Spesimen Covid-19, Positivity Rate 1,65 Persen

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

UPDATE 22 Januari 2022: Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua Capai 59,43 Persen dari Target

Nasional
Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Temui Warga Tergusur di Tanjung Priok, Giring Singgung Proyek Firaun

Nasional
Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Tingginya Penambahan Covid-19 dalam 3 Hari, Terbaru 3.205 Kasus

Nasional
Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Kemenkes: Dua Pasien Omicron yang Meninggal Dunia Punya Komorbid

Nasional
BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

BREAKING NEWS: 2 Pasien Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia

Nasional
UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE: 16.692 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Duduk Perkara Dugaan Suap dari Istri Bandar Narkoba yang Sebabkan Kapolrestabes Medan Dicopot

Nasional
Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Rekor Lagi, 3.205 Kasus Baru Covid-19 Dalam Sehari, Jakarta Tertinggi

Nasional
Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Jokowi: Saat Pandemi Terlihat Kita Tidak Siap, Keduluan Penyakitnya

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 22 Januari 2022: Ada 7.612 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

UPDATE 22 Januari 2022: Tambah 627, Jumlah Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.122.555

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.