5 Tahun Tabung Receh di 10 Galon, Zaka-Ningsih Kaget dengan Jumlahnya

Kompas.com - 05/10/2017, 10:25 WIB
Keluarga ini menabung receh selama sekitar 5 tahun di dalam 10 galon. Jumlah receh itu mencapai Rp 60 juta. Facebook/Agustine NingsihKeluarga ini menabung receh selama sekitar 5 tahun di dalam 10 galon. Jumlah receh itu mencapai Rp 60 juta.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Prinsip itu yang dipegang teguh pasangan suami istri Moh Zaka (31) dan Agustine Wirastianingsih (31).

Tak disangka, uang logam yang dikumpulkannya sejak 2010 kini sudah mencapai puluhan juta.

"Jangankan orang lain, wong saya sendiri saja enggak menyangka, kok recehnya bisa menjadi sebanyak ini ya," ujar Zaka saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (5/10/2017).

Awalnya, Zaka dan Ningsih yang tinggal di Desa Kemelagi, Kabupaten Mojokerto itu tidak sengaja menyisihkan uang logam sisa kembalian atau hasil menukar uang kertas dengan logam pengamen dan pengemis. Uang logam itu dikumpulkan di dalam botol air mineral.

"Uang logam kan kita sering temukan di mana-mana. Saya serta istri ngobrol, mending kita kumpulin saja," ujar Zaka.

Lama-kelamaan, botol air mineral kecil tidak mampu menampung uang logam pasutri yang telah memiliki tiga orang anak tersebut. Mereka pun memindahkannya ke botol air mineral ukuran satu liter.

Hari, bulan serta tahun berganti, kebiasaan menabung mereka terus dijalankan. Beberapa botol air mineral ukuran besar sudah puluhan banyaknya. Zaka dan Ningsih merasa tidak mungkin lagi menggunakan botol itu.

"Akhirnya uang logam tadi dipindahkan ke dalam galon. Awalnya satu, dua, tiga, sampai sekarang itu ada 12 galon berisi uang receh," ujar Zaka.

Bencana

Akhir September 2017 lalu, Zaka dan Ningsih terpaksa membongkar 10 galon berisi uang logam. Berat sebenarnya membongkar itu. Namun, kondisi demikian memaksa.

Rumah ibunda Zaka yang berdomisili di Palembang terbakar, baru-baru ini. Pemilik kontrakan tempat Zaka sekeluarga tinggal pun berencana menjual tanah kontrakan jika Zaka tidak segera membayarkan uang kontrakan berukuran 3,5 x 4 meter persegi itu.

Untuk memenuhi itu semua, penghasilan Rp 80.000 hingga Rp 120.000 per hari hasil jualan pulsa di depan rumahnya tidak mungkin mencukupinya. Sementara, Ningsih hanya ibu rumah tangga.

"Jadi saya mau enggak mau buka saja, ada 10 galon. Yah, namanya rezeki dari Allah pasti ada saja kan. Awalnya saya mikir begitu ya. Ternyata saya sama sekali enggak nyangka, totalnya Rp 60 juta," ujar Zaka.

Dengan hati riang gembira, Zaka langsung mengirimkan sebagian besar uang tabungannya ke sang ibunda yang sedang berduka. Sisanya, ia gunakan untuk melunasi biaya kontrakan selama beberapa bulan dan untuk membiayai sekolah dua anaknya. Diketahui, si bungsu belum duduk di bangku sekolah.

Setelah itu, keinginan Zaka dan Ningsih untuk menabung belum surut. Ia bertekad masih ingin terus mengumpulkan uang logam untuk masa depan keluarga, terutama anak-anaknya. Entah, mungkin sampai penghabisan hidupnya.

Cerita menabung Zaka dan Ningsih diunggah ke akun Facebook Ningsih, bernama 'Agustine Ningsih' pada 30 September 2017. Unggahan berupa teks, video dan foto itu dibagikan netizen sebanyak 16.526 kali dan menuai 3.392 komentar. Unggahan itu diberikan emoticon sebanyak 11.494.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

582 Tenaga Kesehatan di RSD Wisma Atlet Telah Disuntik Vaksin Covid-19

582 Tenaga Kesehatan di RSD Wisma Atlet Telah Disuntik Vaksin Covid-19

Nasional
Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp 12,44 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Anggaran Kemenhub Dipangkas Rp 12,44 Triliun untuk Pengadaan Vaksin Covid-19

Nasional
PPKM Dinilai Tak Berhasil, Pemerintah Diminta Kembali Terapkan PSBB

PPKM Dinilai Tak Berhasil, Pemerintah Diminta Kembali Terapkan PSBB

Nasional
CISDI: Sulit bagi Pemerintah Cepat Membalik Keadaan Saat Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Baik

CISDI: Sulit bagi Pemerintah Cepat Membalik Keadaan Saat Pandemi Covid-19 Jadi Lebih Baik

Nasional
Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Pemberian Uang ke Dirjen Linjamsos dan Pihak Lain di Kemensos

Kasus Suap Bansos, KPK Dalami Pemberian Uang ke Dirjen Linjamsos dan Pihak Lain di Kemensos

Nasional
Kemensos: Sesuai Arahan Mensos Risma, Kami Bawa Makanan untuk Korban Banjir Paniai

Kemensos: Sesuai Arahan Mensos Risma, Kami Bawa Makanan untuk Korban Banjir Paniai

Nasional
Mendagri Apresiasi Menkes Budi Gunadi yang Gunakan Data KPU untuk Vaksinasi Covid-19

Mendagri Apresiasi Menkes Budi Gunadi yang Gunakan Data KPU untuk Vaksinasi Covid-19

Nasional
KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Wali Kota Cimahi

KPK Rampungkan Penyidikan Tersangka Penyuap Wali Kota Cimahi

Nasional
Perludem: Ambang Batas Parlemen Gagal Sederhanakan Sistem Kepartaian

Perludem: Ambang Batas Parlemen Gagal Sederhanakan Sistem Kepartaian

Nasional
Kejagung Periksa Karyawan Benny Tjokro di Kasus Asabri

Kejagung Periksa Karyawan Benny Tjokro di Kasus Asabri

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembentukan Komponen Cadangan Pertimbangkan Pembangunan TNI

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Pembentukan Komponen Cadangan Pertimbangkan Pembangunan TNI

Nasional
Pimpinan KPK Bantah Isu Radikalisme dan 'Taliban'

Pimpinan KPK Bantah Isu Radikalisme dan "Taliban"

Nasional
Jubir Satgas: Kasus Covid-19 Hampir Capai 1 Juta, tetapi Kesembuhan Melebihi 80 Persen

Jubir Satgas: Kasus Covid-19 Hampir Capai 1 Juta, tetapi Kesembuhan Melebihi 80 Persen

Nasional
Koalisi Masyarakat Sipil Khawatir Komponen Cadangan Timbulkan Konflik Horizontal

Koalisi Masyarakat Sipil Khawatir Komponen Cadangan Timbulkan Konflik Horizontal

Nasional
Komisioner KPU Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Komisioner KPU Dukung Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X