Mantan Bupati Konawe Utara Diduga Terima Suap Rp 13 Miliar

Kompas.com - 03/10/2017, 18:28 WIB
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat mengumumkan penetapan tersangka mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Gedung KPK Jakarta, Selasa (3/10/2017). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINWakil Ketua KPK Saut Situmorang saat mengumumkan penetapan tersangka mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaiman di Gedung KPK Jakarta, Selasa (3/10/2017).
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Bupati Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Aswad Sulaiman, diduga menerima suap Rp 13 miliar.

Suap tersebut diduga berasal dari sejumlah pengusaha yang diberikan izin pertambangan.

"ASW selaku pejabat Bupati Konawe Utara periode 2007-2009, diduga telah menerima uang Rp 13 miliar," ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Baca: KPK Tetapkan Mantan Bupati Konawe Utara sebagai Tersangka

Menurut Saut, Aswad diduga menyalahgunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain dan korporasi terkait pemberian izin kuasa pertambangan eksplorasi, eksploitasi, serta izin usaha pertambangan operasi produksi nikel di Kabupaten Konawe Utara pada 2007-2014.

Aswad disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain menerima suap, perbuatan Aswad diduga telah menyebabkan kerugian negara Rp 2,7 triliun.

Kompas TV Belum diketahui secara pasti, dasar dilakukannya penggeledahan oleh penyidik KPK.


Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X