Kompas.com - 03/10/2017, 17:03 WIB
KH Ahmad Khoirun Nasihin dan para ulama asal Jawa Tengah usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINKH Ahmad Khoirun Nasihin dan para ulama asal Jawa Tengah usai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan ulama asal Jawa Tengah menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/10/2017) siang. Pertemuan berlangsung tertutup selama sekitar dua jam.

KH Ahmad Khoirun Nasihin mengatakan, dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk mencalonkan diri kembali dalam pemilu presiden 2019 mendatang. Para ulama ingin Jokowi memimpin Indonesia sampai 2024.

"Saya enggak bahas apa-apa. Menyampaikan dukungan dengan beliau dengan Pak Joko Widodo biar sampai nanti bangunannya selesai 2024," kata Nasihin kepada wartawan usai pertemuan.

"Ini Jam'iyyah Ahli Thoriqoh Mu'tabaroh Indonesia itu dukung beliau biar selesai bangunan. Itu saja doa yang disampaikan," tambahnya.

(Baca: Kepada Ulama, Jokowi Bertanya, "Bagaimana Kabar Negatif tentang Saya?")

Nasihin mengatakan, selama tiga tahun pemerintahannya berjalan, Presiden Jokowi sudah banyak melakukan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah di Indonesia. Ia ingin infrastruktur itu selesai sampai akhir periode kedua pemerintahan Jokowi, tidak berhenti di tengah jalan.

"Jadi saya dukung. Saya di kanan, kiri bapak Jokowi. Saya orang Bapak Jokowi," ujar dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nasihin mengatakan, pemerintahan Jokowi saat ini memang kerap diganggu oleh berbagai isu. Misalnya yang terakhir terkait dengan isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia. Padahal, Nasihin meyakini hal tersebut hanya lah isu yang dibuat-buat.

"Itu PKI enggak ada Indonesia itu," kata dia.

Pertemuan Jokowi dengan ulama Jawa Tengah sebelumnya juga sudah pernah dilakukan pada 14 September di Istana Kepresidenan. Saat itu, para ulama juga menyampaikan dukungannya agar Jokowi kembali maju dalam Pilpres 2019.

Kompas TV PDI-P Ingin Beri Dukungan Efektif untuk Presiden
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu dan Anak yang Ditemukan Berpelukan saat Rumah di Kalideres Ambruk Tewas

Ibu dan Anak yang Ditemukan Berpelukan saat Rumah di Kalideres Ambruk Tewas

Nasional
Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

Menag Yaqut: Kemenag adalah Hadiah Negara untuk NU

Nasional
Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

Jokowi Dianggap Berhasil Atasi Polarisasi oleh Profesor Singapura, SMRC: Ada Dua Persoalan

Nasional
Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

Jokowi Dinilai Cukup Pragmatis dalam Tangani Polarisasi

Nasional
Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

Guru Besar Politik UPH: Pujian Profesor Singapura Kepada Jokowi Tidak Mengada-ada

Nasional
Dua Tahun Pemerintahan, SMRC Nilai Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Relatif Stabil

Dua Tahun Pemerintahan, SMRC Nilai Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Relatif Stabil

Nasional
Airlangga: Semoga Golkar Menang Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024

Airlangga: Semoga Golkar Menang Pilkada, Pileg dan Pilpres 2024

Nasional
Airlangga: Golkar Partai Tertua dan Paling Demokratis di Indonesia

Airlangga: Golkar Partai Tertua dan Paling Demokratis di Indonesia

Nasional
Soal Tudingan Kecurangan Pemilu 2009, Demokrat Sebut Hasto Gagal Move On dari Kekalahan

Soal Tudingan Kecurangan Pemilu 2009, Demokrat Sebut Hasto Gagal Move On dari Kekalahan

Nasional
PKB Yakin Cak Imin Menang jika Diusung dalam Pilpres 2024

PKB Yakin Cak Imin Menang jika Diusung dalam Pilpres 2024

Nasional
[POPULER NASIONAL] Demokrat: SBY Tidak Perlu Koar-koar soal Prestasi | Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Kelebihan Insentif

[POPULER NASIONAL] Demokrat: SBY Tidak Perlu Koar-koar soal Prestasi | Kemenkes Minta Nakes Kembalikan Kelebihan Insentif

Nasional
Nasdem: Syarat Tes PCR Penumpang Pesawat Memberatkan Masyarakat

Nasdem: Syarat Tes PCR Penumpang Pesawat Memberatkan Masyarakat

Nasional
Airlangga Klaim Elektabilitas Golkar Naik Signifikan, Salah Satunya berkat Sosialisasi lewat Baliho

Airlangga Klaim Elektabilitas Golkar Naik Signifikan, Salah Satunya berkat Sosialisasi lewat Baliho

Nasional
Jokowi: Di Masa Pandemi, Parpol Dituntut Hadir Meringankan Beban Masyarakat

Jokowi: Di Masa Pandemi, Parpol Dituntut Hadir Meringankan Beban Masyarakat

Nasional
Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Airlangga: Tahun 2024, Golkar Harus Rebut Kemenangan Pilpres, Pileg, dan Pilkada

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.