Kompas.com - 28/09/2017, 17:16 WIB
|
EditorLatief

SEMARANG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap kalangan perempuan agar dapat menduduki jabatan politik, baik sebagai anggota DPR dan DPRD.

Para perempuan harus didorong agar kuota perempuan terpenuhi minimal 30 persen. Mereka harus dibekali keterampilan agar dapat bersaing dengan anggota DPR dari kalangan laki-laki.

"Mendorong 30 persen itu sulit bagi perempuan. Kalau pakai nomor urut, misalnya tiga besar ada salah satu perempuan pasti terpenuhi," kata Ganjar, seusai pelatihan Kapasitas Politik Perempuan bagi Calon Legislatif di Pileg 2019, Rabu (13/9/2017).

Namun, usulan tiga besar salah satunya perempuan itu tak bisa dilaksanakan. Hal itu karena mekanisme pemilihan didasarkan bukan atas nomor urut, melainkan suara terbanyak.

Ganjar mengatakan, perlu peningkatan kapasitas bagi perempuan agar dapat bersaing. Selama menggunakan sistem suara terbanyak, kuota perempuan 30 persen sulit digapai.

"Pelatihan tadi untuk mengenali sistem yang baru, ketika masuk calon tahu caranya menghitung, masuk DPRD tahu dan mengawal teknis pemilu," ujarnya.

Selain itu, para perempuan juga dilatih untuk mengemas cara berkomunikasi dengan konstituen. Ketika berkampanye, mereka diminta menyampaikan hal-hal kreatif agar menarik minat masyarakat.

"Masang gambar, kemudian tulisannya, dibantu semua. Alat kampanye di sosmed, tatap muka semua dibantu," katanya.

Para calon perempuan, tambah dia, juga harus paham data dan isu di daerah. Di Kabupaten Brebes, misalnya, isu menarik adalah tingginya angka kematian bayi. Para calon harus mampu mengemas isu itu sebagai bahan kampanye.

"Jadi marketing-lah karena isu sudah ada," tambahnya.

Partisipasi perempuan di DPR sendiri mengalami pasang surut. Tahun 2004, partisipasi perempuan 14 persen, kemudian naik di 2009 menjadi 19 persen, dan 2014 turun menjadi 17 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Jateng, Sri Kusuma Astuti, mengatakan, perempuan yang duduk di parlemen Jateng baru 22 persen.

Jateng masih kalah dari Sulawesi Utara yang sudah dapat memenuhi kuota minimal.

"Rendahnya partisipasi perempuan ke DPR atau DPRD karena SDM. Kami ingin meningkatkan partisipasi calon perempuan pada 2019," tambah Kusuma. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggal 1 Desember Hari Memperingati Apa?

Tanggal 1 Desember Hari Memperingati Apa?

Nasional
Tanggal 30 November Hari Memperingati Apa?

Tanggal 30 November Hari Memperingati Apa?

Nasional
Klaim Kesehatan Memburuk, Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura

Klaim Kesehatan Memburuk, Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura

Nasional
Parsindo Sayangkan Sengketa Mereka Tak Diterima Bawaslu, Akan ke PTUN hingga Ombudsman

Parsindo Sayangkan Sengketa Mereka Tak Diterima Bawaslu, Akan ke PTUN hingga Ombudsman

Nasional
Pengacara Ungkap Manipulasi Skenario Ferdy Sambo dari Ketakutan Bharada E

Pengacara Ungkap Manipulasi Skenario Ferdy Sambo dari Ketakutan Bharada E

Nasional
TNI AU Kerahkan Pesawat CN-295 Cari Helikopter Polri yang Hilang di Belitung Timur

TNI AU Kerahkan Pesawat CN-295 Cari Helikopter Polri yang Hilang di Belitung Timur

Nasional
Jaksa KPK Minta Bantuan Jenderal Andika Perkasa untuk Panggil Eks KSAU Agus Supriatna

Jaksa KPK Minta Bantuan Jenderal Andika Perkasa untuk Panggil Eks KSAU Agus Supriatna

Nasional
Gelak Tawa di Ruang Sidang Saat Bharada E Salah Paham Tanggapi Saksi

Gelak Tawa di Ruang Sidang Saat Bharada E Salah Paham Tanggapi Saksi

Nasional
Kuat Ma'ruf Minta Maaf kepada 4 Terdakwa 'Obstruction of Justice' Pembunuhan Brigadir J

Kuat Ma'ruf Minta Maaf kepada 4 Terdakwa "Obstruction of Justice" Pembunuhan Brigadir J

Nasional
Puan Maharani Respons Pernyataan Jokowi Soal 'Pemimpin Berambut Putih'

Puan Maharani Respons Pernyataan Jokowi Soal "Pemimpin Berambut Putih"

Nasional
Diduga Terima Suap, Hakim Agung Gazalba Saleh Penjarakan Orang 5 Tahun

Diduga Terima Suap, Hakim Agung Gazalba Saleh Penjarakan Orang 5 Tahun

Nasional
Pertemuan Jokowi dengan Relawan di GBK Dikritik, Istana Buka Suara

Pertemuan Jokowi dengan Relawan di GBK Dikritik, Istana Buka Suara

Nasional
Hendra Kurniawan ke Agus Nurpatria Ketika Tahu Dibohongi Ferdy Sambo: Kita 'Dikadalin'

Hendra Kurniawan ke Agus Nurpatria Ketika Tahu Dibohongi Ferdy Sambo: Kita "Dikadalin"

Nasional
Puan Bacakan Surpres Penunjukkan KSAL Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI Baru

Puan Bacakan Surpres Penunjukkan KSAL Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI Baru

Nasional
KPK Ungkap Alasan Gazalba Saleh Belum Ditahan meski 2 Bawahannya Mendekam di Rutan

KPK Ungkap Alasan Gazalba Saleh Belum Ditahan meski 2 Bawahannya Mendekam di Rutan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.