Kompas.com - 28/09/2017, 07:09 WIB
Presiden ke-3 RI BJ Habibie berfoto dengan peserta kuliah umum Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lemhannas RI, di Perpustakaan Habibie-Ainun Jakarta, Rabu (27/9/2017).. Habibie sebelumnya memberikan kuliah umum dengan tema Peran Pengembangan dan Penerapan Teknologi Berlandaskan Pencasila Demi Peningkatan Ketahanan Nasional. KOMPAS.com/ESTU SURYOWATIPresiden ke-3 RI BJ Habibie berfoto dengan peserta kuliah umum Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lemhannas RI, di Perpustakaan Habibie-Ainun Jakarta, Rabu (27/9/2017).. Habibie sebelumnya memberikan kuliah umum dengan tema Peran Pengembangan dan Penerapan Teknologi Berlandaskan Pencasila Demi Peningkatan Ketahanan Nasional.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie menyampaikan ada tiga dasar penerapan nilai-nilai Pancasila dalam upaya mencapai ketahanan nasional yang kokoh. Tiga dasar itu adalah agama, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Habibie menjelaskan, sejak lahir manusia telah diajarkan oleh orang tuanya mengenal budaya. Ketika tumbuh dan berkembang di masyarakat ada pembudayaan nilai-nilai pada dirinya.

Saat usia anak-anak, manusia mulai diajarkan ajaran agama oleh orang tuanya. Maka dari itu, ia menyebut, nilai-nilai budaya itu lebih dulu ada atau dikenal oleh seorang manusia dibandingkan agama. Dengan kata lain, hasil budaya itu disempurnakan oleh agama.

Kemudian Habibie menerangkan, dari dunia pendidikan, orang tersebut mengenal ilmu pengetahuan. Oleh karenanya dia menyebutkan, iman dan taqwa (imtaq) sama pentingnya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek).

(Baca: Habibie: Saya Terpukul, Kok Bisa Bantu Orang Lain tapi Istri Sendiri Tidak)

Hal tersebut  ia sampaikan dalam kuliah umum Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Lemhannas RI dengan tema 'Peran Pengembangan dan Penerapan Teknologi Berlandaskan Pencasila Demi Peningkatan Ketahanan Nasional".

"Orang yang hebat imtaqnya tapi tidak tahu iptek, dia tidak akan mampu menolong dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang ipteknya saja tetapi tanpa imtaq, bahaya, dia akan halalkan semua cara," kata Habibie di kediamannya, Rabu (27/9/2017).

"Makanya saya selalu mengatakan dalam pendidikan dan kebudayaan harus serentak pelaksanaannya," imbuh Habibie.

Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Arif Wachyunadi sepakat dengan pandangan Habibie. Dia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki banyak nilai budaya yang baik, seperti menghormati orang lain.

(Baca: Cerita Habibie Buka "Keran" Demokrasi Pasca-Soeharto Lengser...)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X