Kompas.com - 15/09/2017, 10:13 WIB
Lasmiati (40) salah satu dari 18 mantan simpatisan kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS yang kembali dari Suriah ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2017 lalu. Sumber: YouTube Kompas TVLasmiati (40) salah satu dari 18 mantan simpatisan kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS yang kembali dari Suriah ke Tanah Air pada pertengahan Agustus 2017 lalu.
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Nurshadrina Khaira Dhania (19) dan Lasmiati (40), seorang ibu rumah tangga, mengaku tidak pernah berpikir untuk melepas statusnya sebagai warga negara Indonesia saat memutuskan hijrah ke Suriah.

Keduanya termasuk dalam 18 WNI mantan simpatisan kelompok teroris Negara Islam Irak-Suriah atau ISIS yang kembali ke Indonesia pada pertengahan Agustus 2017 lalu.

Mereka berhasil meloloskan diri dari cengkeraman ISIS setelah selama lebih dari dua tahun tinggal di Suriah. Kenyataan hidup di Suriah yang tidak sesuai dengan propaganda dan janji yang digemborkan oleh ISIS membuat mereka ingin kembali ke Tanah Air.

"Saya tidak berpikir sejauh itu sih waktu itu. Hanya ingin hidup di sana, tidak berpikir untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia. Bagaimana pun saya cinta Indonesia," ujar Lasmiati dalam talkshow "Rosi" episode Pengakuan Anggota ISIS di Kompas TV, Kamis (14/9/2017).

(Baca juga: Bagai Dimabuk Cinta, Alasan WNI Ini Sempat Gabung ISIS di Suriah)

Lasmiati merasa tertipu dengan propaganda ISIS yang menjanjikan kehidupan layak di bawah naungan negara khilafah. Ternyata, apa yang dia baca soal ISIS melalui internet sama sekali tidak sesuai kenyataan.

Harapan akan kehidupan yang lebih baik pupus. Dia membayangkan kehidupan di Suriah layaknya kehidupan negara khilafah seperti zaman Nabi Muhammad. Namun, setelah sampai di sana dia tidak menemukan hal itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bahkan, Lasmiati tidak diperbolehkan berinteraksi dengan warga asli Suriah. Paspor seluruh WNI pun disita oleh pihak ISIS sehingga mereka tidak bisa bepergian keluar dari wilayah kekuasaan ISIS.

"Janji dan propaganda saya telan mentah-mentah begitu saja. Dijanjikan kehidupan yang luar biasa. Saya membayangkan orang-orang di sana berlomba-lomba dalam kebaikan, tapi nyatanya setelah sampai di sana banyak sekali kotoran-kotoran. Tidak seperti yang saya baca," tutur Lasmiati.

"Makanya kami diam-diam dalam mencari penyelundup," ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Nurshadrina, yang juga keponakan Lasmiati. Dia hanya ingin tinggal di bawah naungan ISIS yang banyak menjanjikan hal-hal baik. Salah satunya pendidikan gratis dan penghapusan utang.

Nurshadrina tidak berpikir untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia saat menjadi simpatisan ISIS.

"Saya juga tidak ada pikiran untuk melepaskan kewarganegaraan Indonesia. Saya cuma ingin tinggal di sana. Kami berpikir setelah di sana kami bisa keluar. Ternyata tidak, sampai di sana seperti penjara," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Robin Minta Maaf Libatkan Para Saksi Dalam Perkaranya, Saksi: Istri Saya Sampai Meninggal

Nasional
Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Peringatan Maulid Nabi, Wapres Singgung Soal Prioritas Pemerintah Siapkan SDM

Nasional
Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Airlangga: 176 Orang Terpapar Covid-19 di PON XX Papua

Nasional
Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Jokowi Ingin Booster Vaksinasi Covid-19 Mulai Disuntikkan Awal 2022

Nasional
Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Saksi Mengaku Diancam Akan Ditetapkan Jadi Tersangka Korupsi Jika Tak Beri Uang Stepanus Robin

Nasional
125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

125 Pegawai Kementerian ATR/BPN Terlibat Mafia Tanah, 32 di Antaranya Dihukum Berat

Nasional
TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

TNI AL Segera Buat Film Sejarah Pertempuran Laut Arafuru

Nasional
Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Beredar Surat Kabar Berlogo Menyerupai Logo KPK, Diduga untuk Memeras

Nasional
Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Luhut: Kalau Bisa Lewati Nataru, Kita Bisa Masuk ke Endemi Awal 2022

Nasional
Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Menkes Koordinasi dengan Menteri Haji Arab Saudi Terkait Pelaksanaan Umrah

Nasional
PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

PDI-P Klaim Kemenangan Piala Thomas Tak Lepas dari Jokowi, Demokrat: Kemenangan Bangsa Indonesia

Nasional
Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Kapolri Perintahkan Kapolda Sanksi Anggota yang Lakukan Kekerasan

Nasional
Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Bangun Gedung Baru, Golkar Sisipkan Nama Akbar Tandjung di Kantor DPP

Nasional
Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Stepanus Robin Tawarkan Bantu Urus Perkara, Rita Widyasari: Saya Pikir KPK Berubah

Nasional
PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang hingga 8 November, Tak Ada Provinsi Level 4

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.