Pimpinan KPK: Masa Karena Takut OTT Gaduh Enggak Tangkap Orang? - Kompas.com

Pimpinan KPK: Masa Karena Takut OTT Gaduh Enggak Tangkap Orang?

Kompas.com - 13/09/2017, 08:58 WIB
Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (12/9/2017)Rakhmat Nur Hakim/Kompas.com Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (12/9/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Laode Muhammad Syarif menilai janggal anggapan yang menilai bahwa operasi tangkap tangan (OTT) bikin gaduh.

Menurut dia, kegaduhan tidak dapat menjadi suatu ukuran dalam penegakan hukum. Ia mengatakan, bila sudah ada bukti maka penegak hukum harus bertindak entah dengan OTT atau tanpa OTT.

"Masa iya kita membiarkan tindak pidana korupsi terjadi, padahal ada informasinya, ada orangnya," ujar Syarif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/9/2017) malam.

"Karena takut gaduh, kita enggak usah tangkap? Bagaimana coba bayanginnya. Kita takut gaduh? Enggak bisa," kata dia.

(Baca juga: ICW: OTT yang Dianggap Bikin Gaduh Justru Penting dalam Kasus Korupsi)

Ia juga menegaskan, tidak ada yang namanya OTT recehan. Laode M Syarif mengatakan, bisa jadi uang yang didapat saat OTT kecil jumlahnya.

Namun, seringkali KPK menyita uang yang jumlahnya jauh lebih besar setelah dilakukan pengembangan dari OTT.

"Misalnya yang berhubungan dengan OTT di Bengkulu, Rp 40 juta, kemudian ada yang Rp 10 juta. Tetapi dokumen proyek itu tertulis 10 persen anggaran. Jadi itu besar sekali untuk pihak dalam dan luar. Jadi tidak ada (OTT recehan)," ucap Syarif.

Jaksa Agung HM Prasetyo sebelumnya menilai, praktik pemberantasan korupsi melalui operasi tangkap tangan (OTT) kerap menimbulkan kegaduhan. Menurut dia, OTT tak mampu meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

(Baca: Menurut Jaksa Agung, OTT Kerap Bikin Gaduh)

Namun, Prasetyo tak menyebut penegak hukum yang dimaksudnya kerap melakukan OTT.

"Penindakan kasus korupsi dengan melakukan operasi tangkap tangan yang dilaksanakan di negara kita yang terasa gaduh dan ingar-bingar namun IPK indonesia dalam beberapa tahun ini tidak mengalami kenaikan yang signifikan," tutur Prasetyo dalam rapat kerja bersama Komisi III, Senin (11/9/2017).

Kompas TV Ini Hasil Survei Anti Korupsi Tahun 2017


EditorBayu Galih
Komentar

Terkini Lainnya

Rizieq Dikabarkan akan Pulang, Sandiaga Berharap Jakarta Tetap Kondusif

Rizieq Dikabarkan akan Pulang, Sandiaga Berharap Jakarta Tetap Kondusif

Megapolitan
Tagih Janji PM India, Pria Ini Jalan Kaki 1.350 Km ke New Delhi

Tagih Janji PM India, Pria Ini Jalan Kaki 1.350 Km ke New Delhi

Internasional
Hujan dan Angin Kencang di Aceh, Perjalanan Ferry Dibatalkan hingga Banyak Rumah warga Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Aceh, Perjalanan Ferry Dibatalkan hingga Banyak Rumah warga Rusak

Regional
Cari Buaya di Teluk Jakarta, Sandiaga Akan Bentuk Tim Khusus

Cari Buaya di Teluk Jakarta, Sandiaga Akan Bentuk Tim Khusus

Megapolitan
Gerindra: Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar Rusak Kredibilitas Pemerintah

Gerindra: Iriawan sebagai PJ Gubernur Jabar Rusak Kredibilitas Pemerintah

Nasional
Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Jabar, Ini Langkah Pertama M Iriawan

Dilantik Jadi Penjabat Gubernur Jabar, Ini Langkah Pertama M Iriawan

Regional
Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

Regional
M Iriawan: Kalau Saya Tidak Netral, Sayang Karier Saya

M Iriawan: Kalau Saya Tidak Netral, Sayang Karier Saya

Regional
10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

10 Kasus Ular Vs Manusia di Indonesia

Regional
Sandiaga: Pak SBY Titip Pesan, Insya Allah Kita Bersama-sama di 2019

Sandiaga: Pak SBY Titip Pesan, Insya Allah Kita Bersama-sama di 2019

Megapolitan
Sembunyikan Sepeda hingga Ikan Koi, Pencuri di Tangerang Akan Dites Kejiwaan

Sembunyikan Sepeda hingga Ikan Koi, Pencuri di Tangerang Akan Dites Kejiwaan

Megapolitan
Pengunjung Meningkat, Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan

Pengunjung Meningkat, Sampah Berserakan di Taman Margasatwa Ragunan

Megapolitan
1.720 Personel Kepolisian Disiagakan Hadapi Lonjakan Arus Balik di Jakarta Pusat

1.720 Personel Kepolisian Disiagakan Hadapi Lonjakan Arus Balik di Jakarta Pusat

Megapolitan
Meghan Markle Menangis Saat Ayahnya Berkata Tak Bisa Datang

Meghan Markle Menangis Saat Ayahnya Berkata Tak Bisa Datang

Internasional
Kantor Bank NTT dan Kantor Bapedda Flores Timur Terbakar

Kantor Bank NTT dan Kantor Bapedda Flores Timur Terbakar

Regional

Close Ads X