Kompas.com - 12/09/2017, 13:49 WIB
Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengadakan rapat dengan jajaran Dewan Pakar Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Jumat (21/7/2017). Pertemuan ini digelar atas permintaan DPP Golkar untuk membahas status Setya Novanto yang menjadi tersangka korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKetua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengadakan rapat dengan jajaran Dewan Pakar Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Jumat (21/7/2017). Pertemuan ini digelar atas permintaan DPP Golkar untuk membahas status Setya Novanto yang menjadi tersangka korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Dokter Heri Suseno sebagai dokter yang menangani kesehatan anggota dan pimpinan DPR RI menyambangi Rumah Sakit Siloam, Jakarta, untuk menemui Ketua DPR RI Setya Novanto.

Diketahui, Novanto dibawa ke rumah sakit setelah pingsan saat bermain ping pong di kediamannya, Minggu (10/9/2017).

"Yang saya tahu indikasi vertigo. Yang lain-lain masih pendalaman," ujar Heri saat ditemui si RS Siloam, Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Heri mengatakan, ia hanya sempat memeriksa sekilas kondisi kesehatan Novanto. Menurut dia, pihak rumah sakit lebih berwenang menjelaskan ihwal penyakit yang diderita Novanto.

(Baca: Sakit, Setya Novanto Jalani Serangkaian Tes Kesehatan)

Keputusan dirawatnya Novanto juga merupakan pertimbangan rumah sakit. Heri sebagai dokter DPR tak bisa lagi campur dalam penanganan medis tersebut.

"Kalau di sini yang memeriksa dokter sini. Kami tidak tahu. Hasilnya apa, itu kewenangan rumah sakit," kata Heri.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham sebelumnya mengatakan, gula darah Novanto naik sehingga pingsan saat berolahraga. Menurut dokter Heri, seseorang bisa vertigo jika gula darahnya naik.

Saat ini, kata Heri, Novanyo dalam keadaan sadar. Ia juga bisa diajak berbicara seperti biasa.

Sebelumnya, Setya Novanto tak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi, Senin (11/9/2017), karena sakit. Sedianya, ia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.