Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 11/09/2017, 20:40 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menganggap wajar pendapat yang menilai bahwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK kerap menimbulkan kegaduhan.

Ia menanggapi pernyataan Jaksa Agung HM Prasetyo.

"Kalau misalkan bikin gaduh ya karena kebanyakan yang di-OTT aparat penegak hukum," kata Saut, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/3/2017). 

Jaksa Agung menganggap praktik pemberantasan korupsi melalui operasi tangkap tangan ( OTT) kerap menimbulkan kegaduhan.

OTT juga dinilainya tak mampu meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia.

Namun, Prasetyo tak menyebut penegak hukum yang dimaksudnya kerap melakukan OTT.  

Baca: Menurut Jaksa Agung, OTT Kerap Bikin Gaduh

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode M. Syarief mengatakan, gencarnya OTT yang dilakukan KPK sama sekali tak berkaitan dengan lemahnya fungsi koordinasi dan supervisi.  

OTT merupakan keberhasilan intelijen KPK disertai laporan yang kredibel.

"Jangan dicampuradukkan, itu dua hal berbeda. OTT itu keberhasilan intelijen KPK plus laporan masyarakat yang kredibel. Untuk koordinasi dan supervisi yang sedang ditangani itu kasus bersama oleh kepolisian dan kejaksaan," kata Laode.
.
OTT, lanjut Laode, merupakan operasi yang rahasia dan tertutup sehingga tak terkait dengan fungsi koordinasi dan supervisi. 

Kompas TV Presiden menyatakan, aparat penegak hukum sudah seringkali melakukan operasi tangkap tangan. Tapi ironisnya, tetap ada saja pejabat yang berani menerima suap.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.