KPK Panggil Lima Anggota DPRD Kota Malang dalam Kasus Suap Ketua DPRD

Kompas.com - 11/09/2017, 12:39 WIB
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa ia tidak mendapatkan informasi perihal penyerahan diri anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu ke KPK. Jakarta, Senin (4/9/2017). KOMPAS.com/ MOH NADLIR Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa ia tidak mendapatkan informasi perihal penyerahan diri anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu ke KPK. Jakarta, Senin (4/9/2017).
|
EditorBayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi dalam kasus suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Kelima saksi itu akan diperiksa untuk Ketua DPRD Kota Malang Moch Arief Wicaksono (MAW) yang telah menjadi tersangka kasus ini.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, kelima saksi yang akan diperiksa itu seluruhnya merupakan anggota DPRD Kota Malang. Mereka adalah Sahrawi, Herry Subiantono, Teguh Puji Wahyono, Afdhal Fauza, dan Harun Prasojo.

"Kelimanya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MAW," kata Febri saat dikonfirmasi, Senin (11/9/2017).


(Baca juga: Cegah Kasus Serupa, Pemkot Malang Minta Pendampingan KPK)

Arief sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka untuk dua kasus.

Kasus pertama, Arief ditetapkan sebagai tersangka penerima suap berupa hadiah atau janji, yang diduga berasal dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPUPPB) Jarot Edy Sulistyono.

"Yang bersangkutan diduga menerima hadiah atau janji dari JES, Kadis PUPPB Pemkot Malang tahun 2015," kata Febri, dalam jumpa pers di gedung KPK, Jumat (11/8/2017).

Suap tersebut disebut terkait pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Dalam perkara ini, Arief dan Jarot ditetapkan sebagai tersangka.

"KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka, MAW dan JES," ujar Febri.

Pada perkara kedua, lanjut Febri, Arief selaku Ketua DPRD Kota Malang, diduga menerima suap berupa hadiah atau janji terkait penganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kendung Kandang, dalam APBD Kota Malang Tahun Anggaran 2016 pada 2015.

Nilai proyek pembangunan jembatan tersebut yakni Rp 98 miliar, yang dikerjakan secara multiyears tahun 2016 sampai 2018. Suap tersebut diduga diberikan oleh Komisaris PT ENK, Hendarwan Maruszaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X