Idrus: Itu Foto Jokowi Kita Tulis sebagai Capres 2019, Bukan Presiden

Kompas.com - 09/09/2017, 18:26 WIB
Sekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sabtu (9/9/2017) KOMPAS.com/IHSANUDDINSekjen Partai Golkar Idrus Marham, Sabtu (9/9/2017)
Penulis Ihsanuddin
|
EditorIcha Rastika

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menegaskan, partainya sudah lebih dulu menyosialisasikan Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden 2019.

Menurut dia, sosialisasi sudah dilakukan sejak keputusan untuk mendukung Jokowi diketok dalam forum Rapat Pimpinan Nasional.

"Sejak 28 Juli 2016 lalu kita sudah menyosialisasikan. Itu foto (Jokowi) ada (di berbagai spanduk Golkar) dan kita tulis sebagai capres 2019-2024, bukan Presiden," kata Idrus di Jakarta, Sabtu (9/9/2017).

Idrus menyampaikan hal tersebut dalam menanggapi kehadiran Jokowi pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III relawan Pro Jokowi (Projo).

(Baca juga: Fadli Zon Protes Jokowi Hadiri Rakernas Projo, Ini Tanggapan Istana)

Dalam acara itu, Jokowi mengingatkan soal tugas relawan untuk kampanye karena tahapan pilpres 2019 semakin dekat.

Terkait langkah Jokowi tersebut, Idrus tidak mempermasalahkannya. Ia tidak menganggap Jokowi mengesampingkan peran parpol.

Menurut dia, Golkar tak perlu diminta untuk mulai menyosialisasikan Jokowi sebagai capres 2019.

"Golkar dukung Jokowi tak main-main. Kita sosialisasi mulai dari foto, pikiran-pikiran, diskusi nawacita dan menyosialisasikan program yang ada," ucap Idrus.

(Baca juga: Jokowi: Biar Projo yang Kampanye, Jangan Menteri)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Amnesty: Permintaan Pengembalian Uang Beasiswa Veronica Koman Bentuk Intimidasi

Amnesty: Permintaan Pengembalian Uang Beasiswa Veronica Koman Bentuk Intimidasi

Nasional
Berkaca dari Cekcok Nawawi dan Mumtaz Rais, KPK Ingatkan Pejabat Wajib Beri Contoh Integritas

Berkaca dari Cekcok Nawawi dan Mumtaz Rais, KPK Ingatkan Pejabat Wajib Beri Contoh Integritas

Nasional
Membandingkan Kata Ekonomi dan Kesehatan dalam Pidato Kenegaraan Jokowi...

Membandingkan Kata Ekonomi dan Kesehatan dalam Pidato Kenegaraan Jokowi...

Nasional
Minta Kadernya Tak Takut Di-PAW, Tommy Soeharto: Contohlah Fahri Hamzah

Minta Kadernya Tak Takut Di-PAW, Tommy Soeharto: Contohlah Fahri Hamzah

Nasional
Bareskrim Bagi Peristiwa Djoko Tjandra Menjadi 3 Klaster

Bareskrim Bagi Peristiwa Djoko Tjandra Menjadi 3 Klaster

Nasional
Nawawi Tegur Mumtaz Rais sebagai Sesama Penumpang, KPK: Iktikad Baik Direspons Negatif

Nawawi Tegur Mumtaz Rais sebagai Sesama Penumpang, KPK: Iktikad Baik Direspons Negatif

Nasional
IDI Sarankan Tambah Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Covid-19

IDI Sarankan Tambah Kapasitas Tempat Tidur Rumah Sakit Covid-19

Nasional
Serukan Generasi Muda Peduli Politik, KG Media Hadirkan Politic Entertainment Pertama di Indonesia

Serukan Generasi Muda Peduli Politik, KG Media Hadirkan Politic Entertainment Pertama di Indonesia

Nasional
Kronologi Cekcok Pimpinan KPK Nawawi Pomolango dan Putra Amien Rais di Pesawat Versi KPK

Kronologi Cekcok Pimpinan KPK Nawawi Pomolango dan Putra Amien Rais di Pesawat Versi KPK

Nasional
Penjelasan KPK soal Cekcok antara Nawawi Pomolango dan Anak Amien Rais

Penjelasan KPK soal Cekcok antara Nawawi Pomolango dan Anak Amien Rais

Nasional
Ini Ancaman Hukuman bagi Djoko Tjandra di Kasus Red Notice dan Surat Palsu

Ini Ancaman Hukuman bagi Djoko Tjandra di Kasus Red Notice dan Surat Palsu

Nasional
Soal Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr, Tommy Soeharto: Kita Tidak Akan Biarkan

Soal Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr, Tommy Soeharto: Kita Tidak Akan Biarkan

Nasional
IDI Apresiasi Ucapan Terima Kasih Jokowi kepada Tenaga Medis

IDI Apresiasi Ucapan Terima Kasih Jokowi kepada Tenaga Medis

Nasional
Bareskrim Sita 20.000 Dollar AS Terkait Dugaan Korupsi 'Red Notice' Djoko Tjandra

Bareskrim Sita 20.000 Dollar AS Terkait Dugaan Korupsi "Red Notice" Djoko Tjandra

Nasional
Demi Keselamatan, Protokol Kesehatan Harus Diterapkan di Setiap Tahapan Pilkada 2020

Demi Keselamatan, Protokol Kesehatan Harus Diterapkan di Setiap Tahapan Pilkada 2020

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X