MA: Aparatur Kena OTT, Sanksi Dijatuhkan pada Hari Itu Juga

Kompas.com - 08/09/2017, 14:19 WIB
Palu pengadilan. Palu pengadilan.
Penulis Moh. Nadlir
|
EditorSandro Gatra

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat, Mahkamah Agung, Abdullah mengatakan, pihaknya tidak akan memberi toleransi bagi jajarannya yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana.

Sanksi akan langsung diberikan kepada pelaku.

"MA tidak akan memberikan toleransi kepada aparat MA dan seluruh pegawai badan peradilan di bawahnya, zero tolerance," kata Abdullah di Gedung MA, Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Hal itu disampaikan Abdullah ketika diminta tanggapan kembali tertangkapnya aparat pengadilan.


(baca: Hakim di Bengkulu Terjerat Korupsi, Ketua Pansus Angket Kritik KPK)

Terakhir, KPK melakukan operasi tangkap tangan di Bengkulu.

Tiga orang ditetapkan tersangka, yakni hakim anggota Pengadilan Negeri Tipikor Bengkulu Dewi Suryana, panitera pengganti di PN Tipikor Bengkulu Hendra Kurniawan, dan seorang PNS bernama Syuhadatul Islamy.

Dewi Suryana dan Hendra Kurniawan diduga menerima suap yang diberikan oleh Syuhadatul Islamy. Diduga, suap tersebut diberikan Syuhadatul guna memengaruhi putusan hakim.

"MA tegas apabila ada aparatur kena OTT, maka akan dijatuhkan sanksi pada hari itu juga," tambah Abdullah.

(baca: Kronologi OTT KPK terhadap Hakim dan Panitera PN Bengkulu)

Ia menambahkan, semua yang terlibat kasus di Bengkulu sudah diberhentikan sementara oleh MA.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X