Kompas.com - 08/09/2017, 08:55 WIB
Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf saat berkunjung ke Kota Malang, Kamis (11/8/2016) Kontributor Malang, Andi HartikWakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf saat berkunjung ke Kota Malang, Kamis (11/8/2016)
Penulis Ihsanuddin
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekjen DPP PDI-P Ahmad Basarah mendatangi kiai NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pimpinan KH Anwar Manshur, Kamis (7/9/2017) sore. "Sowan" ini bertujuan mendengarkan aspirasi, masukan, serta pertimbangan para kiai dan ulama NU terkait Pilkada di Jawa Timur 2018 mendatang.

Menurut Basarah, KH Anwar Iskandar  menyampaikan bahwa figur yang diusung NU untuk maju di Pilkada Jatim hanya satu nama, yaitu Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul.

Basarah menyambut baik masukan yang diberikan dan akan melaporkannya kepada Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.

"PDI Perjuangan akan mengadakan rapat kerja tiga pilar partai, yang dihadiri dan dipimpin Ibu Mega. Nanti akan saya sampaikan laporan ini langsung kepada beliau, dan saya pastikan akan menjadi pertimbangan penting dalam mengusung cagub Jatim," kata Basarah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/9/2017) malam.

(Baca: PBNU Nyatakan Netral dalam Pilgub Jatim)

Saat ini, Gus Ipul yang menjabat Wakil Gubernur Jatim, sudah mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa. PKB memiliki 20 kursi DPRD, paling besar di Jawa Timur, dan cukup untuk mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sendiri.

Meski begitu, Gus Ipul tetap mendaftar untuk menjadi calon Gubernur dari PDI-P, yang mempunyai 19 kursi DPRD Jatim.

PKB juga tidak keberatan berkoalisi dengan PDI-P dan mempersilahkan partai berlambang banteng itu memilih wakil yang tepat bagi Gus Ipul.

Menurut Basarah, Kiai Anwar Iskandar juga sepakat posisi cawagub bagi Gus Ipul diserahkan sepenuhnya kepada keputusan Megawati. Kombinasi antara Islam dan nasionalis diyakini akan menjadi perpaduan yang pas untuk merebut suara masyarakat Jawa timur.

(Baca: Khofifah Masih Tunggu Restu Jokowi dan Kiai untuk Maju Pilgub Jatim)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Maruli Simanjuntak Jadi yang ke-44, Ini Daftar Pangkostrad sejak Era Soekarno

Nasional
Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Jejak Karier Maruli Simanjuntak, dari Pengawal Jokowi hingga Jadi Pangkostrad

Nasional
Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Kritik Faisal Basri soal Proyek IKN yang Bebani APBN hingga Peluang Jadi Skandal

Nasional
Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Kasus Covid-19 Bertambah, Epidemiolog Sarankan WFH Ditingkatkan dan Tunda PTM

Nasional
Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Disebut Masuk Radar Kepala Otorita IKN, Risma: Kepala Daerah yang Arsitek Bukan Cuma Saya

Nasional
Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena 'President’s Men' Tak Bisa Dihindari...

Menantu Luhut Jabat Pangkostrad, Pengamat: Fenomena "President’s Men" Tak Bisa Dihindari...

Nasional
Ini Hadiah yang Diberikan Kader PDI-P Saat Ulang Tahun Megawati

Ini Hadiah yang Diberikan Kader PDI-P Saat Ulang Tahun Megawati

Nasional
Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

Penunjukan Mayjen Maruli Simanjuntak Jadi Pangkostrad Dinilai Tak Banyak Berubah dari Pola Sebelumnya

Nasional
Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

Kemenag: Umrah Tetap Dilanjutkan dengan Pengendalian Lebih Ketat

Nasional
Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

Polemik Arteria Dahlan Jadi Pembelajaran Kader, Hasto: Dalam Politik Hati-hati Berbicara

Nasional
Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

Ucapan Arteria soal Kajati Berbahasa Sunda Tak Wakili Partai, Sekjen PDI-P: Kami Tak Punya Tradisi Menjelekkan

Nasional
Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

Maruli Simanjuntak Ditunjuk Jadi Pangkostrad, PDI-P: Jangan Sampai Dipolitisasi

Nasional
Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Soal Penunjukan Mayjen Maruli sebagai Pangkostrad, PDI-P: Bentuk Konsolidasi Politik Pertahanan Negara

Nasional
PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

PDI-P Nilai Penunjukan Maruli sebagai Pangkostrad Berdasarkan Pertimbangan yang Matang

Nasional
Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Korupsi di Lembaga Peradilan, Pukat UGM: Karena Keserakahan

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.