Momen Berkesan, PM Australia Pajang Foto Blusukan ke Pasar Bareng Jokowi

Kompas.com - 06/09/2017, 07:58 WIB
Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kiri, dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke pasar Tanah Abang di Jakarta, 12 November 2015. REUTERSPerdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kiri, dan Presiden Indonesia Joko Widodo saat berkunjung ke pasar Tanah Abang di Jakarta, 12 November 2015.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedatangan Duta Besar RI untuk Australia, Y Kristiarto S Legowo disambut hangat Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, di kantor PM Australia di Gedung Parlemen di Canberra, pada Selasa (4/9/2017).

Kunjungan dilakukan Kristiarto dalam rangka memperkenalkan diri sebagai Dubes RI yang baru untuk Australia usai menyerahkan Surat-surat Kepercayaan dari Presiden Jokowi kepada Gubernur Jenderal Australia, Sir Peter Cosgrove, pada 27 Juni 2017 lalu.

Dalam obrolan santai dengan Kristianto, Turnbull menyebut Presiden Joko Widodo sebagai teman baiknya.

"Ia mengaku tidak dapat melupakan kesannya yang sangat mendalam ketika diajak blusukan ke Pasar Tanah Abang pada bulan November 2015 lalu," tulis KBRI Canberra dalam pernyataan resmi.

(Baca: Gerah, Perdana Menteri Australia Lepas Jas di Pasar Tanah Abang)

Saking terkesannya, Turnbull memamerkan kepada Kristiarto foto dirinya bersama Jokowi di Pasar Tanah Abang. Jokowi dan Turnbull melepas jas dan dasi karena suhu udara yang panas. Foto tersebut dipajang secara khusus di ruang kerja Turnbull.

Pada kesempatan tersebut, Turnbull juga menyampaikan pujian dan kekagumannya terhadap peran dan kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia menganggap Jokowi memberikan pengaruh yang signifikan, bukan hanya di tingkat nasional dan kawasan, melainkan juga dunia.

"Presiden RI juga dinilai mampu menunjukkan contoh yang sangat jelas dan konkret bahwa Islam, demokrasi dan moderasi, sangat relevan, dapat berjalan beriringan serta saling memperkuat," bunyi keterangan tersebut.

Dalam pertemuan itu, dibahas juga sejumlah isu bilateral yang menjadi kepentingan kedua negara. Mulai dari politik-keamanan, ekonomi-perdagangan hingga isu kawasan.

(Baca: Diplomasi Jalan Pagi ala Presiden Jokowi dan PM Turnbull)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 9 Maret: 3.337.026 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 dari Sasaran 40,3 Juta pada Tahap Kedua

UPDATE 9 Maret: 3.337.026 Orang Sudah Divaksinasi Covid-19 dari Sasaran 40,3 Juta pada Tahap Kedua

Nasional
UPDATE 9 Maret: Pemerintah Telah Periksa 11.266.592 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 9 Maret: Pemerintah Telah Periksa 11.266.592 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 9 Maret: Ada 65.480 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 9 Maret: Ada 65.480 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 9 Maret: Ada 144.311 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 9 Maret: Ada 144.311 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 9 Maret: 1.210.877 Orang Sembuh dari Covid-19

UPDATE 9 Maret: 1.210.877 Orang Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE 9 Maret: Tambah 210 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 37.757

UPDATE 9 Maret: Tambah 210 Orang, Total Pasien Covid-19 Meninggal Capai 37.757

Nasional
UPDATE: Tambah 6.389, Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia 1.392.945 Orang

UPDATE: Tambah 6.389, Jumlah Kasus Covid-19 di Indonesia 1.392.945 Orang

Nasional
Pemerintah Akan Sediakan GeNose C19 di Gedung Bioskop

Pemerintah Akan Sediakan GeNose C19 di Gedung Bioskop

Nasional
Epidemiolog: Vaksinasi Tepat untuk Jangka Pendek, tapi Tracing Jauh Lebih Penting

Epidemiolog: Vaksinasi Tepat untuk Jangka Pendek, tapi Tracing Jauh Lebih Penting

Nasional
RUU PKS Diharapkan Dapat Perkuat Pemberian Efek Jera Kepada Pelaku Kejahatan Seksual

RUU PKS Diharapkan Dapat Perkuat Pemberian Efek Jera Kepada Pelaku Kejahatan Seksual

Nasional
KKP Investigasi Kasus Penelantaran 7 ABK Diduga Jadi Korban Kerja Paksa

KKP Investigasi Kasus Penelantaran 7 ABK Diduga Jadi Korban Kerja Paksa

Nasional
AJI Indonesia Nilai Banyak Perusahaan Media Belum Miliki SOP Tangani Kekerasan Seksual

AJI Indonesia Nilai Banyak Perusahaan Media Belum Miliki SOP Tangani Kekerasan Seksual

Nasional
Wamenkes: Tracing Kasus Covid-19 Masih Jadi PR Besar

Wamenkes: Tracing Kasus Covid-19 Masih Jadi PR Besar

Nasional
'Perempuan Selalu Ditempatkan di Posisi Bersalah Meskipun Ia Korban...'

"Perempuan Selalu Ditempatkan di Posisi Bersalah Meskipun Ia Korban..."

Nasional
BIN: Mutia Disuntik Vaksin Covid-19 di Poliklinik, Bukan Rumah

BIN: Mutia Disuntik Vaksin Covid-19 di Poliklinik, Bukan Rumah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X