Jernih Melihat Dunia: Kepedulian Bersama dalam Idul Adha hingga Rohingya - Kompas.com

Jernih Melihat Dunia: Kepedulian Bersama dalam Idul Adha hingga Rohingya

Kompas.com - 04/09/2017, 15:58 WIB
Pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah menyebrangi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Minggu (3/9/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMAD PONIR HOSSAIN Pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah menyebrangi perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Minggu (3/9/2017).

KOMPAS.com - Perayaan Idul Adha 1438 Hijriah, Jumat (1/9/2017), mengajarkan kita untuk tetap setia bertakwa pada Sang Khalik dan peduli akan sesama. Pesan ini menjadi tema sejumlah artikel di Kompas.com dalam bingkai " Jernih Melihat Dunia" sepanjang pekan lalu.

Selain itu, Kompas.com juga mengangkat berbagai artikel lain yang mengingatkan kita untuk tetap melihat harapan masa depan yang lebih baik, menjernihkan pandangan, dan menghargai perbedaan.

Berikut rangkuman artikel-artikel "Jernih Melihat Dunia" pekan lalu.

Umat muslim melaksanakan sholat Idul Adha 1438 Hijriyah di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2017). Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban identik dengan penyembelihan hewan kurban dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, Idul Adha tahun ini diperingati umat muslim Indonesia pada hari Jumat.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Umat muslim melaksanakan sholat Idul Adha 1438 Hijriyah di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2017). Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban identik dengan penyembelihan hewan kurban dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, Idul Adha tahun ini diperingati umat muslim Indonesia pada hari Jumat.

Bersama merayakan Idul Adha

Ada yang berbeda dalam perayaan hari raya Idul Adha 1438 H di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Jumat (1/9/2017). Jika selama ini kepanitiaan, pendistribusian, hingga penerima hewan kurban adalah warga beragama Islam, kali ini warga non Muslim di sana turut mengambil bagian.

Roby Laguhi, salah satu tokoh pemuda non Muslim Tobelo, merasa perayaan Idul Adha tahun ini sangat istimewa. Itu karena warga non Muslim ikut dilibatkan dalam menyembelih hingga membagikan daging kurban.

Ini penanda baik bagi daerah bekas konflik 1999/2000 tersebut. Warga merasa keakraban antarumat beragama di Halmahera Utara menjadi semakin kuat.

Baca selengkapnya dalam artikel "Ketika Warga Non Muslim Ikut Jadi Panitia Pembagian Hewan Kurban..."

Retno Puji Astuti, mahasiswi cumlaude usai merayakan kelulusan bersama kedua orang tuanya, Wakijo dan Supri Mulyani yang terlahir sebagai tunanetra. Tribun Jogja/Ikrar Gilang Retno Puji Astuti, mahasiswi cumlaude usai merayakan kelulusan bersama kedua orang tuanya, Wakijo dan Supri Mulyani yang terlahir sebagai tunanetra.

Prestasi Retno Puji Astuti

Namanya Retno Puji Astuti. Ia besar dalam keluarga sederhana. Kedua orangtua tunanetra. Sejak kecil, Retno terbiasa membantu mencari penghasilan tambahan untuk kehidupan sehari-hari.

Retno juga bekerja keras agar meraih prestasi dalam studinya. Perjuangannya terbayar dengan mendapat beasiswa kuliah. Dan, bukan sekadar beasiswa yang diterimanya, ia juga lulus dengan predikat cumlaude (indeks prestasi kumulatif 3,72) sebagai calon bidan.

"Sejak kecil memang sudah nyari uang sendiri untuk biaya sekolah, dulu pas SD juga dapat uang beasiswa, itu saya tabung buat biaya kuliah," ujar Retno, Rabu (30/8/2017).

Seperti apa jatuh bangun perjalanan Retno? Simak dalam artikel "Perjuangan Retno, Terlahir dari Orangtua Tunanetra, Cari Beasiswa untuk Kuliah dan Lulus Cumlaude"

Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9/2017).ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMAD PONIR HOSSAIN Sekelompok pengungsi Rohingya berjalan di jalan berlumpur setelah melewati perbatasan Bangladesh-Myanmar di Teknaf, Bangladesh, Jumat (1/9/2017).

Simpati untuk Rohingya

Kekerasan terhadap warga Rohingya di Myanmar kembali menjadi sorotan dunia. Di tengah banyak kecaman terhadap pemerintah Myanmar, sejumlah elemen masyarakat Indonesia dari berbagai suku dan agama tergerak untuk menggalang solidaritas nyata bagi warga Rohingya.

Minggu (3/9/2017) siang, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar bertemu dengan Bhiksu Dutavira Mahastavira atau Suhu Benny dan pemuka agama Buddha lainnya di Wihara Dharma Bakti, Glodok, Jakarta Barat.

Pertemuan itu untuk mencari tahu duduk permasalahan yang terjadi di Myanmar. Dari sana, Muhaimin menegaskan bahwa peristiwa kekerasan yang terjadi tersebut tidak ada kaitannya dengan konflik agama antara umat Islam dan Buddha.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berkomunikasi dengan pemerintah Myanmar dan Bangladesh terkait hal ini.

Presiden meminta agar Myanmar memberi perlindungan pada warganya dan memberi akses pemberian bantuan bagi warga yang mengungsi.

Baca juga liputan khusus "Derita Rohingya".


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorLaksono Hari Wiwoho
Komentar

Terkini Lainnya

Anies: Jakarta Fair di Kemayoran Kondisinya Aman dan Stabil

Anies: Jakarta Fair di Kemayoran Kondisinya Aman dan Stabil

Megapolitan
Ini Perbedaan Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Ini Perbedaan Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Edukasi
PP Muhammadiyah Minta Agar Istilah Radikalisasi Dihapus di RUU Antiterorisme

PP Muhammadiyah Minta Agar Istilah Radikalisasi Dihapus di RUU Antiterorisme

Nasional
Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

Pesona Masjid Besar Suruh, Sisa Kejayaan Zaman Mataram 2 Abad Silam

Regional
Jebol Tembok Kantor Pegadaian di Bekasi dan Depok, Pelaku Pura-pura Sewa Kontrakan

Jebol Tembok Kantor Pegadaian di Bekasi dan Depok, Pelaku Pura-pura Sewa Kontrakan

Megapolitan
KPU Sebut Logistik Kotak Suara Pilkada 2018 Telah Tersebar di Semua Daerah

KPU Sebut Logistik Kotak Suara Pilkada 2018 Telah Tersebar di Semua Daerah

Nasional
Kata Pimpinan KPK, Mantan Napi Koruptor Bisa 'Nyaleg' Asalkan...

Kata Pimpinan KPK, Mantan Napi Koruptor Bisa "Nyaleg" Asalkan...

Nasional
Dahnil: RUU Antiterorisme Seperti Menyeret ke Orde Baru...

Dahnil: RUU Antiterorisme Seperti Menyeret ke Orde Baru...

Nasional
Bawa Pistol Sambil Mengajar, Guru SD di OKU Timur DItangkap Polisi

Bawa Pistol Sambil Mengajar, Guru SD di OKU Timur DItangkap Polisi

Regional
'Bila Gubernur Mau Datang Beri Bantuan, Lebih Baik dalam Bentuk Finansial'

"Bila Gubernur Mau Datang Beri Bantuan, Lebih Baik dalam Bentuk Finansial"

Megapolitan
KPK Tangkap Bupati dan 9 Orang di Buton Selatan

KPK Tangkap Bupati dan 9 Orang di Buton Selatan

Nasional
Saat Jokowi Menguji Anak-anak Muda Visioner Melafalkan Pancasila...

Saat Jokowi Menguji Anak-anak Muda Visioner Melafalkan Pancasila...

Nasional
Pria yang Hina Jokowi Dalam Sebuah Video Disebut Akan Serahkan Diri

Pria yang Hina Jokowi Dalam Sebuah Video Disebut Akan Serahkan Diri

Megapolitan
Jaringan Kemendagri Terputus 2 Minggu, Ribuan Warga Perbatasan Nunukan Tidak Bisa Cetak E-KTP

Jaringan Kemendagri Terputus 2 Minggu, Ribuan Warga Perbatasan Nunukan Tidak Bisa Cetak E-KTP

Regional
Ali Mochtar Ngabalin Jadi Tenaga Ahli KSP, Ini Kata Airlangga Hartarto

Ali Mochtar Ngabalin Jadi Tenaga Ahli KSP, Ini Kata Airlangga Hartarto

Nasional

Close Ads X