Muhammad Sufyan
Dosen

Dosen Digital Public Relations Telkom University, Mahasiswa Doktoral Agama dan Media UIN SGD Bandung. Salah seorang pemenang call for paper Konferensi Nasional Tata Kelola Pemilu Indonesia KPU RI 2019.

Khotbah yang Mempersatukan Hater dan Lover

Kompas.com - 04/09/2017, 15:35 WIB
Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham menyampaikan ceramah saat Istighosah dan Zikir Akbar bertema Merah Putih Berzikir Sambut Kemerdekaan Di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/8/2017). Istighosah dan Zikir yang dipimpin oleh KH Arifin Ilham ini guna menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/17. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham menyampaikan ceramah saat Istighosah dan Zikir Akbar bertema Merah Putih Berzikir Sambut Kemerdekaan Di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/8/2017). Istighosah dan Zikir yang dipimpin oleh KH Arifin Ilham ini guna menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/17.
EditorAna Shofiana Syatiri

TERUTAMA sejak tahun lalu, persisnya imbas Pilgub Jakarta dua putaran, aktivitas mulia dakwah khususnya khotbah kerap jadi sorotan. Bahkan publik dibuat gaduh karenanya, hingga muncul wacana kontroversial tentang sertifikasi pendakwah.   

Terakhir, khotbah Id Adha di Pondok Gede, Jakarta, ramai di warganet karena kontennya dinilai tendensius. Ini mengikuti ramai berita khotbah Ied Fitri 2017 lalu di Alun-Alun Wonosari, Yogya, yang kala itu dianggap bermuatan politis.

Seperti apakah posisi komunikasi publik dalam Islam? Apakah betul sama sekali tak boleh ada kritik dan tafsir sosial dalam konten khotbah khususnya? Bagaimana audiens (mad'u) harus bersikap ketika konten dakwah ditransmisikan da'i?    

Ada beberapa pendekatan singkat dan sederhana yang bisa diberikan. Pertama, khotbah tentu saja derivatif dari aktivitas dakwah --sebuah kata kerja dalam bahasa Arab, da'a-yad'u, yang artinya memanggil, mengajak, atau menyeru.

Sedemikian pentingnya dakwah dalam Islam, merujuk Dakwah di Era Media Baru (Moch. Fakhruroji, 2017), maka Al Quran mengulang kata tersebut dan derivasinya sebanyak 321 kali. Tak hanya itu, kata lain yang terkait pun direpitisi oleh-Nya.

Secara berurutan, selanjutnya adalah tadzkirah (memberi nasihat, memberitahukan, membangkitkan, dan perhatian kewaspadaan) 293 kali; tanzir (memeringatkan) 130 kali, tabsyir (mengabarkan berita gembira) 86 kali, tabligh (menyampaikan) dan derivasinya 76 kali, tausiah (menasihati) 32 kali, nashihat (nasehat) 13 kali, dan amar ma'ruf (mengajak kebaikan) sembilan kali.

Jika menilik ini saja, kuantitatif komunikasi publik Islam ditekankan untuk memanggil/mengajak, dengan membangkitkan atensi, memeringatkan, dan mengabarkan berita gembira. Kemudian, menyampaikan kebenaran dengan menasihati serta mengajak kepada kebaikan.  
 
Kedua, esensi aktivitas komunikasi adalah menciptakan kesetaraan pemahaman (to make common) sehingga pesan tersampaikan dan lebih lanjutnya diharapkan ada perubahan sikap dan prilaku setelah komunikan terpapar konten komunikasi.

Namun hal ideal ini tentu tidak turun dari langit. Selalu ada tantangan untuk peroleh hasil optimal tersebut, antara lain komunikator mampu melingkupi latar belakang dan pengalaman multivariatif dari khalayak atau lazim disebut field of experience dan frame of reference.  

Jika kemudian muncul feedback datar bahkan negatif sampai kontraproduktif, alih-alih pesan sampai dan merubah prilaku, maka komunikator (baca: da'i) perlu melihat polah diri berkomunikasi sekaligus kontennya yang kemungkinan bertabrakan kebutuhan mad'u.

Ketiga, tantangan para komunikator dakwah saat ini adalah fragmentasi yang cukup kuat di masyarakat sebagai imbas pilihan politik. Betapa pecinta kuat dan pembenci akut, hater and lover, bertebaran di hadapan podium mimbar.

Tak mudah merangkul keduanya meski bukan tidak mungkin. Meski sebaliknya, pemaparan fakta secara dalil naqli dan dalil aqli secara utuh pun harus siap dengan berbagai respons "ajaib" sebagai imbas rasa berlebihan yang tak mampu melihat jernih.     
 
Singkat kata, dalam hemat penulis, gaduh khotbah pada hari ini adalah respons normal bukan hal yang harus menyurutkan apalagi menghentikan seorang da'i dalam berdakwah --hampir 800 ayat Al Quran menegaskan pentingnya aktivitas tersebut.

Yang urgent dan mutlak diperlukan adalah peningkatan kemampuan penceramah dalam berlaku dan membuat konten komunikasi yang mampu mengayomi field of experience dan frame of reference super heterogen, sekaligus bisa mempersatukan hater and lover karena terciptanya to make common yang disatukan melalui konten dakwah. Tak mudah, namun mungkin!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Kini Jadi Pangkostrad

Profil Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Menantu Luhut yang Kini Jadi Pangkostrad

Nasional
Tanggapi RUU BUMDes, Gus Halim: UU Cipta Kerja Sudah Holistik dan Komprehensif

Tanggapi RUU BUMDes, Gus Halim: UU Cipta Kerja Sudah Holistik dan Komprehensif

Nasional
Pasien Omicron Kini Bisa Isolasi di Rumah, Berapa Lama Durasinya?

Pasien Omicron Kini Bisa Isolasi di Rumah, Berapa Lama Durasinya?

Nasional
Menantu Luhut Binsar Pandjaitan, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Pangkostrad

Menantu Luhut Binsar Pandjaitan, Mayjen TNI Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Pangkostrad

Nasional
Gus Halim: Minyak Goreng Satu Harga Penting Demi Wujudkan Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan

Gus Halim: Minyak Goreng Satu Harga Penting Demi Wujudkan Desa Tanpa Kemiskinan dan Kelaparan

Nasional
Simak Kriteria Pasien Omicron yang Wajib Dirawat di RS dan Boleh Isolasi di Rumah

Simak Kriteria Pasien Omicron yang Wajib Dirawat di RS dan Boleh Isolasi di Rumah

Nasional
Gelombang Ketiga Covid-19 di Depan Mata, Kasus Harian Kembali Catat Rekor

Gelombang Ketiga Covid-19 di Depan Mata, Kasus Harian Kembali Catat Rekor

Nasional
Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Jasa Raharja Jamin Korban Kecelakaan di Muara Rapak, Balikpapan, Dapat Santunan

Nasional
Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Menanti Calon Pemimpin Ibu Kota Negara Pesaing Ahok yang Punya Background Arsitek

Nasional
Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Kepala Badan Otorita IKN Disebut Harus Punya Kemampuan Berhubungan dengan Investor

Nasional
Megaproyek 'Nusantara': Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Megaproyek "Nusantara": Ngebutnya UU IKN, Beban Berat APBN dan Rakyat yang Terancam

Nasional
UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, 'Positivity Rate' PCR 7,92 Persen

UPDATE 21 Januari: 292.405 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, "Positivity Rate" PCR 7,92 Persen

Nasional
UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

UPDATE 21 Januari: Sebaran Kasus Baru Covid-19, 1.484 di DKI

Nasional
UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 21 Januari: 5.896 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

UPDATE 21 Januari: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 2, Total Jadi 144.201

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.