Khotbah yang Mempersatukan Hater dan Lover

Kompas.com - 04/09/2017, 15:35 WIB
Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham menyampaikan ceramah saat Istighosah dan Zikir Akbar bertema Merah Putih Berzikir Sambut Kemerdekaan Di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/8/2017). Istighosah dan Zikir yang dipimpin oleh KH Arifin Ilham ini guna menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/17. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALPimpinan Majelis Az-Zikra Ustaz Muhammad Arifin Ilham menyampaikan ceramah saat Istighosah dan Zikir Akbar bertema Merah Putih Berzikir Sambut Kemerdekaan Di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/8/2017). Istighosah dan Zikir yang dipimpin oleh KH Arifin Ilham ini guna menyambut HUT ke-72 Kemerdekaan RI. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww/17.
EditorAna Shofiana Syatiri

TERUTAMA sejak tahun lalu, persisnya imbas Pilgub Jakarta dua putaran, aktivitas mulia dakwah khususnya khotbah kerap jadi sorotan. Bahkan publik dibuat gaduh karenanya, hingga muncul wacana kontroversial tentang sertifikasi pendakwah.   

Terakhir, khotbah Id Adha di Pondok Gede, Jakarta, ramai di warganet karena kontennya dinilai tendensius. Ini mengikuti ramai berita khotbah Ied Fitri 2017 lalu di Alun-Alun Wonosari, Yogya, yang kala itu dianggap bermuatan politis.

Seperti apakah posisi komunikasi publik dalam Islam? Apakah betul sama sekali tak boleh ada kritik dan tafsir sosial dalam konten khotbah khususnya? Bagaimana audiens (mad'u) harus bersikap ketika konten dakwah ditransmisikan da'i?    

Ada beberapa pendekatan singkat dan sederhana yang bisa diberikan. Pertama, khotbah tentu saja derivatif dari aktivitas dakwah --sebuah kata kerja dalam bahasa Arab, da'a-yad'u, yang artinya memanggil, mengajak, atau menyeru.

Sedemikian pentingnya dakwah dalam Islam, merujuk Dakwah di Era Media Baru (Moch. Fakhruroji, 2017), maka Al Quran mengulang kata tersebut dan derivasinya sebanyak 321 kali. Tak hanya itu, kata lain yang terkait pun direpitisi oleh-Nya.

Secara berurutan, selanjutnya adalah tadzkirah (memberi nasihat, memberitahukan, membangkitkan, dan perhatian kewaspadaan) 293 kali; tanzir (memeringatkan) 130 kali, tabsyir (mengabarkan berita gembira) 86 kali, tabligh (menyampaikan) dan derivasinya 76 kali, tausiah (menasihati) 32 kali, nashihat (nasehat) 13 kali, dan amar ma'ruf (mengajak kebaikan) sembilan kali.

Jika menilik ini saja, kuantitatif komunikasi publik Islam ditekankan untuk memanggil/mengajak, dengan membangkitkan atensi, memeringatkan, dan mengabarkan berita gembira. Kemudian, menyampaikan kebenaran dengan menasihati serta mengajak kepada kebaikan.  
 
Kedua, esensi aktivitas komunikasi adalah menciptakan kesetaraan pemahaman (to make common) sehingga pesan tersampaikan dan lebih lanjutnya diharapkan ada perubahan sikap dan prilaku setelah komunikan terpapar konten komunikasi.

Namun hal ideal ini tentu tidak turun dari langit. Selalu ada tantangan untuk peroleh hasil optimal tersebut, antara lain komunikator mampu melingkupi latar belakang dan pengalaman multivariatif dari khalayak atau lazim disebut field of experience dan frame of reference.  

Jika kemudian muncul feedback datar bahkan negatif sampai kontraproduktif, alih-alih pesan sampai dan merubah prilaku, maka komunikator (baca: da'i) perlu melihat polah diri berkomunikasi sekaligus kontennya yang kemungkinan bertabrakan kebutuhan mad'u.

Ketiga, tantangan para komunikator dakwah saat ini adalah fragmentasi yang cukup kuat di masyarakat sebagai imbas pilihan politik. Betapa pecinta kuat dan pembenci akut, hater and lover, bertebaran di hadapan podium mimbar.

Tak mudah merangkul keduanya meski bukan tidak mungkin. Meski sebaliknya, pemaparan fakta secara dalil naqli dan dalil aqli secara utuh pun harus siap dengan berbagai respons "ajaib" sebagai imbas rasa berlebihan yang tak mampu melihat jernih.     
 
Singkat kata, dalam hemat penulis, gaduh khotbah pada hari ini adalah respons normal bukan hal yang harus menyurutkan apalagi menghentikan seorang da'i dalam berdakwah --hampir 800 ayat Al Quran menegaskan pentingnya aktivitas tersebut.

Yang urgent dan mutlak diperlukan adalah peningkatan kemampuan penceramah dalam berlaku dan membuat konten komunikasi yang mampu mengayomi field of experience dan frame of reference super heterogen, sekaligus bisa mempersatukan hater and lover karena terciptanya to make common yang disatukan melalui konten dakwah. Tak mudah, namun mungkin!

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Periksa Mantan Wabup Lampung Utara, KPK Telusuri Dana Kampanye Mustafa

Periksa Mantan Wabup Lampung Utara, KPK Telusuri Dana Kampanye Mustafa

Nasional
Kata Mahfud MD, Jokowi Pernah Sampaikan Laporan ke KPK tapi Tak Disentuh

Kata Mahfud MD, Jokowi Pernah Sampaikan Laporan ke KPK tapi Tak Disentuh

Nasional
Bicara soal Insiden Mega-Paloh, Jokowi Tegaskan Koalisinya Rukun

Bicara soal Insiden Mega-Paloh, Jokowi Tegaskan Koalisinya Rukun

Nasional
Di hadapan Jokowi, Surya Paloh Sebut Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Di hadapan Jokowi, Surya Paloh Sebut Nasdem Akan Gelar Konvensi Capres 2024

Nasional
Undang Tokoh Masyarakat, Mahfud MD Bahas Perppu KPK dan Penegakan Hukum

Undang Tokoh Masyarakat, Mahfud MD Bahas Perppu KPK dan Penegakan Hukum

Nasional
Surya Paloh ke Jokowi: Ingin Saya Peluk Erat, tapi Enggak Bisa...

Surya Paloh ke Jokowi: Ingin Saya Peluk Erat, tapi Enggak Bisa...

Nasional
Tak Hanya di Gerindra, Dahnil Juga Ditunjuk Prabowo Jadi Jubirnya di Kemenhan

Tak Hanya di Gerindra, Dahnil Juga Ditunjuk Prabowo Jadi Jubirnya di Kemenhan

Nasional
Surya Paloh: Jangan Ragukan Lagi Sayang Saya ke Mbak Mega

Surya Paloh: Jangan Ragukan Lagi Sayang Saya ke Mbak Mega

Nasional
Fadli Zon: Pertahanan Kita Harus Bertumpu pada Rakyat yang Terlatih Bela Negara

Fadli Zon: Pertahanan Kita Harus Bertumpu pada Rakyat yang Terlatih Bela Negara

Nasional
Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Akui Cemburu dengan Presiden PKS, Jokowi Peluk Erat Surya Paloh di Kongres Nasdem

Nasional
Kuasa Hukum Kemenag Sebut Penertiban Lahan UIII Sesuai Aturan

Kuasa Hukum Kemenag Sebut Penertiban Lahan UIII Sesuai Aturan

Nasional
Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam

Kasus Suap Jabatan, Istri Wali Kota Medan Jalani Pemeriksaan Hampir 10 Jam

Nasional
Belum Terima Surat Panggilan, Anak Yasonna Urung Diperiksa KPK

Belum Terima Surat Panggilan, Anak Yasonna Urung Diperiksa KPK

Nasional
Jokowi, Megawati, AHY, hingga Presiden PKS Hadiri HUT Partai Nasdem

Jokowi, Megawati, AHY, hingga Presiden PKS Hadiri HUT Partai Nasdem

Nasional
Fadli Zon Sebut Debat antara Prabowo dan Politisi PDI-P karena Salah Paham

Fadli Zon Sebut Debat antara Prabowo dan Politisi PDI-P karena Salah Paham

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X