Unggah Foto 'Hoax' Pembantaian Rohingya, Tifatul Minta Maaf - Kompas.com

Unggah Foto 'Hoax' Pembantaian Rohingya, Tifatul Minta Maaf

Kompas.com - 04/09/2017, 14:16 WIB
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Tifatul Sembiring di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/3/2017).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS Tifatul Sembiring di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/3/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Politisi PKS Tifatul Sembiring mengaku keliru mengunggah foto korban pembantaian etnis muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar di akun twitter pribadinya.

Kejadian tersebut sempat ramai ditanggapi oleh netizen. Salah satunya oleh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul ulama (PICNU) Amerika Serikat, Akhmad Sahal melalui akun twitternya.

Sahal langsung mengoreksi foto yang diunggah Tifatul.

Awalnya, Tifatul bermaksud menunjukan kepada netizen ihwal pembantaian etnis muslim Rohingya melalui foto tersebut.

Namun, ternyata foto tersebut bukan menggambarkan pembantaian etnis muslim Rohingya, melainkan peristiwa Tak Bai di Thailand yang telah berlangung pada 2004 silam.

Tifatul mengaku dikirimi foto tersebut oleh sesama anggota Komisi III DPR. Namun, ia enggan menyebut siapa anggota Komisi III yang mengirim foto tersebut.

"Foto itu banyak lho. Saya juga sudah koreksi bisa aja kita salah dalam menerima. Salah kita koreksi, kan gitu. Koreksi yang penting," ujar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/9/2017).

Ia juga mengaku telah meminta maaf kepada Sahal dan meminta kejadian tersebut tidak dibesar-besarkan.

"Itupun cc ke Akhmad Sahal. Saya minta maaf ke dia. biasa saja. Jangan terlalu baper. Kalau baper pasti mati sendiri," ucap Tifatul.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorSandro Gatra
Komentar

Terkini Lainnya

Bupati Kepulauan Seribu: Penataan Pulau Pari Tunggu Sengketa Selesai

Bupati Kepulauan Seribu: Penataan Pulau Pari Tunggu Sengketa Selesai

Megapolitan
Kalahkan Jepang, Singapura Jadi Negara Paling Aman di Dunia

Kalahkan Jepang, Singapura Jadi Negara Paling Aman di Dunia

Internasional
Ali Mochtar Ngabalin: Saya Berkewajiban Memberi Tahu Pemerintah Menjalankan Tugas Mulia

Ali Mochtar Ngabalin: Saya Berkewajiban Memberi Tahu Pemerintah Menjalankan Tugas Mulia

Nasional
Anies Pastikan Perluasan Ganjil-Genap Hanya Berlaku Selama Asian Games

Anies Pastikan Perluasan Ganjil-Genap Hanya Berlaku Selama Asian Games

Megapolitan
Petugas Mulai Bersihkan Abu Merapi yang Selimuti Candi Borobudur

Petugas Mulai Bersihkan Abu Merapi yang Selimuti Candi Borobudur

Regional
Komisi I dan Panglima TNI Gelar Rapat Bahas Pengaktifan Koopsusgab

Komisi I dan Panglima TNI Gelar Rapat Bahas Pengaktifan Koopsusgab

Nasional
Sebuah Istana Kuno Perancis Dijual dengan Harga Rp 182.000

Sebuah Istana Kuno Perancis Dijual dengan Harga Rp 182.000

Internasional
Tipu Penumpang Asing, Staf Stasiun Kereta Api Cepat di Jepang Dipecat

Tipu Penumpang Asing, Staf Stasiun Kereta Api Cepat di Jepang Dipecat

Internasional
Pemprov DKI Siapkan Kendaraan Menuju Venue Asian Games

Pemprov DKI Siapkan Kendaraan Menuju Venue Asian Games

Megapolitan
Berkah Pilgub Jatim bagi Ibu-ibu Pelipat Kertas Surat Suara

Berkah Pilgub Jatim bagi Ibu-ibu Pelipat Kertas Surat Suara

Regional
Berhak Daftar Caleg, PAN Sebut Mantan Terpidana Korupsi Tak Bersalah

Berhak Daftar Caleg, PAN Sebut Mantan Terpidana Korupsi Tak Bersalah

Nasional
Selama Asian Games, 'Volunteer' Bisa Naik Bus Transjakarta Gratis ke 'Venue'

Selama Asian Games, "Volunteer" Bisa Naik Bus Transjakarta Gratis ke "Venue"

Megapolitan
Puluhan Gelandangan dan Manusia Gerobak Terjaring Razia Pekat di Jaktim

Puluhan Gelandangan dan Manusia Gerobak Terjaring Razia Pekat di Jaktim

Megapolitan
Melihat Tahanan Narkoba Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil Kejahatannya...

Melihat Tahanan Narkoba Musnahkan Sabu dan Ekstasi Hasil Kejahatannya...

Megapolitan
Ali Mochtar Ngabalin: Dalam Konsep Agama, Pemerintah Tidak Boleh Difitnah dan Dicaci Maki

Ali Mochtar Ngabalin: Dalam Konsep Agama, Pemerintah Tidak Boleh Difitnah dan Dicaci Maki

Nasional

Close Ads X