Pilkada Jawa Barat, PKS Sebut Ada Barter dengan PAN

Kompas.com - 03/09/2017, 21:12 WIB
Presiden PKS, Mohamad Sohibul Iman (tengah) saat memberikan pernyataan pers bersama jajaran pimpinan PKS di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (3/9/2017). KOMPAS.com/Nabilla TashandraPresiden PKS, Mohamad Sohibul Iman (tengah) saat memberikan pernyataan pers bersama jajaran pimpinan PKS di Kantor DPP PKS Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (3/9/2017).
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Sinyal dukungan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu di Pilkada Jawa Barat menguat. Terlebih setelah Bima Arya memutuskan tak ingin mencalonkan diri.

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menyebut bahwa PAN menyatakan siap mendukung Deddy-Syaikhu di Jabar, namun sebagai gantinya meminta dukungan PKS di pilkada kabupaten/kota.

"Komunikasi kami dengan Pak Zulkifli Hasan (ketum PAN), mengatakan PAN siap mendukung Demiz-Syaikhu dengan tanpa mendapatkan wakil maupun gubernur tapi mereka minta didukung di kabupaten/kota," ujar Sohibul seusai konferensi pers di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (3/9/2017).

Salah satu daerah tersebut adalah Kota Bogor ketika Bima Arya berpotensi kembali mencalonkan diri. Oleh karena itu, PKS berupaya untuk memberikan dukungan kepada Bima Arya di Pilkada Kota Bogor.


"Insya Allah dengan keputusan Bima Arya yang tetap menjadi calon wali kota di Bogor, PKS akan memberikan dukungannya karena pan memberikan dukungannya (di Jabar)," sambung dia.

Baca juga: PKS Usung Deddy Mizwari-Ahmad Syaikhu di Pilkada Jawa Barat

Barter dukungan politik dianggapnya wajar. Sebab, dalam mengusung kepala daerah, hanya ada dua posisi yang akan didapatkan, yakni gubernur dan wakil gubernur. Oleh karena itu, maksimal hanya dua partai yang bisa menaruh wakilnya di dua posisi itu.

"(Kalau) tiga partai ada yang enggak dapat," ucap Sohibul.  

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengambil keputusan untuk tidak maju dalam pesta demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilkada) Jawa Barat 2018. Bima mengaku, saat ini dirinya ingin lebih fokus menata Kota Bogor. Menurutnya, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Kalau saya maju (Pilkada Jabar) itu meninggalkan gelanggang. Otomatis harus berkampanye, melobi, segala macam," ucap Bima, di gedung Kemuning Gading, Balai Kota Bogor, Rabu (30/8/2017).

Bima menambahkan, saat ini dirinya ingin menuntaskan pekerjaanya sebagai wali kota dengan baik. Sebab masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi seperti masalah sosial, kemacetan, dan infrastruktur.

Baca juga: PAN Fokus Menangkan Pilkada Jawa Barat 2018 

Sebelumnya, terkait Pilkada Jabar, PAN mengerucutkan keputusannya kepada dua opsi. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan pada rapimnas PAN di Bandung beberapa waktu lalu menyampaikan, opsi pertama adalah mengusung Deddy Mizwar. Kedua, mengusung Ridwan Kamil dan memasangkannya dengan kader PAN, yakni Bima Arya.

PAN akan mengusung Ridwan Kamil jika bisa menempatkan Bima sebagai wakilnya. Namun, jika tak bisa menjadikan Bima sebagai cawagub pendamping Ridwan, maka PAN akan beralih mendukung Deddy Mizwar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Mahfud MD, Komnas HAM, dan Jaksa Agung Bertemu, Bahas Penuntasan 11 Kasus Pelanggaran HAM Masa Lalu

Nasional
Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

Komnas HAM: Jika Pendekatan Pemkot Baik, Warga Tamansari Bersedia Dimediasi

Nasional
Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

Hari HAM Sedunia, Komnas HAM Surati Jokowi soal Tiga Masalah Utama

Nasional
Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Wawancara Khusus - Mahfud MD Menjawab Rumor hingga Bicara Upaya Atasi Industri Hukum - (Bagian 1 dari 2 Tulisan)

Nasional
Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

Jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Mendagri Instruksikan Ini ke Kepala Daerah

Nasional
Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

Kasus Tamansari, Komnas HAM Minta Kapolda Jawa Barat Tegur Anak Buahnya

Nasional
PKPI Tak Persoalkan Dana Parpol, Ada atau Tak Ada Optimistis Tetap Eksis

PKPI Tak Persoalkan Dana Parpol, Ada atau Tak Ada Optimistis Tetap Eksis

Nasional
LPSK Pastikan Lindungi Keluarga Randi-Yusuf dari Intimidasi

LPSK Pastikan Lindungi Keluarga Randi-Yusuf dari Intimidasi

Nasional
Berkat Jalur Layang KA, Waktu Tempuh Stasiun Medan - Bandara Kualanamu Hanya 28 Menit

Berkat Jalur Layang KA, Waktu Tempuh Stasiun Medan - Bandara Kualanamu Hanya 28 Menit

Nasional
Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Ketua DPR: Jangan Sampai Penggusuran Rugikan Masyarakat dan Semena-mena

Nasional
Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Ketum PKPI: Kalau Dana Parpol Harus Terbuka, Kami Siap...

Nasional
Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Libur Natal dan Tahun Baru 2020, Pemerintah Antisipasi Ancaman Teror hingga Sweeping

Nasional
Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Dilema Pekerja Media, Membela dan Jadi Korban Pelanggaran HAM

Nasional
Alasan Rekam Jejak, Jokowi Tunjuk Wiranto Jadi Ketua Wantimpres

Alasan Rekam Jejak, Jokowi Tunjuk Wiranto Jadi Ketua Wantimpres

Nasional
PPP Minta Anggota Dewan Pengawas KPK Tak Aktif di Parpol

PPP Minta Anggota Dewan Pengawas KPK Tak Aktif di Parpol

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X