Kompas.com - 03/09/2017, 19:01 WIB
Mantan Pelapor Khusus PBB untuk Situasi HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman ditemui usai acara diskusi yang digelar oleh Amnesti Internasional Indonesia, di kantor, Gedung HDI Hive Menteng, Jakarta, Pusat, Selasa (7/6/2017). KOMPAS.com/FACHRI FACHRUDINMantan Pelapor Khusus PBB untuk Situasi HAM di Korea Utara, Marzuki Darusman ditemui usai acara diskusi yang digelar oleh Amnesti Internasional Indonesia, di kantor, Gedung HDI Hive Menteng, Jakarta, Pusat, Selasa (7/6/2017).
|
EditorLaksono Hari Wiwoho

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kepala Misi Pencari Fakta Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Myanmar Marzuki Darusman mengatakan, saat ini negara tersebut tengah mengalami krisi multidimensi.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB telah membentuk tim pencari fakta (TPF) tersebut pada Maret 2017. Tim ini bertugas mencari fakta terhadap dugaan pelanggaran HAM yang menimpa etnis Rohingya di Myanmar.

Menurut Marzuki, sejak sepekan terakhir, TPF sibuk menetapkan desain kerja ke depan. Mulai dari menetapkan lingkup wilayah yang akan diteliti, berkomunikasi dengan sejumlah tokoh, hingga metodologi apa yang digunakan untuk mencari dugaan pelanggaran HAM di Myanmar.

Salah satu tokoh yang akan diajak berkomunikasi adalah mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan.

"Tim akan mulai bekerja dengan berkomunikasi dengan mantan Sekjen PBB, yang diminta oleh pemerintah Myanmar untuk melakukan penilaian umum mengenai keadaan dan memberikan nasihat," ujar Marzuki dalam konferensi pers di Sekretariat Amnesty International, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (3/9/2017).

Mantan Pelapor PBB Khusus untuk Situasi HAM di Korea Utara itu mengatakan, laporan tersebut telah keluar pada Agustus dan September.

"(Isinya) menjabarkan bahwa saat ini Myanmar mengalami krisis pembangunan, krisis HAM, dan krisis keamanan," kata Marzuki.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kerja TPF ditargetkan rampung pada Maret 2018. Marzuki berharap pemerintah Myanmar kooperatif dalam memberikan informasi yang dibutuhkan TPF.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Survei: 2,3 Persen Responden Dapat Vaksin Booster, 0,2 Persen Bukan Nakes

Hasil Survei: 2,3 Persen Responden Dapat Vaksin Booster, 0,2 Persen Bukan Nakes

Nasional
Pemerintah Siapkan Dua Kawasan Industri Halal di NTB

Pemerintah Siapkan Dua Kawasan Industri Halal di NTB

Nasional
KPK Geledah 5 Lokasi di Hulu Sungai Utara Terkait Dugaan Suap

KPK Geledah 5 Lokasi di Hulu Sungai Utara Terkait Dugaan Suap

Nasional
Jokowi: Jangan Ada Penegak Hukum yang 'Back Up' Mafia Tanah

Jokowi: Jangan Ada Penegak Hukum yang "Back Up" Mafia Tanah

Nasional
Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia, LBH Jakarta: Mestinya Klarifikasi, Bukan Kriminalisasi

Luhut Laporkan Haris Azhar dan Fatia, LBH Jakarta: Mestinya Klarifikasi, Bukan Kriminalisasi

Nasional
Puan Minta Sekolah Tak Curi Start Pertemuan Tatap Muka, Keselamatan Murid Prioritas

Puan Minta Sekolah Tak Curi Start Pertemuan Tatap Muka, Keselamatan Murid Prioritas

Nasional
Periksa Sekda Probolinggo, KPK Dalami Pemberian Uang dari ASN untuk Jabat Kades

Periksa Sekda Probolinggo, KPK Dalami Pemberian Uang dari ASN untuk Jabat Kades

Nasional
Jokowi Bagikan 124.120 Sertifikat Tanah Hasil Penyelesaian Konflik Agraria

Jokowi Bagikan 124.120 Sertifikat Tanah Hasil Penyelesaian Konflik Agraria

Nasional
BNPB Kirimkan 3 Juta Masker untuk Menunjang Kegiatan PON XX

BNPB Kirimkan 3 Juta Masker untuk Menunjang Kegiatan PON XX

Nasional
Empat Hal Ini Jadi Fokus Kemenlu Upayakan Perdamaian-Keamanan Kawasan Tahun 2022

Empat Hal Ini Jadi Fokus Kemenlu Upayakan Perdamaian-Keamanan Kawasan Tahun 2022

Nasional
Jaksa Agung Minta Perangkat Digital Terkait Fungsi Intelijen Aman dan Tidak Bocor

Jaksa Agung Minta Perangkat Digital Terkait Fungsi Intelijen Aman dan Tidak Bocor

Nasional
Selesaikan Kasus Pelecehan di KPI, Kepolisian Sebut Punya Semangat yang Sama dengan Komnas HAM

Selesaikan Kasus Pelecehan di KPI, Kepolisian Sebut Punya Semangat yang Sama dengan Komnas HAM

Nasional
Pamerkan Data Covid-19 Indonesia Membaik, Menlu Retno Harap Arab Saudi Tinjau Kebijakan Vaksin dan Umrah

Pamerkan Data Covid-19 Indonesia Membaik, Menlu Retno Harap Arab Saudi Tinjau Kebijakan Vaksin dan Umrah

Nasional
Komnas HAM Gali Keterangan Kepolisian Terkait Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Komnas HAM Gali Keterangan Kepolisian Terkait Kasus Dugaan Perundungan dan Pelecehan Seksual Pegawai KPI

Nasional
Kementerian PPPA: Perlu Dibuat Solusi Atasi Masalah Lansia

Kementerian PPPA: Perlu Dibuat Solusi Atasi Masalah Lansia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.