Wakili Indonesia Bicara Perlindungan Buruh di PBB, Melanie Subono "Dicolek" Pemerintah

Kompas.com - 02/09/2017, 19:41 WIB
Melanie Subono diabadikan di Almond Zuchini, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanMelanie Subono diabadikan di Almond Zuchini, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (19/1/2017).
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Seniman yang belakangan lebih banyak berkecimpung dalam hal advokasi hak-hak buruh, Melanie Subono, mengaku sempat mendapatkan peringatan dari salah satu badan resmi yang mengurusi buruh di Indonesia.

Peringatan tersebut ia terima langsung baru-baru ini saat persiapan keberangkatan delegasi organisasi masyarakat sipil, salah satunya Migrant Care, dalam Sidang ke-27 Komite Perlindungan Pekerja Migran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sidang tersebut rencananya dilangsungkan di Jenewa, Swiss, pada 4-13 September 2017.

Namun, kendati mendapatkan peringatan, Melanie tak menunjukkan rasa takut sedikit pun.

"Pas mau berangkat ini lumayan dapat colekan dari badan resmi. Gue enggak akan nyebut siapa," kata duta Migrant Care itu ditemui wartawan usai diskusi di Jakarta, Sabtu (2/9/2017).


"Mereka bilangnya begini, 'Mbak Mel tapi dipikir-pikir juga ya Mba Mel sebelum ngomong. Kami pemerintah banyak lho bikin bagus.' Intinya itu, kurang lebih begitu, direct ke gue," kata Melanie.

(Baca: Aktivis Mengadu ke PBB soal Lambannya Pemerintah Lingungi Buruh Migran)

Menanggapi peringatan tersebut, Melanie tak mau ambil pusing. Dia pun hanya mengiyakan pesan badan tersebut, tetapi juga menegaskan akan menyampaikan pernyataan sesuai dengan kondisi nyata buruh yang selama ini ia advokasi.

"Gue mah (menanggapinya) 'Oh iya, Pak. Saya mah bakal cerita apa yang saya lihat saja lah, Pak. Saya juga enggak pakai script kok'. Mau bilang apa? Gue sih iya, iya, aja," kata anak dari promotor Adrie Subono itu.

Selama menjadi duta Migrant CARE, Melanie mengatakan ia banyak mengunjungi penjara, rumah sakit jiwa, tempat TKI, yang kebanyakan ada di Asia dan paling jauh di Timur Tengah.

"Semuanya mengenaskan (kasus-kasus buruh). Di saat mereka hanya berusaha mencari makan untuk keluarganya, di Indonesia lahan pekerjaan tidak ada, mereka harus jauh dari keluarga," kata Melanie.

(Baca: Ribuan Buruh Migran di Malaysia Hadapi Ancaman Deportasi)

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat soal Konvensi PSI: Perlu Konsisten, Biar Peserta Tak Ditipu

Pengamat soal Konvensi PSI: Perlu Konsisten, Biar Peserta Tak Ditipu

Nasional
Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

Pilkada Tangsel, Putri Ma'ruf Amin Bangun Komunikasi dengan Semua Partai

Nasional
PKS Terus Upayakan Pembentukan Pansus Jiwasraya

PKS Terus Upayakan Pembentukan Pansus Jiwasraya

Nasional
Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor

Usai Tinjau Longsor, Wakapolri Pastikan Tindak Tambang Ilegal di Bogor

Nasional
Ketua MPR Minta Penegak Hukum Pahami Kejahatan Korporasi

Ketua MPR Minta Penegak Hukum Pahami Kejahatan Korporasi

Nasional
PSI Ingin Jembatani Calon Kepala Daerah yang Tak Punya Uang

PSI Ingin Jembatani Calon Kepala Daerah yang Tak Punya Uang

Nasional
Bantah soal Dinasti Politik Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Bantah soal Dinasti Politik Ma'ruf Amin, Siti Nur Azizah: Saya Tak Aji Mumpung

Nasional
Amien Rais Diminta Tak Intervensi Kongres PAN, Abdillah Toha: Bikin Ruwet

Amien Rais Diminta Tak Intervensi Kongres PAN, Abdillah Toha: Bikin Ruwet

Nasional
Senin Pekan Depan, Buruh Gelar Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di DPR

Senin Pekan Depan, Buruh Gelar Demo Tolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di DPR

Nasional
Peran Pers Tionghoa dalam Pergerakan Kemerdekaan RI

Peran Pers Tionghoa dalam Pergerakan Kemerdekaan RI

Nasional
Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Dinilai Langgengkan Impunitas

Pernyataan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Dinilai Langgengkan Impunitas

Nasional
Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Menelusuri Sejarah Awal Masuknya Masyarakat Tionghoa di Indonesia...

Nasional
Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi PSI untuk Pilkada Tangsel, Bawa Skema Berantas Korupsi

Putri Ma'ruf Amin Ikut Seleksi PSI untuk Pilkada Tangsel, Bawa Skema Berantas Korupsi

Nasional
Tragedi Semanggi, Ketua Komisi III Sebut DPR Tak Bisa Nyatakan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Tragedi Semanggi, Ketua Komisi III Sebut DPR Tak Bisa Nyatakan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Nasional
Jokowi Teken Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan sebagai Anggota KPU

Jokowi Teken Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan sebagai Anggota KPU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X