Olah Rasa Bangsa

Kompas.com - 01/09/2017, 15:04 WIB
Umat muslim menunggu untuk melaksanakan sholat Idul Adha 1438 Hijriyah di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2017). Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban identik dengan penyembelihan hewan kurban dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, Idul Adha tahun ini diperingati umat muslim Indonesia pada hari Jumat. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGUmat muslim menunggu untuk melaksanakan sholat Idul Adha 1438 Hijriyah di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2017). Hari raya Idul Adha atau biasa disebut hari Kurban identik dengan penyembelihan hewan kurban dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 bulan Dzulhijjah, Idul Adha tahun ini diperingati umat muslim Indonesia pada hari Jumat.
EditorLaksono Hari Wiwoho

SEPAK bola dan ulama Indonesia, ibarat mata kiri dan kanan. Jika di Inggris ada MU, maka di sini ada NU!

Sayangnya, NU yang kita punya kini digerus oleh segelintir kalangan, semacam Saracen. Kita belum punya klub sekelas MU. Bahkan Timnas U-22 baru saja porak-poranda di Malaysia.

NU itu ibarat timnas, jamiyah. Adapun nahdliyinnya, jemaahnya, ya kita: para pendukungnya.

Entah harus berapa kali lagi kita gigit jari, melihat nasib olahraga yang kian menggemaskan. Praktis hanya bulu tangkis yang sanggup bicara di kancah dunia. Kendati torehan medalinya tak sanggup mendogkrak klasemen Indonesia di SEA Games 2017, pada urutan kelima.

Kita menutup kiprah dalam pesta olahraga se-Asia Tenggara tersebut dengan meraih koleksi 38 medali emas, 63 medali perak, dan 90 medali perunggu. Prestasi terburuk kita dalam ajang ini terjadi pada 2009 silam dengan menduduki peringkat ketiga. Ada apa dengan Indonesia?

Negara kepulauan terbesar ini bahkan tak sanggup melewati Singapura dan Vietnam. Tak apalah Malaysia juara, toh mereka tuan rumah. Namun, kalah dari Singapura yang luas negaranya tak jauh beda dengan Jakarta, itu jelas mengundang pertanyaan.

Menilik fakta tersebut, kita bisa menjadikannya sebagai tolok ukur kemajuan negara tercinta.

Bangsa yang kuat, jelas ditopang kesehatan jiwa raganya. Senada dengan salah sebuah lirik lagu kebangsaan yang sering kita kumandangkan, "Bangunlah jiwanya bangunlah badannya."

Lalu kenapa bangsa kita terpuruk di tingkat mancanegara? Salah Presiden kah? Apa salah Menpora?

Jika kita memang mengaku sebangsa, tanah, air, dan udara, tak elok rasanya jika kegagalan kita timpakan pada satu-dua orang saja.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anggaran Penanganan Covid-19 Membengkak Jadi Rp 677,2 Triliun, Ini Rinciannya

Anggaran Penanganan Covid-19 Membengkak Jadi Rp 677,2 Triliun, Ini Rinciannya

Nasional
Tragis, Suami Diduga Bunuh Istri Lalu Gantung Diri, Polisi: Ada Luka Memar di Wajah

Tragis, Suami Diduga Bunuh Istri Lalu Gantung Diri, Polisi: Ada Luka Memar di Wajah

Nasional
Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Kasus Alih Fungsi Lahan, KPK Rampungkan Penyidikan Legal Manager PT Duta Palma

Nasional
Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Polemik Tahun Ajaran Baru, Ombudsman Ingatkan Pemerintah soal Kesenjangan Teknologi

Nasional
Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Mahfud Panggil KSAD, Kepala BIN, dan Ketua KPK, Ini yang Dibicarakan

Nasional
Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Sidang Kasus Jiwasraya Dilanjutkan Rabu Pekan Depan

Nasional
Jokowi Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Jokowi Divonis Bersalah soal Blokir Internet di Papua, Ini Kata Istana

Nasional
Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Komnas Perempuan: KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Mayoritas Korban Bungkam

Nasional
Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Komisi II dan Pemerintah Sepakat Tambah Anggaran untuk Pilkada 2020

Nasional
Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Eks Dirut PTPN III Divonis 5 Tahun Penjara

Nasional
Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Kemenlu: 361 Jemaah Tabligh di 13 Negara Telah Pulang ke Indonesia

Nasional
Ombudsman Temukan Manipulasi Data dan Pemotongan Nominal Bansos

Ombudsman Temukan Manipulasi Data dan Pemotongan Nominal Bansos

Nasional
KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Peran Tokoh Agama Penting dalam Mencegahnya

KDRT Meningkat Selama Pandemi Covid-19, Peran Tokoh Agama Penting dalam Mencegahnya

Nasional
Kemenlu: Pria Bertato Indonesia yang Ikut Rusuh Saat Demo Terkait George Floyd Bukan WNI

Kemenlu: Pria Bertato Indonesia yang Ikut Rusuh Saat Demo Terkait George Floyd Bukan WNI

Nasional
Dinyatakan Hakim Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua, Ini Kata Menkominfo

Dinyatakan Hakim Bersalah atas Pemblokiran Internet di Papua, Ini Kata Menkominfo

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X