Kompas.com - 31/08/2017, 22:27 WIB
Pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia. Pesawat CN-235 produksi PT Dirgantara Indonesia.
|
EditorSabrina Asril

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memamerkan pesawat buatan dalam negeri yang digunakan sejumlah negara sahabat dalam akun resmi Facebook-nya.

"Inilah pesawat CN235 produksi PT Dirgantara Indonesia yang digunakan oleh Angkatan Udara Senegal di Afrika. Pesawat lainnya juga telah dikirim ke kepolisian kerajaan Thailand dan penjaga pantai Korea Selatan," tulis Jokowi dalam unggahannya, Kamis (31/8/2017) sore.

"Di berbagai negara, CN235 dikenal sebagai pesawat multiguna yang dapat digunakan untuk evakuasi medis, angkutan penerjun, kargo, sipil maupun VIP dan VVIP," lanjut dia.

Melalui perdagangan semacam itu, kata Jokowi, Indonesia bukan hanya menyinggung sektor perdagangan semata. Melainkan menembus batas diplomasi ekonomi Indonesia di dunia.

Begitu pula saat PT INKA berhasil mengekspor 150 gerbong kereta api ke Bangladesh dan saat produk Indonesia masuk ke pasar-pasar nontradisional di Afrika, Timur Tengah dan Asia.

 

(Baca: PTDI Kirim Pesawat CN235 Pesanan Angkatan Udara Senegal)

Jokowi melanjutkan diplomasi ekonomi itu beriringan pula dengan diplomasi internasional di sejumlah negara.

"Dalam bidang diplomasi internasional, Indonesia mendorong Myanmar menyelesaikan konflik di Rakhine State melalui pembangunan yang lebih inklusif, menghormati HAM dan melindungi semua komunitas. Indonesia bahkan telah menampung 1.806 migran konflik, mengirim bantuan kemanusiaan dan membangun sekolah-sekolah di Myanmar," tulis Jokowi.

"Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina, juga mendorong ASEAN dan PBB untuk mengambil sikap yang sama. Sebuah kantor Konsulat Kehormatan Indonesia juga sudah dibuka di Ramallah, Palestina. Selain itu, Indonesia mengecam keras pembatasan beribadan di Masjid Al Aqsa pada bulan Juli 2017 bahkan kita telah mengusulkan proteksi internasional di kompleks masjid itu," lanjut dia.

Diplomasi internasional juga sukses mengembalikan warga negara Indonesia yang sempat diculik kelompok teroris di Filipina.

"Tindakan nyata perlindungan warga negara kita di luar negeri, misalnya dengan membebaskan sebagian besar WNI yang diculi kelompok teroris di Mindanao dan mengevakuasi WNI yang terjebak dalam konflik ISIS di Marawi, Filipina," tulis Jokowi menutup unggahannya.

Hingga pukul 19.25 WIB, unggahan Jokowi soal diplomasi tersebut menuai 2.700 komentar dan 30.900 emoticon. Unggahan Jokowi itu juga sudah dibagikan sebanyak 1.700 kali.

Kompas TV Pesawat Karya Anak Bangsa N219 Mengudara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komando Pengendalian Kohanudnas Kini Resmi Berada di Bawah TNI AU

Komando Pengendalian Kohanudnas Kini Resmi Berada di Bawah TNI AU

Nasional
Kejagung: Perjanjian Ekstradisi Akan Permudah Pencarian Buron dan Aset di Singapura

Kejagung: Perjanjian Ekstradisi Akan Permudah Pencarian Buron dan Aset di Singapura

Nasional
Saat KSAU Usulkan Nama Satuan Elite Paskhas Dikembalikan Jadi Kopasgat...

Saat KSAU Usulkan Nama Satuan Elite Paskhas Dikembalikan Jadi Kopasgat...

Nasional
KPK Supervisi Penanganan Kasus Korupsi Pekerjaan Jalan di Lampung yang Rugikan Negara Rp 147 Miliar

KPK Supervisi Penanganan Kasus Korupsi Pekerjaan Jalan di Lampung yang Rugikan Negara Rp 147 Miliar

Nasional
BOR RS di Jakarta Capai 45 Persen, Didominasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

BOR RS di Jakarta Capai 45 Persen, Didominasi Pasien Covid-19 Tanpa Gejala

Nasional
Napi Terorisme di Lapas Kelas I Tangerang Ikrar Setia kepada NKRI

Napi Terorisme di Lapas Kelas I Tangerang Ikrar Setia kepada NKRI

Nasional
Keterisian RS di Jakarta Meningkat, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Telemedisin

Keterisian RS di Jakarta Meningkat, Masyarakat Diimbau Manfaatkan Telemedisin

Nasional
Kisah Warga Setuju dan Tolak Wacana Dihapusnya Sistem Rujukan BPJS Kesehatan

Kisah Warga Setuju dan Tolak Wacana Dihapusnya Sistem Rujukan BPJS Kesehatan

Nasional
KSP Terima Laporan, Warga Jakarta Mulai Kesulitan Cari RS Seiring Kasus Covid-19 Melonjak

KSP Terima Laporan, Warga Jakarta Mulai Kesulitan Cari RS Seiring Kasus Covid-19 Melonjak

Nasional
Mantan Bupati Buru Selatan Diduga Tentukan Pemenang Proyek hingga Terima Suap Rp 10 Miliar

Mantan Bupati Buru Selatan Diduga Tentukan Pemenang Proyek hingga Terima Suap Rp 10 Miliar

Nasional
7 Perwira Tinggi TNI AU Naik Pangkat, Ini Daftarnya

7 Perwira Tinggi TNI AU Naik Pangkat, Ini Daftarnya

Nasional
Saat Wakil Rakyat Ramai-ramai Kutuk Aksi Bupati Langkat Soal Kerangkeng hingga Perbudakan

Saat Wakil Rakyat Ramai-ramai Kutuk Aksi Bupati Langkat Soal Kerangkeng hingga Perbudakan

Nasional
KPK Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp 114 Triliun Selama 2021

KPK Klaim Selamatkan Keuangan Negara Rp 114 Triliun Selama 2021

Nasional
Kronologi Dugaan Suap Rekayasa Pajak yang Dilakukan 2 Mantan Pejabat Ditjen Pajak

Kronologi Dugaan Suap Rekayasa Pajak yang Dilakukan 2 Mantan Pejabat Ditjen Pajak

Nasional
Kejagung Pastikan Pengusutan Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Berproses, Beberapa Saksi TNI Diperiksa

Kejagung Pastikan Pengusutan Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Berproses, Beberapa Saksi TNI Diperiksa

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.